sukabumiheadline.com – Bisnis F&B terbilang menjanjikan, terlebih usaha yang merupakan kepanjangan dari Food and Beverage atau makanan dan minuman tergolong kebutuhan sehari-hari. Dalam konteks bisnis, F&B merujuk pada industri yang bergerak di bidang produksi, pengolahan, distribusi, dan penjualan makanan dan minuman.
F&B juga bisa merujuk pada bagian dalam hotel yang bertanggung jawab atas pelayanan makanan dan minuman, mulai dari penyiapan hingga penyajian. Bagian ini terdiri dari dua bidang, yaitu Food Beverage Product (FBP) dan Food Beverage Service (FBS).
Namun di sisi lain, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memberikan potensi cukup besar terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terutama komoditas tanaman pangan yang meliputi padi, jagung, kedelai dan ubi kayu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Sukabumi jadi daerah penghasil jagung terbanyak
Karenanya, tak mengherankan jika Hadi Rahman, seorang pemuda berumur 23 tahun yang sebelumnya menggeluti bisnis F&B, kini banting usaha menjadi petani.
Untuk pemasarannya sendiri selain beberapa pengunjung yang datang langsung ke kebun, Hadi sendiri mempunyai mitra di pasar tradisional wilayah sukabumi. Namun ada beberapa petani yang memiliki lahan pertanian cukup luas mereka menjual ke wilayah luar sukabumi.
“Pengembangan Kelana Garden kedepannya, selain budidaya sayuran yg sudah ada kedepannya kami akan menambahkan camping ground dengan konsep kebun taman persis dibawah lereng pegunungan Gede Pangrango, sehingga untuk siapapun bisa berkunjung untuk refreshing sekaligus memetik sayuran yang tersedia dan mengolahnya sendiri.” Ujar Hadi.
Kepedulian Hadi sebagai petani dan terhadap lingkungan membuatnya tergerak untuk membuat usaha yang mendukung kehidupan berkelanjutan. Oleh karena itu Hadi membuat kebun taman yang diberi nama Kelana Garden.
Kelana Garden sendiri adalah kebun taman yg memproduksi beberapa jenis sayuran seperti kubis, daun bawang, bawang batak, timun, cabe rawit, dan lainnya.
Baca Juga: Kemenko Marves akan jadikan Kabandungan Sukabumi Kawasan Pertanian Terpadu

Kawasan produksi tanaman sayuran tersebar di Kecamatan Sukalarang, Sukaraja, Sukabumi, Kadudampit, Caringin dan Cidahu. Tanaman sayuran yang menjadi potensi baru saat ini adalah tanaman bawang merah, bawang putih, daun bawang.
Sentra bawang merah, bawang putih, daun bawang tersebar di Kecamatan Ciracap dan Kalibunder, tahun 2021 sebanyak sebanyak 10.860 Kuintal.
Sementara itu komoditas pertanian sedikit mengalami penurunan produksi seperti jagung pada tahun 2020 produksinya sebanyak 175.864ton menurun produksinya di tahun 2021 menjadi sebanyak 109.542 ton.
Baca Juga: SukaShop: Jual Minyakita 1 dan 2 liter, bisa eceran atau grosir
Penurunan ini diakibatkan menurunnya luas panen pipilan kering. Komoditas ubi Jalar pada tahun 2021 produksinya mencapai 13.448 ton, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020 sebanyak 14.140 ton. (Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi).
“Adapun masalah yang saat ini dihadapi yaitu akses untuk menuju kebun kami hanya tanah dan bebatuan dan cukup untuk motor saja ditambah musim hujan yang terus menerus,” ujar Hadi.
“Hal itu membuat cost petani membengkak mulai dari pengambilan pupuk dasar dan pengambilan sayuran hasil panen, dan ini berdampak pada keuntungan petani sendiri maupun masyarakat yang harga sayurnya sedikit lebih mahal.” ujar Hadi.
Baca Juga: Ini lho 5 kecamatan yang menjadi lumbung padi di Kabupaten Sukabumi
Dengan bermodalkan ilmu tani yang ia pelajari dengan otodidak dan tekad yang kuat untuk melanjutkan hidupnya, Hadi bisa menjalankan profesi taninya dengan lancar. Meskipun prosesnya tidak mudah.
Sebagai Gen Z, Hadi selalu mencari cara atau ide agar pendistribusian hasil tani miliknya tidak hanya di sebarluaskan ke pasar-pasar tradisional saja namun ia juga berhasil mendistribusikan hasil tani miliknya melalui jejaring media sosial seperti WhatsApp dan instagram miliknya, dengan memasang status sayur apa saja yang tersedia di kebun.
Lalu dengan profesi barunya, Hadi tidak merasa gengsi dengan teman sebayanya yang berbeda profesi. Oleh karena itu Hadi selalu bangga dengan profesinya sekarang dan memang profesi inilah yang Hadi idamkan selagi dibangku sekolah.
“Keresahan saya saat ini, banyak generasi muda saat ini memandang sebelah mata dunia pertanian, mereka tidak melihat posisi strategis negara kita ada dimana, pertanian di indonesia sepanjang musim bisa produksi jika dibandingkan dengan di negara Kanada yang bisa produksi hanya 8 bulan dari setahun,” harapnya.
“Di sini perlu peran pemerintah dalam berinovasi dalam dunia pertanian di Indonesia, tujuannya mempermudah petani dan menambah nilai produksi dari yang sudah ada dan menghasilkan produk yang berkualitas. Oleh karena itu jika ingin melihat negara kita lebih baik, perlu peran anak muda dalam membangunnya.”
“Selain pasarnya bagus, bertani di kebun juga sangat menyenangkan dan menyehatkan. Karena itu meski capek menanam sayuran, rasanya senang sekali saat sayuran yang ditanam bisa tumbuh dengan baik,” ujar Hadi.