5 Kuliner Aneh dan Menjijikkan di Dunia

- Redaksi

Jumat, 15 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMIHEADLINE.com I Pernah menyantap hidangan yang aneh dan terkadang terkesan menjijikkan? Tidak hanya dari cara penyajiannya, tetapi dari bahan-bahan yang digunakan.

Berikut makanan aneh yang tidak pernah disangka ada di dunia:

1. Balut – Filipina

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebuah embrio bebek yang direbus secara hidup-hidup dalam cangkangnya. Meski ini merupakan hidangan yang khas Filipina, penampilannya sangat tidak menggugah selera untuk dikonsumsi.

Balut Kuliner Ekstrem Filipina, Berani Mencoba ? - Ourstory.id
hostelworld.com

2. Casu marzu (keju basi) – Italia

Keju ‘basi’ ini merupakan makanan tradisional yang berupa balok keju domba berisi larva serangga yang masih hidup. Ternyata serangga tersebut berguna untuk memberikan rasa dalam kejunya, tetapi begitu melihat serangga yang menggeliat dan bergerak pasti akan menurunkan selera makanmu.

Apa Itu Casu Marzu? Keju Belatung Asal Sardinia Italia Halaman all - Kompas.com
hostelworld.com

3. Tarantula goreng – Kamboja

Di Kamboja, tarantula goreng merupakan snack yang biasa dikonsumsi masyarakat lokal. Cara masaknya dengan mencabut dulu bulu-bulu kakinya. Kemudian direndam dalam MSG, gula, dan garam semalaman. Lalu, digoreng dalam bumbu bawang putih.

4 Sajian Kuliner Paling Ekstrim di Dunia, Tarantula Goreng Jadi Camilan Populer di Kamboja - Tribun Travel
hostelworld.com

4. Snake wine (ular anggur) – Tiongkok

Seperti namanya, minuman ini dibuat dari sekumpulan ular dan semacam sake yang direndam selama beberapa bulan. Beberapa ular tersebut berbisa,, namun ethanol yang terdapat di dalamnya sangat aman untuk dikonsumsi dan dipercayai bagus untuk kesehatan.

17 Hidangan Paling Aneh Sedunia. Berani Makan?
magnusmundi.com

5. Haggis – Skotlandia

Jantung, hati, dan paru-paru domba ditumbuk dan dicampur dengan bawang putih, oatmeal, lemak. Kemudian diberi bumbu-bumbu dan garam. Proses memasaknya dilakukan dalam perut binatang.

17 Hidangan Paling Aneh Sedunia. Berani Makan?

Berita Terkait

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks
Ketika perempuan Sukabumi tak pernah kehilangan identitas Sunda

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB