Warga Sukabumi Masih Ingat Daihatsu Hijet yang Legendaris? Kini Tampil Retro, Cek Harganya

- Redaksi

Senin, 4 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan Daihatsu Hijet berwajah mobil retro hasil garapan DAMD. l damd.co.jp

Penampakan Daihatsu Hijet berwajah mobil retro hasil garapan DAMD. l damd.co.jp

sukabumiheadline.com l DAMD merilis paket bodi kit dan aksesori untuk Daihatsu Hijet baru yang beredar di pasar Jepang. Diberi nama DAMD Hijet Fuzz, paket ini terdiri dari Face change kit, rear bumper, dan roof rack opsional.

Produsen part kustom dan aksesori dari Negeri Sakura tersebut mengklaim kalau body kit ini menggabungkan konsep retro dan outdoor. Terlihat dari Face change kit yang ditawarkan, ubahannya cukup banyak mulai dari bumper, grill, dudukan headlamp, sampai lampu utamanya sendiri.

Desain wajah barunya ini terinspirasi dari mobil klasik Amerika yang pernah ngetren dengan penggunaan lampu depan model kotak bertingkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara pada rear bumper kitnya mengikuti desain fascia dengan model single letter dan tail lamp mengotak. Sebagai pelengkap, DAMD menambahkan roof rack dengan sentuhan panel kayu di bagian depannya untuk memabawa barang bawaan keperluan overland.

Penampakan Daihatsu Hijet berwajah mobil retro hasil garapan DAMD. l damd.co.jp
Penampakan Daihatsu Hijet berwajah mobil retro hasil garapan DAMD. l damd.co.jp

Dalam desain demonya, DAMD Hijet Fuzz dipasangi pelek Weds YRAFT 5S 12 inci yang dibalut ban Toyo Open Country R/T yang bisa jadi inspirasi. Sebagai informasi, Daihatsu Hijet yang beredar di Jepang masuk dalam kategori kei car yang diperuntukkan sebagai kendaraan niaga.

Mesinnya memiliki konfigurasi 3 silinder berkubikasi 658 cc DOHC 12 klep injeksi bertenaga 45 dk di 5.700 rpm dengan torsi maksimum 60 Nm di 4.000 rpm.

Selain mesin naturally aspirated, kei car ini juga punya pilihan mesin turbo yang bertenaga 63 dk di 5.700 rpm dan torsi puncak 91 Nm di 2.800 rpm. Bicara fitur,  terdapat pintu geser otomatis, keyless entry, tombol start/stop engine, sampai pelipat spion otomatis.

Untuk harganya cukup bervariasi berdasarkan pilihan mesin turbo/non-turbo, penggerak 2WD/4WD, transmisi manual 5-percepatan/CVT, sampai kelengkapan fiturnya.

Untuk harga termurahnya berada di angka 1.045.000 Yen atau setara Rp109,3 jutaan (kurs 1 Yen = Rp 104,61 per 2 Maret 2024). Kemudian varian paling termahalnya dijual dengan harga 1.551.000 Yen atau setara Rp162,25 jutaan.

Berita Terkait

Scorpio Reborn, cek spesifikasi dan harga Yamaha Fazer 250 2025 yang full fitur canggih
Sudah beredar, cek spesifikasi tangguh dan harga Vivo X200 Pro
Berapa sih harga motor trail Suzuki DR 150 di dealer? Tangki BBM muat 12,5 liter
Spesifikasi, detail dan interior Maung Garuda, mobil dinas Prabowo Subianto karya anak bangsa
Vivo X70 Pro Plus, cek harga ponsel gahar kamera ZEISS spek dewa setara DSLR
Yamaha Fascino 125 Fi, motor hybrid desain retro sudah tersedia di dealer, harga cuma Rp17 juta
Turun mulai Rp7 juta! Update harga iPhone bulan ini
Meluncur di Indonesia, ini spesifikasi dan harga Xiaomi Redmi Note 14

Berita Terkait

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 14:00 WIB

Scorpio Reborn, cek spesifikasi dan harga Yamaha Fazer 250 2025 yang full fitur canggih

Jumat, 25 Oktober 2024 - 14:00 WIB

Sudah beredar, cek spesifikasi tangguh dan harga Vivo X200 Pro

Jumat, 25 Oktober 2024 - 04:00 WIB

Berapa sih harga motor trail Suzuki DR 150 di dealer? Tangki BBM muat 12,5 liter

Minggu, 20 Oktober 2024 - 17:59 WIB

Spesifikasi, detail dan interior Maung Garuda, mobil dinas Prabowo Subianto karya anak bangsa

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 15:58 WIB

Vivo X70 Pro Plus, cek harga ponsel gahar kamera ZEISS spek dewa setara DSLR

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB