Tiap Diguyur Hujan Depan Pasar Cicurug Sukabumi Ada Kolam Besar

- Redaksi

Senin, 6 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Genangan air di depan PSM Cicurug. l Istimewa

Genangan air di depan PSM Cicurug. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l CICURUG – Kondisi memprihatinkan tampak di depan Pasar Semi Modern (PSM) Cicurug, Kelurahan/Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Siliwangi.

Setiap kali diguyur hujan, terjadi genangan air seperti kolam besar sehingga menggenangi area parkir dan badan Jalan Nasional yang menghubungkan Sukabumi-Bogor.

Hal itu diakui Didin Wahyudin (27) warga sekaligus pedagang di kawasan PSM Cicurug. Menurutnya, genangan rutin terjadi jika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya, persis di depan Pasar Cicurug. Genangan besar seperti kolam setinggi betis orang dewasa,” kata Wahyudin kepada sukabumiheadline.com, Senin (6/6/2022) petang.

Ia menambahkan, genangan mulai muncul ketika hujan deras mengguyur sejak siang hingga sore. Wahyudin menduga genangan disebabkan saluran drainase tersumbat sampah.

“Kayaknya karena saluran airnya tersumbat sampah, jadinya air meluap ke jalan,” kata dia.

Biasanya, tambah Wahyudin, air mulai surut dua jam kemudian. Namun, karena sekarang musim hujan, ia menilai pemandangan tersebut sangat mengganggu karena arus lalu lintas pun jadi tersendat.

“Biasanya kalau hujan sudah berhenti, genangan airnya baru surut dua jam kemudian. Ya gak enak aja dilihatnya, arus lalu lintas juga jadi terganggu,” pungkas dia.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB