Punya Hobi Pelihara Ayam Pelung, Yuk Gabung dan Berbagi di HIPPAPI Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 12 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontes ayam pelung HIPPAPI. l @HIPPAPI Sukabumi

Kontes ayam pelung HIPPAPI. l @HIPPAPI Sukabumi

SUKABUMIHEADLINE.com l Ayam pelung adalah ras ayam lokal unggul dari daerah Jawa Barat. Bak kontes pencarian bakat penyanyi, jenis ayam pelung tidak hanya diseleksi dari penampilan fisiknya saja, tapi juga dari lengkingan suaranya yang panjang dan berirama.

Di Sukabumi, ada salah satu komunitas pecinta ayam pelung bernama Himpunan Peternakan Penggemar Ayam Pelung Indonesia Sukabumi atau HIPPAPI Sukabumi, dan kini sudah memiliki anggota aktif sekira 200 orang, tersebar di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Rijal Heru (30), Sekretaris di HIPPAPI Sukabumi Wilayah Cisaat mengatakan, HIPPAPI Sukabumi sudah berdiri sejak tahun 1970an silam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Komunitas HIPPAPI Sukabumi berdiri berdiri sejak tahun 1970, untuk anggota awalnya saya kurang hafal jelas berapa orang, tapi sekarang khususnya di Kabupaten Sukabumi, ada sekira 200 anggota, terbagi di 14 kecamatan,” ujarnya kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (11/9/2021).

ayam pelung
Komunitas HIPPAPI Sukabumi. l Dok. Pribadi

Ia menambahkan, kegiatan HIPPAPI Sukabumi ini antara lain untuk silaturahim sesama anggota komunitas juga latihan bersama setiap semingu sekali bertempat di sekretariat.

“Kegiatan rutin ya silaturahim antar-anggota dan latihan bersama di sekretariat, di Kampung Cicohag, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi,” pungkas Heru.

Berita Terkait

Milad ke-14 Hijabers Mom Community Sukabumi, galang dana bantu korban bencana
Komunitas Syiah Sukabumi edukasi santri soal bahaya gadget dan bullying
Go Suhartono, peserta tertua Bentang Jawa 2026 terpaksa DNF di Sukabumi
Ini daftar 103 ormas kawal program Prabowo dikukuhkan Hashim Djojohadikusumo
Kawal program Prabowo: 20 ormas dikukuhkan, total jadi 103 organisasi
Polda Jabar bakal bentuk Satgas Bobotoh Jaga Persib, Jaga Lembur Sauyunan
Mengenal Kucing Persia: Jenis, karakter, harga dan tips memelihara mpus asal Iran
Ceperist Sukabumi Ngahidji berbagi di bulan suci, santuni yatim piatu dan lansia

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Milad ke-14 Hijabers Mom Community Sukabumi, galang dana bantu korban bencana

Sabtu, 26 September 2026 - 13:00 WIB

Komunitas Syiah Sukabumi edukasi santri soal bahaya gadget dan bullying

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:27 WIB

Go Suhartono, peserta tertua Bentang Jawa 2026 terpaksa DNF di Sukabumi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:21 WIB

Ini daftar 103 ormas kawal program Prabowo dikukuhkan Hashim Djojohadikusumo

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Kawal program Prabowo: 20 ormas dikukuhkan, total jadi 103 organisasi

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB