Daftar 8 WNI jadi tentara Rusia karena bergaji tinggi

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU) atau Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina merilis daftar delapan warga negara Indonesia (WNI) yang direkrut menjadi tentara bayaran Rusia. Para WNI itu bergabung dengan militer Rusia disebut karena dijanjikan gaji tinggi.

“Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen tentang setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan tentara pendudukan RF,” demikian pernyataan FISU di situs resminya, dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (2/9/2026).

Dalam rilisnya, Intelijen Ukraina membeberkan data identitas delapan WNI yang disebut bergabung dengan tentara Rusia. Ini daftar namanya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Yuda Putra Pratama (lahir 9 Agustus 1997)
  2. Haryanto Dwi Kencana (lahir 14 Juli 1983)
  3. Erwanda (lahir 5 Agustus 1988)
  4. Ngangun Hudri Fadli (lahir 17 September 1978)
  5. Muhammad Syaripudin (lahir 3 Agustus 1994)
  6. M Hadi Maulana (lahir 7 April 1987)
  7. Wahyu Oktavian Iskandar (lahir 22 Oktober 1985)
  8. Helmi Nuraha Hakim (lahir 27 Januari 1983)

Dijanjikan gaji tinggi

Pasukan Rusia
Pasukan Rusia mengepung Ukraina – Ist

Kedelapan WNI direkrut menjadi tentara bayaran Rusia. Mereka dikabarkan bergabung menjadi bagian militer Rusia dengan iming-iming janji bayaran tinggi dan tugas non-tempur.

“Janji berupa bayaran tinggi, tugas non-tempur, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik minat orang-orang yang-sering kali-tidak mengetahui ke mana sebenarnya mereka akan dikirim,” tulis FISU.

Intelijen Ukraina mengatakan pola serupa sebelumnya telah diterapkan terhadap warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Mereka yang direkrut ditempatkan di garis depan peperangan tanpa pelatihan apapun, dan beberapa di antaranya tewas dalam beberapa minggu pertama.

Respons Kemlu RI

Jubir I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam keterangannya menyebut pihaknya tengah mencermati terkait rilis data yang disampaikan otoritas Ukraina mengenai dugaan keterlibatan sejumlah WNI dalam angkatan bersenjata Federasi Rusia.

“Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan individu yang disebutkan masih perlu dipastikan lebih lanjut,” kata Yvonne dalam keterangannya, pada Senin (31/8/2026) lalu.

Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan pihaknya tidak merekrut WNI menjadi tentaranya.

“Kantor perwakilan Rusia di manapun di Indonesia sama sekali tidak melakukan rekrutmen untuk angkatan bersenjata Rusia,” kata Dubes Tolchenov, dilansir Antara, Selasa (1/9/2026).

Namun, ia tidak memungkiri adanya warga negara asing (WNA), seperti pekerja, mahasiswa, dan bahkan wisatawan yang memutuskan bergabung dalam angkatan bersenjata Rusia saat menetap di negara tersebut.

Tolchenov menegaskan, Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di mana pun berada sama sekali tidak terlibat dalam proses rekrutmen WNA ke dalam militer negaranya.

Berita Terkait

Warga Tel Aviv dukung oposisi dan Partai Arab Israel bersatu gulingkan Netanyahu
Mengenal Partai Arab Israel dan oposisi raih 67 kursi, kubu Netanyahu 53
Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv
Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:15 WIB

Warga Tel Aviv dukung oposisi dan Partai Arab Israel bersatu gulingkan Netanyahu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Mengenal Partai Arab Israel dan oposisi raih 67 kursi, kubu Netanyahu 53

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Berita Terbaru