Trend Baru Perlawanan Pejuang Palestina Bikin Israel Marah

- Redaksi

Kamis, 6 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejuang Palestina berjuang melalui TikTok. l Istimewa

Pejuang Palestina berjuang melalui TikTok. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Para aktivis Palestina memiliki strategi baru dalam melakukan perlawanan terhadap pendudukan Zionis Israel.

Mereka kini beralih ke TikTok untuk menentang aktivitas Israel yang melanggar hukum internasional.

Tak ayal rezim Zionis lantas menuduh platform media sosial itu memicu situasi keamanan di Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak tinggal diam, Israel telah berhasil mendorong Meta untuk memblokir ribuan akun dan konten Palestina dari platform media sosialnya, seperti Facebook dan Instagram, selain membatasi konten Palestina melalui Twitter dan Snapchat.

Namun, intervensi tersebut tidak berlaku bagi TikTok, yang dimiliki perusahaan China ByteDance. TikTok telah menolak tuduhan Israel dan enggan memenuhi permintaan mengubah kebijakannya.

Hal inilah kemudian yang membuat geram rezim Zionis tersebut.

Ribuan aktivis media sosial Palestina beralih ke TikTok selama beberapa pekan terakhir untuk menikmati kebebasan online dan melewati pembatasan Facebook yang dianggap diskriminatif pada Palestina.

Dilansir Arab News, aktivis politik Palestina Amer Hamdan mengatakan bahwa dia baru-baru ini beralih dari Facebook ke TikTok setelah menderita pembatasan yang diberlakukan Facebook.

Menurut Hamdan, Facebook menandai penggunaan kata-kata termasuk martir (syahid atau syuhada), perlawanan dan pendudukan.

Bahkan, Hamdan yang memiliki 200.000 pengikut di halaman Facebook-nya, harus menerima kebijakan akunnya ditutup karena menerbitkan foto Khalil Al-Wazir, pemimpin Palestina yang dibunuh Israel di Tunisia pada 1988.

“Karena Facebook bukan lagi platform yang ideal bagi Palestina untuk menyebarkan perjuangan mereka, alternatifnya adalah TikTok, yang menyediakan ruang yang memadai untuk penyebaran media yang meliputi parade bersenjata kelompok militer Palestina dan gambar pejuang perlawanan Palestina dengan senjata mereka,” papar Hamdan.

Trend perlawan baru ala para pejuang Palestina tersebut menjadikan TikTok yang sebelumnya menempati peringkat ketiga di Palestina, setelah Facebook dan Instagram, dalam penggunaan aplikasi media sosial, kini melonjak ke posisi kedua.

Pakar media sosial Palestina mengatakan bahwa meskipun 3 juta akun warga Palestina ada di Facebook, tapi lebih dari 1 juta orang Palestina ada di TikTok, dengan jumlah yang meningkat pesat.

Aktivis Palestina juga melihat lebih banyak fleksibilitas teknis saat mempublikasikan di TikTok dibandingkan dengan Facebook. Misalnya, TikTok memungkinkan klip tiga menit untuk semua pengguna, dan video 15 menit untuk pengguna yang memiliki 1.000 pengikut atau lebih.

“Dalam setahun, TikTok akan menjadi platform media sosial nomor satu yang digunakan warga Palestina,” yakin Hamdan.

Pakar pengembangan bisnis Sam Bahour mengatakan bahwa media sosial menjadi “kepentingan luar biasa” bagi warga Palestina dengan memungkinkan mereka berkomunikasi dan melewati pembatasan Israel di Tepi Barat, Jalur Gaza, serta di seluruh dunia melalui diaspora.

Ahmed Al-Qadi, dari pusat yang mengkhususkan diri dalam meneliti aktivitas media sosial, mengatakan kepada Arab News bahwa setelah peristiwa kekerasan di wilayah Palestina Mei lalu dan setelah Facebook, Instagram, WhatsApp, dan YouTube menghapus konten Palestina, orang-orang beralih ke TikTok.

Di sisi lain, analis politik Israel Yoni Ben-Menachem mengatakan TikTok adalah “alat pengaruh berbahaya” dan menghasut kekerasan melalui video yang mendukung serangan terhadap orang Israel.

Ben-Menachem menambahkan, konten TikTok menargetkan kaum muda, yang sangat rentan terhadap misinformasi dan propaganda. Mei lalu, Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Benny Gantz bertemu pejabat senior dari ByteDance, menuntut agar perusahaan memblokir konten Palestina.

Tetapi tuntutan Gantz ditolak, dengan perusahaan hanya berjanji lebih memperhatikan konten yang dipublikasikan. Para pemuda Palestina telah memfilmkan berbagai serangan Israel ke kota-kota Palestina, penghancuran rumah, penangkapan, pembunuhan, serangan pemukim Yahudi dan perlakuan rasis Israel, hingga menjadi konten yang viral di TikTok.

Terlepas dari kemarahan pemerintah Israel, para pejabat tidak yakin TikTok mengambil tindakan apa pun terhadap akun-akun Palestina, baik yang berbasis di Tepi Barat dan Jalur Gaza atau di luar negeri.

“Mungkin TikTok akan menutup beberapa akun Palestina, tetapi ribuan akun yang menghasut melawan Israel akan tetap aktif,” papar Ben-Menachem.

Berita Terkait

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB