Harga bersahabat Honda Navi, skuter matik bergaya motor sport

- Redaksi

Rabu, 12 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Honda Navi - Istimewa

Honda Navi - Istimewa

sukabumiheadline.com – Pabrikan motor asal Jepang, Honda, meluncurkan model baru yang unik, yaitu Honda Navi di Amerika Serikat. Skuter matic (Skutik) ini jadi produk paling terjangkau di jajaran produk Minimoto.

Dilansir dari laman resmi Honda Powersports (11/6/2024), Honda Navi menyasar kalangan Gen Z. Hal itu bisa dilihat dari tampilan dan warna yang lucu, serta desain yang menarik perhatian.

Sementara bagian mesin, dipasang di belakang layaknya sepeda motor jenis skuter. Namun, terdapat ruang bagasi di bawah tangki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, mesin dikombinasikan dengan transmisi CVT Continuously Variable yang tidak memerlukan kopling atau tuas persneling. Motor ini memiliki gaya sporty mirip Grom, meski sebenarnya skutik.

Berdasarkan spek di atas kertas, Navi mengusung mesin 109 CC satu silinder berpendingin udara. Tenaganya sekitar 8 PS atau setara 7,8 Tk pada 7.000 rpm dan torsi 8,9 Nm pada 5.500 rpm.

Kemudian, lingkar rodanya belang, depan pakai ban 90/90-12, sedangkan belakang 90/100-10.

Baca Juga:

Honda Navi - Istimewa
Honda Navi – Istimewa

Fitur Honda Navi juga terbilang sederhana. Hanya ada spidometer dan pengukur bahan bakar di layar instrumen.

Meskipun memiliki desain bak motor sport, Honda Navi memiliki daya tarik pada harganya yang murah, efisiensi bahan bakar yang baik, dan interval perawatan yang lama.

Dengan ukurannya yang ringkas, ringan, dan transmisi CVT, Navi dirancang untuk membantu pengendara baru mempelajari keterampilan dasar berkendara dengan mudah dan tanpa rasa takut.

Hal ini menjadikannya sebuah motor yang sangat praktis dan mudah diakses oleh hampir semua pelanggan.

Harga Honda Navi 

Jangan khawatir soal harga karena Honda Navi dibanderol dengan harga yang sangat bersahabat untuk dompet.

Diketahui, skutik ini dijual mulai 1.999 dollar AS atau setara Rp32 jutaan, dengan pilihan warna putih standar, lalu tiga warna baru, yakni Arctic Silver Metallic, Pearl Red, dan Blue Metallic.

Berita Terkait

Vivo V80 Lite 5G hadir dengan layar AMOLED dan baterai 10.000 mAh, harga?
Spesifikasi dan harga Honor Pad X10 Mini, tablet mungil, ringkas punya layar 9,7 inchi
Oppo A17: Desain premium stylish, kamera dengan fitur AI, baterai tangguh harga Rp1 jutaan
I-SEATER kursi roda otonom untuk lansia dan disabilitas kolaborasi BRIN-Pemprov Jabar, harga?
22 Oktober: International ShakeOut Day, sebulan Sukabumi diguncang puluhan kali gempa bumi
Dua pilihan Redmi Note 15 4G dan 5G: Spesifikasi lengkap, fitur dan harga
Vivo V17 Neo meluncur, cek harga, spesifikasi dan fitur unggulan
6 motor paling laris di Indonesia 2026, cek harga dan spesifikasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Vivo V80 Lite 5G hadir dengan layar AMOLED dan baterai 10.000 mAh, harga?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Spesifikasi dan harga Honor Pad X10 Mini, tablet mungil, ringkas punya layar 9,7 inchi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Oppo A17: Desain premium stylish, kamera dengan fitur AI, baterai tangguh harga Rp1 jutaan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:00 WIB

I-SEATER kursi roda otonom untuk lansia dan disabilitas kolaborasi BRIN-Pemprov Jabar, harga?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:03 WIB

22 Oktober: International ShakeOut Day, sebulan Sukabumi diguncang puluhan kali gempa bumi

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB