Sukabumi 52 Juta Kg, Ini 5 Kabupaten Penghasil Daging Ayam Terbesar di Jawa Barat

- Redaksi

Minggu, 25 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daging ayam. l Istimewa

Daging ayam. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mengungkap fakta bahwa Sukabumi menjadi salah satu dari lima kabupaten penghasil daging ayam terbesar di Jawa Barat.

Lantas, berapakah jumlah total ayam pedaging di provinsi Jawa Barat?

Dikutip sukabumiheadline.com dari jabar.bps.go.id, berikut adalah jumlah total ayam pedaging yang dirilis BPS terkait jumlah unggas yang ada di Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BPS mengatakan bahwa jumlah ayam pedaging di Jawa Barat yaitu 719.820.363 kg.

Berikut adalah daftar 5 kabupaten sebagai penunjang jumlah produksi ayam pedaging terbanyak di Jabar setiap tahunnya.

1. Kabupaten Ciamis: 114.886.666 kg

2. Kabupaten Bogor: 87.934.335 kg

3. Kabupaten Karawang: 71.579.349 kg

4. Kabupaten Subang: 62.608.404 kg

5. Kabupaten Sukabumi: 51.964.926 kg.

Untuk informasi, pada 2021, BPS merilis bahwa jumlah produksi ayam kampung di Jabar sebanyak 25.643.094 kg.

Berita Terkait

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China
Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB