Sukabumi nomor 10, ini daftar daerah yang di juluki Kota Santri di Pulau Jawa

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Sejumlah daerah di Indonesia memiliki julukan unik, dari kota pahlawan, kota kembang, kota hujan hingga kota santri.

Khusus kota santri, sebutan ini merujuk pada daerah dengan jumlah pesantren yang tinggi. Kota santri merupakan istilah untuk kota-kota yang memiliki banyak pondok pesantren yang mayoritas berada di pulau jawa. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Banten.

Dari beberapa wilayah di atas, Jawa Timur menjadi basis pesantren yang paling kuat. Salah satu buktinya adalah keberadaan jejak walisongo yang terpusat di provinsi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ilustrasi keluarga Muslim yang bahagia
Ilustrasi keluarga Muslim yang bahagia – sukabumiheadline.com/AI

Berbicara kota santri, beberapa daerah di bawah ini terkenal dengan julukan tersebut. Membanggakan, salah satu dari 10 kota berikut adalah Sukabumi.

Berikut daftar 10 daerah dijuluki Kota Santri di Pulau Jawa.

1. Jombang, Jawa Timur: Keberadaan pesantren di wilayah Jombang terus mengalami peningkatan. Salah satu pesantren paling terkenal adalah Tebu Ireng.

2. Tuban, Jawa Timur: Tuban yang merupakan basis pesantren di Jawa Timur. Salah satu pesantren terbaiknya adalah Langitan.

3. Pasuruan, Jawa Timur: Banyak pesantren modern di kota ini, salah satunya adalah Pondok Pesantren Sidogiri.

4. Pekalongan, Jawa Tengah: Pekalongan juga memiliki julukan kota santri. Jumlah pesantren di kota tersebut mencapai 107.

5. Kendal, Jawa Tengah: Banyak pesantren berada di Kendal, khususnya Kecamatan Kaliwungu. Beberapa di antaranya bahkan sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu, misalnya Pondok Pesantren Apik Kaliwungu yang sudah eksis sejak 1919.

6. Kudus, Jawa Tengah: Kudus terkenal sebagai kota yang menjadi pusat perkembangan agama Islam. Kudus memiliki ratusan pondok pesantren. Selain itu, banyak umat Islam berziarah ke makam Sunan Kudus serta Sunan Muria.

7. Cirebon, Jawa Barat: Masuk ke provinsi Jawa Barat ada Cirebon yang dikenal sebagai kota santri. Beberapa pesantren besar di wilayah ini adalah Buntet dan Kempek.

8. Tasikmalaya, Jawa Barat: Sejak 1980-an Tasikmalaya sudah identik dengan pondok pesantren. Pasalnya, hampir seluruh kecamatan memiliki pesantren. Salah satu yang terkenal adalah Pondok Pesantren Cipasung.

9. Cianjur, Jawa Barat: Selain jumlah pesantren yang cukup banyak, Cianjur kental dengan budaya keagamaannya. Kota ini punya tradisi ngaos atau mengaji dalam bahasa Indonesia.

10. Sukabumi, Jawa Barat 

Siswa madrasah ibtidaiyah di salah satu MIS, Kabupaten Sukabumi
Siswa madrasah ibtidaiyah di salah satu MIS, Kabupaten Sukabumi melaksanakan shalat Dhuha berjamaah – sukabumiheadline.com

Sukabumi juga dijuluki kota santri karena memiliki ratusan pesantren yang tersebar di setiap sudut wilayahnya. Kabupaten Sukabumi bahkan memiliki Peraturan Daerah (Perda) Penegakan Syariat Islam.

Berita Terkait

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia
27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage
24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen
23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas
HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?
Kapolri minta MUI haramkan vape
18 Oktober: Hari Menopause Sedunia, kenali gejala, penyebab, obat dan pencegahan
17 Oktober: Jumlah penduduk miskin Sukabumi di Hari Pemberantasan Kemiskinan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:44 WIB

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:58 WIB

27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:57 WIB

24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:29 WIB

23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:23 WIB

HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB