Warga di Hulu Sungai Sadarlah, Sampah Berserakan di Pantai Citepus Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 16 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampah di Pantai Citepus. l Istimewa

Sampah di Pantai Citepus. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com I PALABUHANRATU – Berbagai jenis sampah seperti plastik sisa makanan, stereofoam, ranting, kayu hingga pohon pisang berserakan di Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa barat, Kamis (16/12/2021).

Pantauan di lapangan sampah sampah berserakan mulai terlihat dari Pantai Muara Citepus Padi Padi memanjang hingga Pantai Istana Presiden.

“Sebenarnya sampah segini sedikit, dibandingkan beberapa hari lalu. Ini sisa dibersihkan warga sekitar,” ujar Asep Edom (46) warga Pantai Citepus, kepada sukabumiheadlines.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Asep, sampah-sampah berserakan di pantai merupakan kiriman atau bawaan dari hulu Sungai Cidahon yang bermuara di pantai setelah terbawa ombak.

Asep menduga, sampah yang terbawa air sungai tersebut merupakan sampah yang di buang sembarangan ke sungai oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab hulu sungai.

“Kemarin-kemarin kan hujan deras terus, debit air Sungai Cidahon meningkat dan membawa sampah-sampah ini ke laut,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesadaran masyarakat di hulu sungai dalam membuang sampah masih rendah.

Sementara itu, warga lainnya, Teti (38) mengungkapkan kondisi serakan sampah di pantai Citepus saat ini sudah berkurang dibanding dua hari sebelumnya.

“Mudah mudahan segera ada solusi, bagaimana masyarakat di hulu sungai tidak buang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Berita Terkait

Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi
Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB