Blasteran Sukabumi dan Jerman Latihan Bersama Klub Liga 1

- Redaksi

Selasa, 9 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luah Mahessa. l Istimewa

Luah Mahessa. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Ada pemandangan menarik saat Dewa United melakukan latihan jelang menjamu Persita Tangerang di pekan ketiga Liga 1 2022/2023 yang berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Kelapa Dua, Tangerang, pada hari Sabtu (6/8/2022) lalu.

Nampak dalam latihan Dewa United sosok remaja berdarah Sukabumi, Jawa Barat, Luah Mahessa. Pemain keturunan Indonesia dan Jerman itu terlihat memakai nomor punggung 80 saat berseragam Dewa United.

Kabar datangnya Luah Mahessa telah dikonfirmasi langsung oleh CEO Dewa United, Ardian Satya Negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ardian Satya Negara, mantan anak asuh Shin Tae-yong itu sedang mengikuti latihan bersama Dewa United. Namun, Luah Mahessa belum resmi berseragam Dewa United, sehingga namanya belum didaftarkan untuk Liga 1 2022/2023.

“Benar Luah Mahessa untuk saat ini mengikuti latihan dulu dengan kami. Dia belum bisa kita tampilkan di Liga 1 2022/2023 karena masih belum proses naturalisasi,” tutur Ardian.

Karenanya, pihak manajemen Dewa United sedang mempersiapkan beberapa dokumen administrasi supaya Luah Mahessa dapat sesegera mungkin membela Dewa United.

Ia masih belum mengetahui kapan proses naturalisasi tersebut akan berakhir. Akan tetapi, Luah Mahessa tidak bisa membela Dewa pada putaran pertama Liga 1 2022/2023.

Hal tersebut dikarenakan jendela transfer pemain pada putaran pertama Liga 1 2022/2023 telah ditutup pada 4 Agustus 2022 kemarin.

“Kami sedang menyiapkan semua suratnya agar dia cepat proses naturalisasi dan juga supaya cepat bermain dengan Dewa United,” ujarnya.

BACA JUGA: Momen Noah dan Luah Mahessa, Berdarah Sukabumi Dipanggil STY Bela Timnas

Luah Mahessa adalah pemain yang sempat dipanggil oleh Shin Tae-yong (STY) yang mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia di Kroasia pada tahun 2020.

Ia memiliki saudara laki-laki yang juga menekuni sepak bola dan juga pernah dipanggil STY, bernama Kelana Mahessa.

Berita Terkait

ACL Two 2026/2027: Pelatih Melbourne Victory FC puji skuad Persib jelang laga malam ini
Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam
Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027
Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa
Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak
Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini
Lama dibekap cedera, Gakuto Notsuda tak sabar debut laga Madura United vs Persib
Footy Rankings – AFC Club Competitions Ranking prediksi Persib four-peat juara Super League

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:00 WIB

ACL Two 2026/2027: Pelatih Melbourne Victory FC puji skuad Persib jelang laga malam ini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB