Sirojudin, Pekerja Honorer yang Menjadi Ketua KONI Kabupaten Sukabumi

- Redaksi

Jumat, 13 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KONI Kabupaten Sukabumi. l Dok.Pribadi

Ketua KONI Kabupaten Sukabumi. l Dok.Pribadi

SUKABUMIHEADLINES.com – Sirojudin dilahirkan 37 tahun lalu, sosok satu ini terbilang singkat hingga sukses menduduki salah satu posisi strategis di Kabupaten Sukabumi.

Ia mengawali kariernya sebagai pevoli sejak tahun 2002 silam, dan terpilih memperkuat tim Bola Volley Kabupaten Sukabumi dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2003.

Selain seorang pevoli, tenaga honorer di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, ini juga menggeluti binaraga hingga sukses meraih medali perungu dalam gelaran yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak sampai disitu, selain binaraga, pria yang karib disapa Kang Sirod juga menekuni olahraga angkat berat hingga Panco.

Bahkan untuk panco, ia berhasil menjadi Juara Asia dan sempat tampil dan mengisi acara pertandingan panco yang disiarkan stasiun televisi swasta nasional, seperti Trans 7, Indosiar, ANTV dan SCTV.

Di bidang olahraga, ia terbilang sudah menduduki posisi mentereng dengan menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sukabumi periode 2019-2023.

“Dari olahraga itulah, saya dipercaya memimpin induk olahraga di Kabupaten Sukabumi setelah terpilih menjabat Ketua KONI hingga saat,” ungkap Kang Sirod kepada sukabumiheadlines.com, Kamis (12/8/2021).

Namun demikian, ia mengaku pernah terobsesi menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Namun, keinginan tersebut kini sudah tidak ada lagi. Karenanya, ia meminta para honorer lainnya untuk tidak pernah berkecil hati meskipun belum diangkat menjadi PNS.

“Dulu saya berharap diangkat menjadi PNS, namun harapan itu sudah saya kubur. Sekarang saya berkeinginan menjadi orang yang bermanfaat untuk masyarakat banyak dan turut serta membangun Kabupaten Sukabumi tercinta,” tutupnya.

Sekadar informasi, tampuk kepemimpinan KONI Kabupaten Sukabumi berpindah, dari Deden Achadiat kepada Sirojudin. Peralihan jabatan ketua dilakukan usai Musorkab, Sabtu (23/2/2019) di salah satu hotel kawasan Cikukulu, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Dalam forum Musorkab, kandidat petahana Deden Achadiat bersaing dengan Sirojudin. Namun, hasil voting ternyata suara keduanya sama kuat, sama-sama memperoleh 16 suara.

Namun, setelah bermusyawarah, Deden Achadiat sebagai kandidat petahana dengan legowo menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Sirojudin sebagai.

Berita Terkait

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi
Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB