Siswi SD Curugkembar Sukabumi Tewas Terseret Arus Sungai

- Redaksi

Sabtu, 5 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar SD di Curugkembar tewas terseret arus sungai. l Istimewa

Pelajar SD di Curugkembar tewas terseret arus sungai. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l CURUGKEMBAR – Siswi SD Curugkembar kelas enam, hilang tenggelam saat berenang setelah terbawa arus leuwi kucing Sungai Cibodas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia.

Peristiwa terbawa arus sungai siswi kelas enam tersebut terjadi Sabtu, 5 November 2022, sekira pukul 12.30 WIB, sesaat setelah korban bersama rekan-rekannya pulang sekolah lalu berenang di Leuwi Kucing, Sungai Cibodas.

Diungkapkan Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi Okih Fajri korban berinisial SL (13) saat itu bersama rekan rekannya pulang sekolah dan sudah berencana hendak berenang di Sungai Cibodas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Okih, sesaat sedang berenang bersama rekan rekannya korban tiba tiba terbawa arus Sungai Cibodas hingga hilang dan tenggelam.

“Rekan rekan korban yang melihat peristiwa itu langsung berteriak meminta bantuan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian,” ungkap Okih.

“Jadi korban pas pulang sekolah langsung ke kali Cibodas sama teman temannya, mau renang tanpa sepengetahuan guru dan orangtuanya,” imbuhnya.

Rekan rekan korban yang selamat, kata Okih, lagi langsung memberitahu kepada masyarakat bahwa temannya terbawa arus sungai.

Masih kata Okih, mendengar informasi tersebut sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung melakukan upaya pencarian terhadap korban.

“Setelah dilakukan pencarian, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

“Korban ditemukan sekitar pukul 12.55 WIB, langsung dievakuasi, dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” tandasnya.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB