Teladan dari Paguyuban Kang Cukur Sukabumi, Lintas Suku, Uang Kas untuk Sosial

- Redaksi

Minggu, 2 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anniversary ke 1 Paguyuban Kang Cukur Sukabumi. l Istimewa

Anniversary ke 1 Paguyuban Kang Cukur Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com I BOJONGGENTENG – Paguyuban Kang Cukur Sukabumi (PKCS) menggelar 1st Anniversary salah satu tempat wisata di Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi.

Terbentuknya paguyuban tukang pangkas rambut tersebut, berawal dari diskusi di salah satu grup WhatsApp, meskipun sebelumnya sesama anggota grup WA saling bertemu. Dari obrolan dalam grup tersebut, kemudian muncul ide untuk membentuk PKCS.

“Awalnya gak sengaja membuat grup WhatsApp tukang pangkas rambut. Lama kelamaan kok grup ini semakin ramai, nah dari situlah muncul ide membuat paguyuban tukang pangkas rambut,” ungkap Sunandar Sunarya, Ketua PKCS kepada sukabumiheadline.com. Ahad (2/1/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diakuinya, setelah ada obrolan di grup WA tersebut, kemudian ia bersilaturahim ke sesama tukang pangkas rambut di Cidahu, Parungkuda, Cicurug dan Cibadak.

Baca Juga :  Semut Ibrahim, Komunitas yang Gemar Bedah Rumah dan Musala di Sukabumi

“Saya ngobrol-ngobrol untuk mengumpulkan semua tukang pangkas rambut dalam satu wadah yaitu Paguyuban Kang Cukur Sukabumi. Mereka setuju, maka dibentuklah paguyuban ini,” papar Sunandar.

Pangkas Rambut
Anniversary ke 1 Paguyuban Kang Cukur Sukabumi. l Istimewa

Seiring berjalannya waktu,  jumlah anggota yang awalnya hanya belasan orang, sekarang sudah mencapai sekira 150 anggota lebih. “Alhamdulillah sekarang sudah mencapai 150 lebih anggota. Mereka yang tergabung di sini karena ajakan dari rekan yang sebelumnya sudah terlebih dahulu menjadi anggota, istilahnya dari mulut ke mulut lah,” kata pria berusia 38 tahun itu.

Selain aktif saling bersilaturahim, anggota PKCS juga sering melakukan kegiatan sosial, seperti santunan keliling anak yatim yang menjadi agenda rutin PKCS setiap satu bulan sekali.

Baca Juga :  Hobi Bersepeda Ekstrem? Tidak Salah Jika Gabung Komunitas Sukabumi BMX

“Untuk kegiatan, paling kopdar jalin silaturahim antar tukang pangkas rambut dan kegiatan yang have fun sesama tukang cukur. Selain itu, kegiatan sosial, seperti saat acara anniversary kesatu Paguyuban Kang Cukur Sukabumi, kemarin, kita beri santunan kepada anak yatim piatu,” paparnya.

Sunandar menambahkan, merangkul semua profesi pangkas rambut tanpa membedakan suku.

Bagi warga Sukabumi yang merasa berprofesi sebagai tukang cukur rambut  dan ingin bergabung dengan PKCS bisa datang ke lima wilayah di Sukabumi Utara, serta membayar uang kas.

“Jadi, kalaupun ada yang mau bergabung di paguyuban tukang pangkas rambut, persyaratan pertama, harus silaturahmi ke lima pangkas rambut yang berada di daerah Cidahu, Cicurug, Parungkuda dan Kalapanunggal. Hal itu dimaksudkan untuk membuktikan kesungguhan sekaligus silaturahim. Juga wajib membayar uang kas untuk kegiatan santunan anak yatim piatu,” pungkasnya.

Berita Terkait

Siti Rifqotunnada, content creator humanis asal Sukabumi yang hobi travelling
BPKH dan DT Peduli gelar pelatihan UMKM warga Kampung Haji Sukabumi
Profil OCCRP, visi dan misi organisasi yang masukkan Jokowi ke daftar Presiden Terkorup 2024
Peduli owa melalui cinetalk “The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom” di Sukabumi
Sukarelawan Sosial Kemanusiaan di Sukabumi gelar peringatan HUT ke-79 PMI
Mengenal cara peduli lingkungan ala Komunitas Ngobrol Manfaat Sukabumi
Intip keunggulan dan fasilitas BLK Komunitas Daarul Muttaqien Bojonggenteng Sukabumi
Jaringan internet berbasis komunitas untuk desa tangguh bencana di Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 18 Maret 2025 - 00:01 WIB

Siti Rifqotunnada, content creator humanis asal Sukabumi yang hobi travelling

Rabu, 12 Maret 2025 - 11:00 WIB

BPKH dan DT Peduli gelar pelatihan UMKM warga Kampung Haji Sukabumi

Rabu, 1 Januari 2025 - 17:35 WIB

Profil OCCRP, visi dan misi organisasi yang masukkan Jokowi ke daftar Presiden Terkorup 2024

Minggu, 1 Desember 2024 - 18:42 WIB

Peduli owa melalui cinetalk “The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom” di Sukabumi

Minggu, 22 September 2024 - 12:02 WIB

Sukarelawan Sosial Kemanusiaan di Sukabumi gelar peringatan HUT ke-79 PMI

Berita Terbaru