Aksi Atret reborn: Pria ini jalan mundur dari Bogor sampai Sukabumi, definisi mundur alon-alon?

- Redaksi

Sabtu, 6 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral seorang pria jalan mundur dari Bogor ke Sukabumi - Ist

Viral seorang pria jalan mundur dari Bogor ke Sukabumi - Ist

sukabumiheadline.com – Viral aksi seorang pria jalan mundur seorang diri jadi perhatian warga, Atret reborn. Sosok pria misterius itu ramai diperbincangkan di media sosial lantaran keberadaannya yang berpindah-pindah.

Pada hari Rabu (3/12/2025) pria tersebut terpantau berada di kawasan Bogor. Pria yang mengenakan baju dan celana lusuh berwarna krem serta topi itu kabarnya hendak menuju Ciawi.

Terlihat di video TikTok yang dibagikan akun @slonongboyzii, pria tersebut tampak berjalan perlahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski jalan mundur, pria itu sesekali sering melihat ke arah belakang seolah cemas menabrak sesuatu. Pria tersebut tampak berjalan kaki seorang diri di wilayah tepi jalan yang ramai dilalui kendaraan.

Rabu terlihat di wilayah Bogor, pria tersebut rupanya sudah berpindah tempat. Hari ini, Jumat (5/12/2025) pria misterius itu terpantau sudah sampai di wilayah Sukabumi.

Ada seorang warga Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang merekam pria jalan mundur tersebut tiba di wilayahnya. Ternyata sebelum kelihatan di Bogor, pria tersebut sempat berada di kawasan Cianjur.

Kini sudah ada tiga wilayah yang dijelajahi pria tersebut sembari jalan mundur.

Saat diteriaki warga, pria tersebut tak menghiraukannya. Sembari menenteng dua tas berwarna biru dan cokelat, pria misterius itu tetap berjalan mundur sambil sesekali menengok ke arah belakang.

“Ini di Cicurug, mundur tuh, terpantau kemarin di Cianjur,” ujar perekam video.

Melihat aksi tak biasa pria tersebut, warga mengurai doa. Yakni agar sang pria segera sampai ke tujuannya dalam kondisi selamat.

“Mundur aja mundur jalannya, yang selamat demi ke tujuan ya pak,” imbuh perekam.

Hingga kini belum diketahui secara jelas apa tujuan dari pria tersebut jalan mundur melintasi wilayah Cianjur, Bogor, hingga Sukabumi.

Pun dengan identitas pria tersebut yang masih jadi misteri.

“Kasih kaca spion takut nabrak,” tulis seorang warganet.

“Definisi mundur alon-alon (perlahan),”

“Lah pas hari rabu kemarin liat di pasar cikereteg,”

“Kayanya dia insecure kalah saing jadi mundur.”

Ulah pria tersebut mengingatkan warga Sukabumi terhadap sosok almarhum Atret, seorang pria berkelakuan unik karena melakukan aksi serupa. Bedanya, Atret tidak melakukannya sampai lintas daerah seperti pria tersebut.

Berita Terkait

Pujian fans The Cong-Viettel FC untuk Bobotoh, janji sambut fans Persib di Vietnam
Momen KDM gombalin camat asal Sukabumi, janji sering berkunjung
Ada You Matter To Me Day, 4 hal di dunia diperingati setiap 7 Oktober
Mualaf dan disunat usia 24, Willie Salim: Real ya no fake fake
Inspirasi dari Sendi, mahasiswa asal Sukabumi nyambi jadi ojol
Sukabumi juara 1 kabupaten/kota dengan tokoh sejarah terbanyak
10 medsos dengan pengguna terbanyak di Indonesia, bukan Facebook atau TikTok
5 bukti warga Jepang tak mau ganggu pengguna jalan di kompleks perumahan, di Indonesia?

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pujian fans The Cong-Viettel FC untuk Bobotoh, janji sambut fans Persib di Vietnam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:12 WIB

Momen KDM gombalin camat asal Sukabumi, janji sering berkunjung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Ada You Matter To Me Day, 4 hal di dunia diperingati setiap 7 Oktober

Jumat, 25 September 2026 - 23:50 WIB

Mualaf dan disunat usia 24, Willie Salim: Real ya no fake fake

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Inspirasi dari Sendi, mahasiswa asal Sukabumi nyambi jadi ojol

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB