Hampir 50 persen warga AS bosan calon dari parpol

- Redaksi

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gajah logo Partai Republik vs Kuda logo Partai Demokrat - Ist

Gajah logo Partai Republik vs Kuda logo Partai Demokrat - Ist

sukabumiheadline.com – Warga Amerika Serikat (AS) menunjukkan rasa muaknya terhadap calon-calon dari Partai Demokrat dan Republik. Menguatnya dukungan terhadap calon independen yang mendekati 50 persen, menunjukkan betapa ketidakpuasan terhadap kedua partai tersebut tak terbendung.

Diketahui, pada pemilu Kongres 2026, jumlah kandidat independen yang mendaftar mencapai level tertinggi sejak 2000. Menurut survei Gallup, 45% warga AS sudah mengidentifikasi diri sebagai independen, sebuah rekor tertinggi sejak 1988.

Seth Bodnar, yang mengeklaim dirinya sebagai “radical pragmatist” menjadikan pabrik bir BIAS Brewing di Kalispell, Montana, sebagai lokasi kampanye untuk menyampaikan visi politiknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Maju sebagai kandidat independen berarti Anda akan membuat kedua kubu sama-sama tidak senang,” kata Bodnar kepada para pengunjung yang menikmati bir mereka.

Kampanye Seth Bodnar merupakan bagian dari tren ketidakpuasan terhadap dua partai politik utama, dengan tingkat popularitas bersih (net favourability) Partai Demokrat mendekati titik terendah dalam 35 tahun terakhir.

Selain Bodnar, ada Dan Osborn, kandidat independen dari Nebraska yang ikut bersaing meraih kemenangan dalam sistem politik dua partai.

Di sisi lain, maju sebagai kandidat independen bukanlah perkara mudah. Secara historis, hanya sedikit politikus yang menganggap langkah tersebut sebagai pilihan tidak realistis, karena tidak memiliki infrastruktur kampanye seperti halnya partai-partai.

Karenanya di banyak negara bagian, mereka harus mengumpulkan lebih banyak tanda tangan agar dapat lolos ke surat suara. Meski demikian, peluang bagi para politikus yang ingin maju secara independen kini mulai berubah.

Joe Manchin, mantan senator dari West Virginia jadi bajing loncat dari Demokrat menjadi independen, sekaligus mendedikasikan masa pensiunnya untuk membantu lebih banyak kandidat independen terpilih ke Kongres.

Di sisi lain, negara bagian yang dikuasai Partai Republik, kebijakan Partai Demokrat kerap lebih populer dibanding partainya sendiri. Karena itu, kandidat independen dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menang.

Tak heran jika Bodnar dan Osborn berkampanye di Montana dan Nebraska, dua negara bagian yang telah tiga kali memilih Donald Trump sebagai presiden, tetapi pada saat yang sama para petaninya juga terdampak oleh tarif perdagangan dan tingginya biaya bahan bakar.

Di Montana, Bodnar memiliki rekam jejak kuat di institusi-institusi besar. Ia merupakan lulusan Akademi Militer West Point, dua kali ditugaskan ke Irak, serta pernah bekerja di General Electric sebelum menjabat Presiden University of Montana di Missoula.

“Saya merasa kedua partai telah meninggalkan saya di posisi yang saya sebut sebagai sensible centre atau kelompok moderat yang rasional,” ujarnya, dikutip dari The Economist.

Bodnar sendiri bakal menantang Kurt Alme, mantan jaksa federal AS yang mendapat dukungan dari Steve Daines, senator petahana yang akan pensiun, serta Presiden Donald Trump.

Sementara Osborn yang dikenal sebagai sosok populis yang vokal merupakan veteran militer, mekanik, sekaligus mantan pemimpin serikat pekerja itu memulai karier politiknya pada 2024, ketika Partai Demokrat gagal mengusung kandidat untuk pemilihan Senat.

Osborn maju sebagai kandidat independen dan kalah dari kandidat Partai Republik, Deb Fischer, tetapi tetap berhasil meraih 47% suara-hasil yang tergolong impresif.

