Lezat dan Empuk, Donat Centil Kreasi Enon di Sundawenang Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 28 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donat Centil kreasi Rita Farianti Saragih. l Anry Wijaya

Donat Centil kreasi Rita Farianti Saragih. l Anry Wijaya

sukabumiheadline.com – Siapa tak tahu kue donat, rasanya empuk dikunyah dan lezat di lidah. Tambahan topping tentunya akan menjadi pembeda setiap rasa donat.

Donat Centil, usaha donat skala rumahan milik Rita Farianti Saragih (26) di kawasan Perumahan Bumi Pakuwon Regensi (BPR) Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, ini juga menawarkan donat dengan beragam topping.

Donat kreasi Rita ini diraciknya sendiri, hingga menemukan formula rasa yang pas. Tak hanya itu, ia menjual donatnya dengan harga cukup murah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Usaha donat ini berawal dari iseng 3 atau 4 tahun silam. Sejak enam bulan lalu mulai saya tekuni dan alhamdulillah mulai dikenal publik,” ungkap wanita yang akrab disapa Enon ketika sukabumiheadline.com mengintip proses produksi di Donat Centil, Sabtu (28/8/2021).

Rita juga mengungkap bahan dan langkah-langkah membuat donat di dapur mungilnya. “Untuk membuat 30 lusin atau boks donat diperlukan adonan 4 kg tepung terigu, gula pasir, fernipan, susu bubuk, susu cair, dan mentega,” terangnya.

Setelah itu, adonan perlu difermentasi dengan cara didiamkan selama 30 menit di suhu ruang. “Tutupi dengan plastik agar tidak kering. Supaya waktunya pas, bisa dihitung dengan timer,” lanjut Rita. “Setelah itu adonan dilipat dan didiamkan lagi sekitar 10 menit,” imbuhnya.

Adonan lalu dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Selain bentuk umum yang bundar dengan lubang di tengah, donat juga bisa dibuat bentuk hati, bulat utuh, atau bunga.

Sambil menunggu, panaskan banyak minyak dalam wajan. Gunakan minyak bersuhu sekitar 180 derajat celcius. Goreng setiap sisian donat selama sekitar 15 detik. “Kalau kelamaan adonan donat bisa gosong, tapi kalau kecepetan, donat akan mentah,” ujar dia.

Setelah donat dingin, barulah bisa diberi aneka topping. Mulai dari cokelat tabur, tiramisu, oreo, strawberry, blueberry, coklat kacang, keju, dan banyak lainnya. Dan Donat Centil dibuat dadakan agar citra rasa tidak berubah.

“Kalau pelanggan menginginkan rasa sesuai selera, kita akan siapkan sesuai permintaan pelanggan. Tiap boks donat berisi 12 pcs, saya jual Rp25 ribu,” pungkasnya.

Berita Terkait

Melawan kampanye “marriage is scary”, Gen Z Sukabumi malah terbentur tradisi
Benarkah keberadaan Nyi Roro Kidul diulas dalam AlQuran?
5 tren wisata Gen Z di Sukabumi, dari eksplorasi niche hingga eco tourism
20 universitas swasta terbaik di RI versi Uniranks 2026, almamater tokoh asal Sukabumi
Urus sampah dan kemiskinan, 1.555 mahasiswa Unpad ke Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya
10 kampus negeri/swasta terbaik di Jabar 2026: Visibilitas global, riset, kinerja akademik dan keterbukaan
Alpha woman: Mandiri, pede, ambisius, adaptif, tegas urusan karier dan pribadi
10 daerah dengan mdpl tertinggi di Jawa Barat, ada Sukabumi, Cianjur dan Garut

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:35 WIB

Melawan kampanye “marriage is scary”, Gen Z Sukabumi malah terbentur tradisi

Minggu, 12 Juli 2026 - 00:01 WIB

Benarkah keberadaan Nyi Roro Kidul diulas dalam AlQuran?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:30 WIB

5 tren wisata Gen Z di Sukabumi, dari eksplorasi niche hingga eco tourism

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:46 WIB

20 universitas swasta terbaik di RI versi Uniranks 2026, almamater tokoh asal Sukabumi

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:27 WIB

Urus sampah dan kemiskinan, 1.555 mahasiswa Unpad ke Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya

Berita Terbaru

Ilustrasi Nyi Roro Kidul yang memiliki nama asli Putri Kandita - sukabumiheadline.com

Kultur

Benarkah keberadaan Nyi Roro Kidul diulas dalam AlQuran?

Minggu, 12 Jul 2026 - 00:01 WIB

Jampidsus Febrie Ardiansyah - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Hukum

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah jadi tersangka korupsi

Sabtu, 11 Jul 2026 - 19:05 WIB