Cek spek Suzuki Burgman Street 125EX laku ribuan unit, Yamaha NMax dan Honda PCX ketar-ketir

- Redaksi

Selasa, 9 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suzuki Burgman Street 125. l Istimewa

Suzuki Burgman Street 125. l Istimewa

sukabumiheadline.com – Suzuki Burgman Street 125EX merupakan skutik bongsor terbaru yang mendadak ramai dipelototi saat ini. Salah satu alasannya adalah karena harga Suzuki Burgman Street 125 yang lebih murah akan membuat Yamaha NMax dan Honda PCX tertekan.

Tak heran jika bukan Yamaha NMax, bukan pula Honda PCX, namun Suzuki Burgman Street 125 yang mencuri perhatian para pecinta otomotif.

Baca Juga: Ini Alasan Yamaha NMax dan Honda PCX Bisa Dibantai Suzuki Burgman Street 125

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memasuki Juli 2024, Suzuki Burgman Street 125EX mengalami kenaikan harga untuk pertama kalinya sejak meluncur pada akhir tahun lalu. Motor matic Maxi tersebut dibanderol Rp26,2 juta OTR Jakarta.

Baca Juga: Suzuki GSX250R 2024, motor sport 250 CC tampilan gahar harga tak mahal

Harga tersebut naik Rp1,5 juta dibandingkan harga saat peluncuran sebesar Rp24,7 juta.

Dilansir dari kompas.com, Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyebut Burgman Street 125EX sudah terjual ribuan unit.

“(Penjualan) sudah hampir 3.000 unit,” ujar Agha.

Baca Juga: Suzuki Burgman 160 Performa Garang Harga Sayang, NMax dan PCX 160 Lewat

Selain itu, inden Burgman Street 125EX sudah berangsur surut, khususnya buat konsumen yang melakukan pemesanan sejak awal tahun.

Suzuki Burgman Street 125
Suzuki Burgman Street 125. l Istimewa

Baca Juga:

Sebagai informasi, Burgman Street 125EX dibekali dengan mesin 125 cc SEP-Alpha bertenaga 8,6 Tk pada 6.500 rpm dan torsi 10 Nm pada 5.500 rpm.

Dapur pacu ini merupakan generasi terbaru mesin skutik Suzuki yang sudah menggunakan sistem starter halus dan sistem idling stop.

Berita Terkait

Vivo V80 Lite 5G hadir dengan layar AMOLED dan baterai 10.000 mAh, harga?
Spesifikasi dan harga Honor Pad X10 Mini, tablet mungil, ringkas punya layar 9,7 inchi
Oppo A17: Desain premium stylish, kamera dengan fitur AI, baterai tangguh harga Rp1 jutaan
I-SEATER kursi roda otonom untuk lansia dan disabilitas kolaborasi BRIN-Pemprov Jabar, harga?
22 Oktober: International ShakeOut Day, sebulan Sukabumi diguncang puluhan kali gempa bumi
Dua pilihan Redmi Note 15 4G dan 5G: Spesifikasi lengkap, fitur dan harga
Vivo V17 Neo meluncur, cek harga, spesifikasi dan fitur unggulan
6 motor paling laris di Indonesia 2026, cek harga dan spesifikasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Vivo V80 Lite 5G hadir dengan layar AMOLED dan baterai 10.000 mAh, harga?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Spesifikasi dan harga Honor Pad X10 Mini, tablet mungil, ringkas punya layar 9,7 inchi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Oppo A17: Desain premium stylish, kamera dengan fitur AI, baterai tangguh harga Rp1 jutaan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:00 WIB

I-SEATER kursi roda otonom untuk lansia dan disabilitas kolaborasi BRIN-Pemprov Jabar, harga?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:03 WIB

22 Oktober: International ShakeOut Day, sebulan Sukabumi diguncang puluhan kali gempa bumi

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB