Daftar SMA negeri dengan Nilai TKA Tertinggi di Jawa Barat, tak satupun dari Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelajar SMA dan SMK - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pelajar SMA dan SMK - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – SMA/SMK adalah jenjang pendidikan yang menentukan bidang atau jurusan kuliah yang akan dipilih selanjutnya. Untuk itu, menentukan sekolah tujuan tak bisa sembarangan.

Berbagai kriteria perlu disiapkan dalam memilih sekolah tujuan. Salah satu yang bisa diperhatikan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 adalah rerata nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) sekolah.

Untuk informasi, pendaftaran SPMB Jawa Barat 2026 jenjang SMA, SMK, SLB negeri segera dimulai. Meski belum ada jadwal resminya, peserta sudah bisa memulai persiapan, terutama mengetahui sekolah tujuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun demikian, nilai rerata TKA SMA memengaruhi masa depan para pelajar yang akan melanjutkan kuliah. Lantas, SMA mana yang punya nilai rerata TKA tinggi?

Rerata nilai TKA ini didapatkan berdasarkan penghitungan 3 mata pelajaran wajib, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (17/5/2026), dari postingan di akun Instagram UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Dinas Pendidikan Jawa Barat, @tikomdik_disdikjabar.

Sayangnya, tak satupun SMA negeri dari Kota dan Kabupaten Sukabumi masuk Top 30. Berikut daftar 30 SMA negeri dengan Nilai TKA Tertinggi di Jawa Barat.

  1. SMAN 3 Bandung: 55,57
  2. SMAN 5 Bandung: 53,55
  3. SMAN 1 Bekasi: 53,50
  4. SMAN 1 Kota Depok: 53,26
  5. SMAN 1 Bogor: 53,07
  6. SMAN 5 Bekasi: 52,66
  7. SMAN 3 Bogor: 52,34
  8. SMAN 8 Bandung: 52,17
  9. SMAN 2 Kota Depok: 51,68
  10. SMAN 3 Kota Depok: 51,53
  11. SMAN 2 Cirebon: 51,19
  12. SMAN 6 Kota Depok: 50,39
  13. SMAN 5 Tambun Selatan: 50,34
  14. SMAN 22 Bandung: 50,15
  15. SMAN 2 Cimahi: 50,02
  16. SMAN 1 Bandung: 49,94
  17. SMAN 2 Bandung: 49,94
  18. SMAN 5 Bogor: 49,90
  19. SMAN 3 Bekasi: 49,87
  20. SMAN 2 Kuningan: 49,84
  21. SMAN 12 Bandung: 49,68
  22. SMAN 2 Cibinong: 49,59
  23. SMAN 11 Bekasi: 49,50
  24. SMAN 1 Tambun Selatan: 49,45
  25. SMAN 1 Karawang: 49,43
  26. SMAN 20 Bandung: 49,38
  27. SMAN 1 Cirebon: 49,35
  28. SMAN 1 Garut: 49,18
  29. SMAN 2 Gunung Putri: 48,81
  30. SMAN 1 Cimahi: 48,68

Berita Terkait

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
Mendikdasmen akan berlakukan lagi kebijakan tidak naik kelas tahun depan
Daftar universitas dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking
Daftar kampus dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking
Pelajar SMA PGRI Bantargadung Sukabumi belajar tugas kenegaraan di Istana Kepresidenan
Gandeng UIN SGD, Kemenag akselerasi pengembangan madrasah unggulan di Sukabumi
Prabowo matangkan rencana pendidikan gratis dari PAUD/TK hingga kuliah

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Mendikdasmen akan berlakukan lagi kebijakan tidak naik kelas tahun depan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Daftar universitas dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Daftar kampus dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB