Shin Tae-yong Pasrah Timnas Terkena Pembatasan Pemain Liga 1

- Redaksi

Rabu, 10 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Shin Tae Yong. l Istimewa

Shin Tae Yong. l Istimewa

sukabumiheadline.com – JAKARTA – Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong menerima keputusan PSSI perihal pemanggilan pemain dari satu klub untuk membela Tim Garuda yang telah disepakati antara PSSI dengan klub-klub Liga 1.

Pelatih asal Korea Selatan itu hanya memanggil maksimal dua pemain dari satu tim untuk skuad Garuda meski dinilainya merugikan. “Memang merugikan. Namun, di sisi lain, kebijakan seperti itu perlu untuk perkembangan liga di Indonesia, agar sepak bola Indonesia semakin maju,” kata Shin, Selasa (9/11/2021).

Namun, sisi negatif keputusan itu adalah semakin sedikitnya pilihan pemain untuk memperkuat timnas, meskipun ia menyebut keputusan soal pembatasan adalah jalan tengah terbaik bagi tim nasional dan klub.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sepak bola bukan hanya tentang tim nasional, tetapi juga soal kompetisi profesional dalam negeri yang menjadi wadah mengasah kemampuan pemain. Keduanya harus berjalan beriringan demi prestasi.

“Timnas dan klub sama-sama mesti mengalah,” tutur Shin.

Kebijakan PSSI membatasi pemanggilan pemain ke timnas Indonesia maksimal dua orang dari setiap klub untuk agenda laga persahabatan FIFA melawan Afghanistan dan Myanmar pada Selasa (16/11/2021), dan Turki, Kamis (25/16).

PSSI juga menerapkan kebijakan serupa untuk Piala AFF 2020 yang berlangsung pada Desember 2021 karena Liga 1 2021-2022 akan terus bergulir selama Piala AFF berlangsung.

Berita Terkait

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam
Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027
Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa
Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak
Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini
Lama dibekap cedera, Gakuto Notsuda tak sabar debut laga Madura United vs Persib
Footy Rankings – AFC Club Competitions Ranking prediksi Persib four-peat juara Super League
IWL 2026/2027, Pelatih Timnas Indonesia ingin putrinya bermain Liga Putri

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB