A-Z PLTU Pelabuhan Ratu Sukabumi: Biaya pembangunan, kapasitas, operator hingga dampak

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi PLTU Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com

Ilustrasi PLTU Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – PLTU 2 Jawa Barat atau lebih populer dikenal sebagai Pelabuhan Ratu atau Palabuhanratu, adalah salah satu pembangkit listrik tenaga uap di Indonesia. Untuk informasi, PLTU 1 Jawa Barat terletak di Kabupaten Cirebon.

PLTU Pelabuhan Ratu berkontribusi langsung terhadap pasokan listrik nasional dan mendukung target elektrifikasi serta pertumbuhan ekonomi. Pembangkit yang berstatus beroperasi seperti ini menjadi bagian dari portofolio pembangkit yang dikelola dan diatur oleh Kementerian ESDM dan PLN.

Dengan kapasitas total puluhan ribu MW di Indonesia, setiap unit pembangkit besar seperti ini tetap memiliki peran strategis, terutama pada saat beban puncak atau ketika unit lain mengalami pemeliharaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ke depan, bauran energi listrik Indonesia diarahkan untuk tetap memanfaatkan sumber daya dalam negeri—termasuk batu bara, gas, air, panas bumi, surya, dan angin—sambil meningkatkan porsi energi terbarukan sesuai komitmen nasional dan global.

Namun demikian, keberadaan pembangkit listrik ini bukan tanpa risiko bagi lingkungan. Karenanya, pembangkit-pembangkit yang sudah beroperasi akan terus ditingkatkan efisiensinya agar dapat beroperasi secara andal dan berkelanjutan.

Biaya pembangunan PLTU Pelabuhan Ratu 

PLTU Palabuhanratu, Sukabumi. - Istimewa
PLTU Palabuhanratu, Sukabumi. – Ist

PLTU Pelabuhan Ratu terletak di Pantai Cipatuguran, Kelurahan Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium Shanghai Electric Corp Ltd dan Maxima Infrastruktur. Nilai kontraknya US$ 566,984 juta dan Rp2,205 triliun.

Pemilihan lokasi PLTU biasanya mempertimbangkan akses ke pelabuhan atau jalur transportasi batu bara, ketersediaan air pendingin, serta jarak ke gardu induk untuk penyaluran listrik. Infrastruktur pendukung seperti jalan akses, jaringan transmisi, dan sistem pendingin atau penyaluran bahan bakar dibangun untuk mendukung operasi yang andal.

Selain bangunan utama pembangkit, kawasan ini biasanya dilengkapi dengan gardu listrik untuk menaikkan tegangan ke jaringan transmisi, sistem pengolahan air (untuk PLTU/PLTGU), serta fasilitas keselamatan dan lingkungan.

Ketersediaan sumber air untuk pendingin atau untuk proses sangat penting bagi PLTU dan PLTGU; sementara PLTA dan PLTP sangat bergantung pada karakteristik hidrologi dan geologi setempat.

Bahan bakar dan teknologi

Bahan bakar yang digunakan di PLTU Pelabuhan Ratu adalah batubara. PLTU batu bara modern sering menggunakan teknologi super critical atau ultra super critical untuk efisiensi termal lebih tinggi dan emisi CO2 per kWh lebih rendah.

Penggunaan batubara sebagai bahan bakar utama masih dominan di Indonesia karena ketersediaan sumber daya dalam negeri dan harga yang kompetitif. Fasilitas seperti Flue Gas Desulfurization (FGD) dan electrostatic precipitator (ESP) dapat dipasang untuk mengendalikan emisi SO2 dan debu.

Operator dan pengelolaan

Pembangkit ini dioperasikan oleh PT PLN Nusantara Power. Tanggung jawab operator meliputi operasi harian, pemeliharaan terjadwal dan tidak terjadwal, keselamatan kerja, dan pemenuhan peraturan lingkungan.

Banyak pembangkit besar di Indonesia dikelola oleh anak usaha PT PLN (Persero)—seperti PT PLN Nusantara Power dan PT Indonesia Power—atau melalui skema kerja sama dengan swasta (Independent Power Producer / IPP) sesuai kebijakan ketenagalistrikan nasional.

Dalam skema IPP, listrik biasanya dijual ke PLN berdasarkan perjanjian jangka panjang (Power Purchase Agreement). Pengawasan teknis dan lingkungan dilakukan oleh Kementerian ESDM serta pemerintah daerah setempat untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan lingkungan.

Kapasitas dan unit pembangkit

PLTU Palabuhanratu, Sukabumi. - Istimewa
PLTU Palabuhanratu, Sukabumi. – Istimewa

Kapasitas terpasang PLTU Pelabuhan Ratu adalah 1050 MW. Konfigurasi unit pembangkit: 3×350 MW. Besaran kapasitas ini menentukan kontribusi pembangkit terhadap pemenuhan beban puncak dan beban dasar pada sistem interkoneksi.

Semakin besar kapasitas terpasang, semakin besar pula kontribusinya terhadap margin cadangan daya sistem dan keandalan pasokan listrik.

  • Kapasitas terpasang: 1050 MW
  • Konfigurasi unit: 3×350 MW
  • Sistem interkoneksi: Jawa-Madura-Bali (Jamali)
  • Status operasi: Beroperasi

Pengoperasian multi-unit memungkinkan pemeliharaan bergilir tanpa menghentikan seluruh pembangkit, sehingga ketersediaan (availability) dan faktor kapasitas dapat dipertahankan.

Sistem interkoneksi

Ilustrasi petugas perusahaan listrik - sukabumiheadline.com
Ilustrasi petugas perusahaan listrik – sukabumiheadline.com

Listrik yang dihasilkan disalurkan ke sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali). Sistem Jamali adalah sistem kelistrikan terbesar di Indonesia, melayani pulau Jawa, Madura, dan Bali dengan beban puncak yang terus tumbuh.

Interkoneksi antarsubsistem memungkinkan penyaluran daya dari pusat pembangkit ke pusat beban dan pembagian beban yang lebih efisien. Keandalan sistem dijaga melalui pengaturan beban, cadangan daya, dan pemeliharaan jaringan oleh PLN.

Transmisi listrik dari pembangkit ke gardu induk umumnya menggunakan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTT/SUTET) atau kabel bawah laut untuk wilayah kepulauan. Dispatching (pengaturan unit mana yang dijalankan dan berapa bebannya) dilakukan oleh pusat kendali sistem untuk menjaga keseimbangan beban dan tegangan.

Dampak lingkungan, sosial, dan prospek

PLTU batu bara memiliki dampak lingkungan yang perlu dikelola, antara lain emisi gas rumah kaca (CO2), partikulat, SO2, dan NOx, serta penggunaan air pendingin. Penerapan teknologi super critical/USC dan unit pengendali emisi (FGD, ESP, SCR) dapat mengurangi dampak tersebut.

Sedangkan dampak sosial, meliputi penyerapan tenaga kerja langsung dan tidak langsung, serta peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.

Prospek pembangkit ini tetap relevan dalam peta kelistrikan Indonesia selama unit dalam kondisi layak operasi dan terintegrasi dengan rencana pengembangan sistem. Pemeliharaan berkala, peningkatan efisiensi, dan pemenuhan standar lingkungan akan memperpanjang usia manfaat dan kontribusinya terhadap pasokan listrik nasional.

Berita Terkait

Jenderal polisi jabat Kepala BRAN, SPI Sukabumi: Pesimistis, alat represif dan tabrak aturan
Daftar pejabat kapolri, pertama era kolonial hingga Suyudi Ario Seto
Hari Perumahan Nasional: Potret buram rumah layak huni Kota Sukabumi di bawah 40%
UU Pengaturan Reforma Agraria disahkan, SPI Sukabumi: Kado Hari Tani, jangan militeristik
7 kronologi pelecehan seksual PNS Dishub Kabupaten Sukabumi terhadap 3 siswi PKL
7 penampakan Jembatan Cipamatutan Sukabumi: Lapuk, kumuh dan rawan ambruk
Yongjin dan Yakjin masuk, ini daftar pabrik garmen tertua di Sukabumi
Intip kapasitas, profil dan pemilik saham Star Energy Geothermal Salak Sukabumi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:00 WIB

A-Z PLTU Pelabuhan Ratu Sukabumi: Biaya pembangunan, kapasitas, operator hingga dampak

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Jenderal polisi jabat Kepala BRAN, SPI Sukabumi: Pesimistis, alat represif dan tabrak aturan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Daftar pejabat kapolri, pertama era kolonial hingga Suyudi Ario Seto

Senin, 28 September 2026 - 12:00 WIB

Hari Perumahan Nasional: Potret buram rumah layak huni Kota Sukabumi di bawah 40%

Rabu, 23 September 2026 - 17:23 WIB

UU Pengaturan Reforma Agraria disahkan, SPI Sukabumi: Kado Hari Tani, jangan militeristik

Berita Terbaru