Jalan Hancur 10 KM yang Diaspal 50 Meter, Warga Jampang Tengah Sukabumi Merasa Dihina

- Redaksi

Jumat, 2 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar kebun binatang di jalan rusak. l Gungun Gunawan

Gambar kebun binatang di jalan rusak. l Gungun Gunawan

SUKABUMIHEADLINE.com l JAMPANG TENGAH – Bertahun-tahun jalan rusak di Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikeluhkan warga dan pengguna. Namun, hingga kini ruas Jalan Provinsi penghubung Kota Sukabumi – Jampang Tengah – Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu masih terlihat hancur.

Kerusakan jalan terpantau mulai dari Pangleseran, Kecamatan Cikembar hingga Bojonglopang, Kecamatan Jampang Tengah. Baca Selengkapnya: Jalan Hancur di Jampang Tengah Sukabumi, Warga: Dipandang Sebelah Mata

IMG 20220902 042703
Pengaspalan jalan rusak sepanjang 50 meter. l @bimadua_sukabumi.jabar

Diakui warga beberapa waktu lalu ada pekerjaan pengaspalan jalan rusak tersebut. Namun, ternyata hanya sekira 50 meter saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip dari akun @bimadua_sukabumi.jabar, disebutkan perbaikan jalan tersebut sebagai Pekerjaan Sapu Lobang tambal sulam dengan hotmix Ruas Jalan Jampang Tengah – Kiaradua tertulis 50 meter saja, yakni dari KM 125+860 hingga 125+910.

Pekerjaan Sapu Lobang tambal sulam dengan hotmix Ruas jalan Jpt – Kiaradua
Km Bdg.125+ 860 – 125+ 910,” tulisnya beberapa hari lalu, seraya mention akun Gubernur Jawa Barat @ridwankamil dan Wakil Gubernur @ruzhanul.

Baca Juga :  Survei SMRC, Dua Partai Ini Juara di Jawa Barat

“Ada pengaspalan, di-hotmix gitu, tapi cuma 50 meteran. Pas Kantor Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampang Tengah,” kata Gungun Gunawan kepada sukabumiheadline.com, Jumat (2/9/2022) pagi.

IMG 20220802 051548
Jalan rusak di Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. l Gungun Gunawan

Karenanya, Gungun mengaku sangat kecewa karena Jalan Provinsi yang rusak tersebut, mencapai sekira  tujuh hingga 10 kilometer. Terlebih, kata dia, perbaikan hanya tambal sulam saja.

“Sangat kecewa. Kami warga Jampang Tengah merasa dihina, dianaktirikan,” kesal Gungun.

Ia juga menyebut, jika perbaikan jalan rusak sepanjang 50 meter saja, ibarat hiburan permen agar warga tidak mengeluh.

“Jadi ini mah diperbaiki supaya yang kemarin sempat ramai dan viral biar jempling (tidak berisik-red). Makanya diperbaiki cuma 50 meter saja dan itu pun ditambal sulam,” sesalnya.

Padahal, sebut Gungun, kerusakan jalan dimulai dari Kampung Pangleseran, Kecamatan Cikembar hingga Bojonglopang, Kecamatan Jampang Tengah.

Baca Juga :  Eks Pemeran Preman Pensiun Asal Sukabumi Ini Ingin Kenalkan Olahraga Lempar Pisau

“Pokoknya yang parah mah di wilayah Jampang Tengah, lokasi lewat jembatan Cimandiri sampai dengan depan terminal Bojonglopang, itu jalan rusak parah,” kata dia.

“Dari Jembatan Cimandiri sampai Jampang Tengah, itu kurang lebih tujuh kilometer, dan yang parah banget, itu dari mulai Desa Sindangresmi sampai ke Terminal Bojonglopang,” tambah Gungun.

Lebih jauh, ia mendetail kerusakan ruas jalan tersebut sejak Pasar Pangleseran – Tanjakan Lengka – Cibatu- Padabeunghar – Marinir – Ciareuy, Desa Sindangresmi – Cilawang, Desa Jampang Tengah hingga Terminal Bojonglopang.

“Pokoknya Jalan Provinsi di wilayah Jampang Tengah mah belum pernah dibenerin. Inginnya sih ya dicor. Kayaknya wilayah Jampang Tengah mah tersisihkan,” kata Gungun.

Screenshot 2022 08 05 14 34 15 55 726cd6915a5bbed5e00093b2e2a7609b
Gambar kebun binatang di jalan rusak. l Gungun Gunawan

Diberitakan sebelumnya, warga mengedit foto jalan rusak dengan menambahkan berbagai jenis binatang di atasnya. Baca lengkap: Jalan Provinsi di Jampang Tengah Sukabumi Hancur, Berubah Jadi Kebun Binatang

Berita Terkait

Cerita pria Bojonggenteng Sukabumi 3 tahun jadi pegawai pabrik di Osaka Jepang
40 pelajar SMP asal Sukabumi dan Cianjur diamankan karena keluyuran malam di Bandung
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi puji Program Pro Women 3
Data terbaru 10 kecamatan terluas dan tersempit di Kabupaten Sukabumi
Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127
Pria pemilik senapan angin di Sukabumi diamankan polisi
Pasien melahirkan di Jampang Tengah Sukabumi harus ditandu, bayi keburu meninggal dunia
DPRD Kabupaten Sukabumi minta pemkab serius urus ekonomi, kesehatan, sampah, infrastruktur

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 01:41 WIB

Cerita pria Bojonggenteng Sukabumi 3 tahun jadi pegawai pabrik di Osaka Jepang

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:14 WIB

40 pelajar SMP asal Sukabumi dan Cianjur diamankan karena keluyuran malam di Bandung

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:12 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi puji Program Pro Women 3

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:15 WIB

Data terbaru 10 kecamatan terluas dan tersempit di Kabupaten Sukabumi

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:57 WIB

Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127

Berita Terbaru

Ilustrasi pria lansia di dalam penjara - sukabumiheadline.com

Regulasi

Hukuman pidana bagi lansia dalam KUHP baru menurut MA

Senin, 16 Feb 2026 - 02:58 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131