sukabumiheadline.com I CIKOLE – Vespa jadul kini kian marak dan disukai kawula muda hingga tua. Solidaritas Vespa sudah ada sejak dahulu dan menjadi tradisi bagi pemilik kendaraan antik roda dua ini.
Kehidupan di jalan dijalani dengan senyuman, dengan rasa kebersamaan tinggi menjadi salah satu alasan kenapa komunitas Vespa bisa bertahan dan terus eksis hingga saat ini.
Di Sukabumi, Vespa memiliki wadah berkumpul dan menyalurkan ekspresinya, Scootkeun Sukabumi yang bermarkas di Jl. R. Syamsudin, S.H., Kelurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, ini merupakan salah satu komunitas Vespa yang berada di Sukabumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komunitas Scootkeun Sukabumi berdiri sejak 2020 lalu, dibentuk oleh Galih Aditya Rusyadi, Billy, Azis, Revin, Defi Purwansyah dan Galih Aditya Rusyadi.
Dinamakan Scootkeun Sukabumi karena orang-orang di dalamnya atau para anggotanya sering melakukan touring dadakan dengan motor Vespa-nya.
“Karena latar belakang komunitas ini adalah orang-orang yang selalu melakukan touring dadakan ataupun riding dadakan, jadi kalau kata orang sunda mah gasskeun (berangkat-red) dan yang pasti mengendarai vespa,” jelas Galih yang menjadi Ketua Scootkeun Sukabumi kepada sukabumiheadline.com. Ahad (19/12/2021).
Banyak kegiatan dilakukan Scootkeun Sukabumi, seperti family gathering, silaturahim dengan klub atau komunitas lainnya di Sukabumi, dan ke sesama komunitas Vespa di luar Sukabumi.

“Untuk kegiatannya, karena kita masih terbilang baru, sekarang sih yang biasa kita lakukan adalah bersilaturahim ke komunitas lainnya yang ada di Sukabumi. Mau itu komunitas motor atau mobil. Pernah juga family gathering ke Bandung, tapi insya Allah ke depannya kita akan lebih giat lagi dalam melakukan kegiatan-kegiatan positif,” ujar Galih.
Setiap komunitas pasti memiliki keunikan tersendiri entah itu dari orang-orang di dalamnya ataupun kegiatan-kegiatan yang dilakukan komunitas tersebut.
Galih bercerita, keunikan komunitas Scootkeun Sukabumi, adalah jika melakukan touring selalu dadakan, dan selalu disambut dengan yel-yel “Gasskeun!”
“Jadi kalau menurut saya uniknya komunitas ini kalau touring tanpa direncanakan, pasti selalu dadakan. Anggota pun selalu bilang gasskeun, atau langsung menyetujuinya,” tambah dia.
Bagi pemuda pemudi Sukabumi pecinta motor jenis scooter, dan ingin bergabung dengan komunitas ini, tidak perlu khawatir karena tidak ada persyaratan khusus untuk bergabung dengan Scootkeun Sukabumi.
“Tidak ada syarat apapun untuk yang ingin bergabung, boleh saja siapapun bergabung asal sopan dan santun,” pungkasnya.
Untuk sekadar informasi, Scootkeun Sukabumi sering kopi darat di sekitaran Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi, setiap Sabtu malam pukul 19.00 WIB.