Pada pemilu kali ini, ia akan menghadapi senator petahana dari Partai Republik, Pete Ricketts, mantan gubernur Nebraska yang berasal dari keluarga konglomerat.

Para pengkritik berpendapat bahwa Bodnar maupun Osborn bukanlah kandidat independen sejati, melainkan politikus Demokrat yang berupaya menjauh dari citra negatif partainya. Keduanya diketahui mengandalkan ActBlue, platform penggalangan dana milik Partai Demokrat, serta mendapat dukungan dari sejumlah tokoh Demokrat.

Osborn, khususnya, kerap menyuarakan sentimen anti-miliarder yang identik dengan kelompok kiri. Dalam sebuah kampanye di Sidney, Nebraska bagian barat, ia mengatakan Elon Musk bisa menyumbang US$300 juta untuk sebuah kampanye lalu mendapat akses istimewa ke White House

Bodnar menegaskan bahwa sikap independennya merupakan hasil dari pengalamannya di dunia militer, yang menurutnya membentuk sikap nonpartisan. Ia juga mengaku telah mengidentifikasi dirinya sebagai seorang independen selama lebih dari satu dekade.

Menurut Bodnar, warga Montana adalah kaum libertarian yang tetap peduli terhadap tetangganya.

“Kami percaya pemerintah tidak seharusnya ikut campur dalam urusan dokter kami, kehidupan pribadi kami, maupun lemari senjata kami,” ujarnya.

Osborn juga berupaya menunjukkan independensinya dengan mengkritik tokoh-tokoh yang pernah menjadi wajah Partai Demokrat.

“Saya tidak takut mengatakan bahwa Joe Biden gagal menangani persoalan perbatasan. Saya juga tidak takut mengatakan bahwa Barack Obama seharusnya tidak menyelamatkan sektor perbankan,” ujar Osborn kepada The Economist.

Namun, peluang kemenangan kandidat independen bergantung pada kemampuan mereka meyakinkan cukup banyak pemilih Partai Republik untuk memberi mereka kesempatan.

Sama pentingnya, peluang itu juga ditentukan oleh keputusan kandidat Partai Demokrat untuk mengundurkan diri atau tetap bertahan dalam persaingan dan berisiko memecah suara.

Di Nebraska, pemenang pemilihan pendahuluan Partai Demokrat telah mengajukan dokumen untuk mengundurkan diri dari pencalonan.

Berita Terkait

PM Israel serahkan urusan Iran ke AS
Israel larang warga Palestina punya kamar mandi sendiri
Perdana Menteri Anwar Ibrahim marah, uang pensiun PNS Malaysia dikorupsi orang Indonesia
Senator AS pro Israel Lindsey Graham tewas mendadak, pembalasan Iran dimulai?
Akhirnya Menlu Sugiono diterima Menteri Luar Negeri Iran
Iran tak izinkan Dubes RI di Tehran hadiri pemakaman Ali Khamenei
Hanya utus dubes di pemakaman Ali Khamenei, eks Menlu kritik keras pemerintah RI
RI hanya diwakili Dubes di Iran, daftar negara hadiri pemakaman Ali Khamenei

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Hampir 50 persen warga AS bosan calon dari parpol

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:47 WIB

PM Israel serahkan urusan Iran ke AS

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:50 WIB

Israel larang warga Palestina punya kamar mandi sendiri

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Perdana Menteri Anwar Ibrahim marah, uang pensiun PNS Malaysia dikorupsi orang Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 00:40 WIB

Senator AS pro Israel Lindsey Graham tewas mendadak, pembalasan Iran dimulai?

Berita Terbaru

Gajah logo Partai Republik vs Kuda logo Partai Demokrat - Ist

Internasional

Hampir 50 persen warga AS bosan calon dari parpol

Kamis, 6 Agu 2026 - 07:20 WIB

Semen Kujang sponsori Persib Bandung - Ist

Bisnis

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agu 2026 - 18:36 WIB

Honda PCX 160 2026 lebih irit BBM, 1 liter untuk 45 KM, cek harganya - Honda

Bisnis

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Rabu, 5 Agu 2026 - 02:47 WIB