KRL Bogor-Sukabumi hadir, mulai 1 Juli KA Pangrango dilengkapi Kereta Ekonomi New Generation

- Redaksi

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi KA Pangrango - sukabumiheadline.com

Ilustrasi KA Pangrango - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Pemerintah mengungkapkan rencana perluasan jalur kereta rel listrik (KRL) Commuter Line hingga Cikampek dan Sukabumi, Jawa Barat. Kepala Badan Pembina BUMN, Dony Oskaria, saat pembahasan persetujuan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk sejumlah BUMN, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dijelaskan Dony, PT KAI bakal melaksanakan program elektrifikasi pada beberapa wilayah. Perluasan layanan KRL dari Jakarta menuju Cikampek, Rangkasbitung, dan Sukabumi termasuk dalam daftar pekerjaan.

“Program ke depan mencakup jalur elektrifikasi di beberapa kota, termasuk perluasan layanan kereta listrik sampai dengan Cikampek, Rangkasbitung, dan Sukabumi,” ujar Dony.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ilustrasi elektrifikasi jalur KRL Commuter Line - sukabumiheadline.com
Ilustrasi elektrifikasi jalur KRL Commuter Line – sukabumiheadline.com

Seperti diketahui, Komisi XI DPR RI menyetujui PMN untuk PT KAI sebesar Rp1,8 triliun pada tahun anggaran 2025. Dana ini akan digunakan untuk mendukung modernisasi infrastruktur, peningkatan keselamatan, serta kebutuhan pendukung program elektrifikasi yang sedang dipersiapkan.

Program elektrifikasi hingga Cikampek dan Sukabumi akan masuk dalam pelaksanaan bertahap mengikuti kesiapan jalur dan pendukung teknis. Pemerintah menargetkan persiapan awal bisa dilakukan setelah pencairan anggaran pada 2025, termasuk penyesuaian infrastruktur yang diperlukan untuk operasional kereta listrik.

Jika KRL Jakarta-Bogor-Sukabumi mulai beroperasi, lantas bagaimana nasib KA Pangrango relasi Bogor-Sukabumi yang saat ini sudah beroperasi?

Nasib KA Pangrango

Jiah, Youtuber Korsel dan ibunya naik KA Pangrango - Istimewa
Jiah, Youtuber Korsel dan ibunya naik KA Pangrango – Ist

PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat volume penumpang KA Lokal Pangrango mencapai total 791.388 orang sepanjang semester pertama tahun 2025, terhitung dari bulan Januari hingga Juli.

Tren volume penumpang menunjukkan peningkatan signifikan pada bulan April dan Juni 2025. Jumlah penumpang pada April sebanyak 155.048 orang, sementara bulan Juni sebanyak 143.811 penumpang.

Terhitung mulai 1 Juli 2026, armada KA Pangrango yang melayani perjalanan dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Sukabumi bakal mendapatkan sejumlah perubahan. Salah satu perubahan dilakukan PT KAI adalah dengan meluncurkan Kereta Ekonomi New Generation pada rangkaian KA Pangrango tersebut.

Kereta ini dirancang dengan kapasitas 72 tempat duduk per kereta, menggantikan model sebelumnya yang memiliki 80 tempat duduk, sehingga memberikan ruang kaki yang lebih luas dan kursi yang lebih ergonomis.

Berita Terkait

Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta
Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga
Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026
5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan
Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali
Ini 10 kecamatan lumbung padi di Kabupaten Sukabumi, hampir 1 juta ton
WorldoMeters: 10 kecamatan di Sukabumi tidak ideal untuk ditinggali
A-Z PLTU Pelabuhan Ratu Sukabumi: Biaya pembangunan, kapasitas, operator hingga dampak

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:00 WIB

5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB