Viral Video Mamah Dedeh: Istri yang Pertahankan Rumah Tangga Kasus KDRT, Bodo!

- Redaksi

Minggu, 16 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamah Dedeh. l Istimewa

Mamah Dedeh. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami pedangdut Lesti Kejora hingga kini masih memanas. Terlebih, setelah Lesti Kejora mencabut laporannya dan berdamai dengan Rizky Billar.

Netizen yang tengah mendukung Lesti Kejora seakan kecewa dengan putusannya tersebut.

Sebuah akun gossip di Instagram @mimi.julid mengunggah ceramah Mamah Dedeh yang membahas soal KDRT. Ceramah Mamah Dedeh yang menyinggung sikap istri mempertahankan suaminya jika melakukan KDRT tersebut viral.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video tersebut, Mamah Dedeh menyebut sikap istri seperti itu bodoh. Sebab, semua wanita memiliki hak untuk tubuhnya masing-masing.

“Istri yang mengalami KDRT tetapi tetap mempertahankan rumah tangganya demi anak, ini dianggap sebagai aib atau bagaimana ini ma?” tanya seorang wanita.

“Saya bilang itu perempuan yang kalau maaf kata saya B-O-D-O. Ih bener, demi anak saya mempertahankan rumah tangga, biarin gue bonyok. Haha. Kita punya hak dengan tubuh kita. Sakit aja kita berobat, iya apa iya?” jawab tegas Mamah Dedeh dikutip sujabumiheadline.com dari @mimi.julid, Ahad (16/10/2022).

Mamah Dedeh juga mengatakan bahwa sikap istri mempertahankan suami yang melakukan KDRT sangat salah.

“Kalau ada istri yang bertahan biarin digebukin tiap hari mah, ditendangin juga biarin, yang penting anak-anak bisa belajar yang bener, malu sama orang lain, maaf maaf sangat sangat salah, kita sebagai manusia punya hak hidup,” sambungnya.

Ceramahan Mamah Dedeh ditanggapi netizen dan mengaitkan dengan Lesti Kejora. Lesti dan Billar sudah berdamai. Warganet pun menyindir sikap Lesti Kejora dengan ceramahan Mamah Dedeh.

“Netizen dibikin emosi sama beller gra2 KDRT… eh tambah emosi Lesty cabut laporan.. Udah lah netizen…” komentar netizen pada unggahan tersebut.

“Lakinya di blacklist di tv nah bininya jg dong krna udh nge prank seluruh indonesia,” komentar yang lain.

Berita Terkait

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks
Ketika perempuan Sukabumi tak pernah kehilangan identitas Sunda

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB