Wanita Sukabumi Wajib Tahu Perempuan Al-Mutabarrijat, Disebut Tanda Datangnya Kiamat

- Redaksi

Selasa, 3 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita berhijab. l Istimewa

Ilustrasi wanita berhijab. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Tidak ada yang tahu kapan datangnya hari kiamat karena merupakan rahasia Allah SWT. Semua umat Muslim mempercayai adanya hari kiamat, namun hanya Allah-lah yang mengetahui kapan terjadi kiamat.

Meskipun rahasia Allah SWT, namun Ia telah menjelaskan di dalam AlQuran mengenai tanda-tanda datangnya kiamat, seperti munculnya Imam Mahdi, Dajjal, hadirnya Ya’juj dan Ma’juj, dan tanda-tanda lainnya.

Namun, ada satu tanda yang wajib diketahui dan diwaspadai wanita Sukabumi, Jawa Barat, yakni semakin banyak terlihat perempuan al-mutabarrijat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, siapakah yang dimaksud dengan perempuan al-mutabarrijat?

Menurut penjelasan dalam kitab Syekh Mahmud Al-Mishri, Rihlah Ila Ad-Dar Al-Kahirah, bahwa salah satu tanda kiamat akan segera datang adalah munculnya wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang.

Bahkan, Rasulullah SAW juga memberitahukan bahwa perempuan yang dimaksud seperti itulah yang nantinya akan menjadi penghuni neraka. Di mana ia tidak istiqomah dengan hijabnya dan terus-menerus seperti itu.

Sedangkan, Syekh Yusuf Al-Qardhawi melalui fatwa kontemporer menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan berpakaian tetapi telanjang adalah pakaian yang tidak berfungsi untuk menutup auratnya.

Hal itu dimungkinkan karena pakaian yang terlalu tipis atau terlalu sempit, sehingga jelas terlihat lekuk tubuhnya.

Bahkan dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa Aisyah pernah menegur beberapa perempuan yang mengenakan pakaian sangat tipis.

“Kalau kamu orang mukmin, maka bukan semacam ini pakaian wanita-wanita mukmin.” (HR. Thabrani dan lain-lain).

Perempuan Al-Mutabarrijat adalah hobi memamerkan aurat. l Istimewa
Perempuan Al-Mutabarrijat adalah hobi memamerkan aurat. l Istimewa

Allah SWT pun sudah mengingatkan di dalam AlQuran surah An-Nur ayat 31 yang artinya:

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”

Islam hadir di tengah umat manusia untuk mengatur bagaimana sebaiknya manusia hidup dengan baik dan mendatangkan dampak yang baik juga untuk manusia. Salah satunya dalam hal berpakaian.

Melalui penjelasan di atas, hendaknya wanita Sukabumi mengenakan pakaian sesuai dengan syariat Islam. Di mana tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya yang dapat mendatangkan fitnah.

Berita Terkait

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia
27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage
24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen
23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas
HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?
Kapolri minta MUI haramkan vape
18 Oktober: Hari Menopause Sedunia, kenali gejala, penyebab, obat dan pencegahan
17 Oktober: Jumlah penduduk miskin Sukabumi di Hari Pemberantasan Kemiskinan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:44 WIB

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:58 WIB

27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:57 WIB

24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:29 WIB

23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:23 WIB

HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB