sukabumiheadline.com – Seluruh kecamatan di Kota Sukabumi, Jawa Barat, dikepung banjir. Banjir melanda Kota Mochi itu setelah diguyur hujan selama lebih dari lima jam pada Selasa (5/11/2024) sore hingga malam.
Selain banjir, dampak lainnya adalah tanah longsor hingga pohon tumbang. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, hingga pukul 22.00 WIB, menyebutkan lokasi terdampak cuaca ekstrem berjumlah 56 titik yang tersebar di tujuh kecamatan.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik, dampak cuaca ekstrem mayoritas banjir limpasan dari luapan selokan yang tersumbat sampah. Selain itu intensitas hujan lebat dan lama hingga beberapa jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Data sementara yang kami terima ada 56 titik, yang mayoritas dari laporan itu banjir limpasan. Ada juga pohon tumbang dan tanah longsor,” jelas Novian kepada awak media saat peninjauan di Baros, Selasa malam.
Menurut dia, lokasi-lokasi banjir limpasan langsung ditangani tim yang diterjunkan. Seperti di sekitar Jalan RE Martadinata, Jalan Baledesa, Jalan Arif Rahman Hakim dan lainnnya.
Untuk pohon tumbang hanya satu titik yaitu di Jalan Raya Kosasih, Kecamatan Cikole. Pohon tumbang tersebut roboh ke ruas jalan yang sempat mengakibatkan arus lalu lintas dari dua arah terhenti.
“Alhamdulillah sekitar pukul 19.00 arus lalu lintas kembali lancar dan pohon tumbang berhasil dievakuasi,” ujar dia.
Novian menuturkan dampak cuaca eksterm juga mengakibatkan sejumlah rumah rusak, beberapa unit mobil dan sepeda motor terendam. Namun semuanya masih dalam pendataan oleh tim yang diterjunkan ke lapangan.
“Mobil dan motor yang terendam memang saat itu sedang parkir, kemudian terjadi banjir. Tidak sempat diselamatkan,” tutur dia.
Rekomendasi Redaksi:
Salah seorang korban bencana banjir, Firmansyah (43) mengaku perlengkapan rumah tangga dan pribadi terendam luapan banjir dari selokan di belakang rumahnya di Kampung Cikangkar RT 003/010, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang.
“Nyaris semua barang-barang di dalam rumah tidak dapat diselamatkan. Tiba-tiba air masuk dengan deras dari bagian belakang,” aku Firmansyah kepada sukabumiheadline.com, Selasa malam.
Ia mengatakan hujan derasnya mengguyur dua kali, pertama sekitar sore dan yang kedua saat menjelang malam. Saat hujan deras pertama, ketinggian air sekitar 70 sentimeter merendam seluruh bangunan.
“Selama 43 tahun saya tinggal di sini baru kali ini mengalami banjir, rumah dan barang-barang terendam semuanya, barang-barang juga ada yang terbawa arus, karena pintu depan juga jebol,” kata Firmansyah
“Banjirnya dipicu hujan deras sehingga air selokan meluap, dan ada rumpun bambu di belakang rumah tumbang sehingga air selokan tersendat, dan menerjang tembok tetangga yang akhirnya masuk ke rumah kami,” sambung dia.
Banjir limpasan dari selokan di Kampung Cikangkar tersebut juga sempat merendam sejumlah rumah, termasuk Sekretariat Relawan Sehati Gerak Bersama. Di sekretariat para relawan ini air merendam sejumlah peralatan dan perlengkapan.
“Saat kejadian, kami sedang membantu mengevakuasi pohon tumbang di Ciaul dan mengevakuasi banjir di Baros. Jadi baru malam ini kami bersihkan,” kata Adi Hidayatullah.
Untuk informasi, Kota Sukabumi, Jawa Barat, memiliki luas 48,31 kilometer persegi. Luasan tersebut menjadikan kota ya ini sebagai terkecil ketiga di Jawa Barat, setelah Kota Cirebon dan Kota Cimahi.
Secara administratif, wilayah yang dijuluki Kota Mochi ini terbagi dalam 7 kecamatan, 33 kelurahan, 356 RW, dan 1.548 RT. Baca selengkapnya: Ternyata tersempit bukan Cikole, ini luas masing-masing kecamatan di Kota Sukabumi