Tega, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga Sukamaju Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 1 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga saat melihat olah TKP oleh pihak kepolisian. l Dok. sukabumiheadlines.com

Warga saat melihat olah TKP oleh pihak kepolisian. l Dok. sukabumiheadlines.com

SUKABUMIHEADLINES.com l CIKAKAK – Warga Kampung Cidahu, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi.

Informasi diperoleh penemuan bayi pertama kali oleh warga dalam keadaan masih hidup. Sosok bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dengan tali ari-ari dan balinya masih menyatu pada pusar.

Bayii

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menurut keterangan dari warga, bayi tersebut ditemukan pertama kali dalam posisi terlentang  tergelatak dengan dibalut terbungkus kain panjang bercorak batik berwarna coklat,” ujar Kapolsek Cikakak, AKP Catur Budiono kepada sukabumiheadlines.com, Selasa (1/2/2022).

Dijelaskan Catur, sosok bayi ditemukan di atas lantai teras depan rumah milik Judin (50) atau tepatnya di depan Posyandu Beringin dan PAUD SPS TP Permata.

“Mendapat laporan itu, kami bersama anggota mendatangi dan melakukan olah TKP dengan meminta keterangan saksi-saksi,” jelasnya.

“Selanjutnya membawa bayi ke ruang bersalin Puskesmas Cikakak guna mendapatkan perawatan dan penanganan medis,” tandasnya.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB