sukabumiheadline.com – Seorang pria berinisial HI asal Kampung Awilega, Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dipermak warga Kampung Sedekan, Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur.
Diketahui, pria berusia 42 tahun itu sebelumnya diamankan warga Sedekan pada Rabu (5/8/2026), karena diduga terlibat dalam serangkaian aksi penipuan dan penggelapan sepeda motor dengan modus berpura-pura meminjam motor milik korbannya.
Usai ditangkap warga, HI sempat menjadi sasaran amukan massa. Terduga pelaku akhirnya diamankan pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kapolsek Cidaun AKP Ogin Ginanjar, saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut karena terduga pelaku diduga tidak hanya beraksi di satu lokasi. Polisi menerima informasi bahwa modus serupa diduga terjadi di sejumlah wilayah di Cianjur.
“Masih kami dalami. Terduga pelaku diduga telah melakukan aksi tipu gelap di beberapa tempat, tidak hanya di Kecamatan Cidaun, tetapi juga di Kecamatan Sindangbarang dan lainnya,” kata Ogin, dikutip dari laman resmi kepolisian, Jumat (7/8/2026).
Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga menyasar korban yang sebagian besar merupakan anak-anak remaja. Untuk memuluskan aksinya, HI kemudian mengaku sebagai warga sekitar atau berpura-pura mengenal korban.
Korban yang percaya kemudian menyerahkan kendaraannya. Namun, setelah sepeda motor dibawa pergi, pelaku diduga tidak pernah kembali.
Aksi terduga pelaku akhirnya terhenti setelah warga di Kecamatan Sindangbarang mengenalinya dan mengamankan yang bersangkutan. Sebelum diserahkan kepada aparat kepolisian, HI sempat menjadi sasaran amukan massa.
“Pelaku sempat diamankan dan dihakimi warga sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian,” ujar Ogin.
Dari tangan terduga pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam dan sepeda motor yang digunakan saat beraktivitas. Penyidik juga masih menelusuri keberadaan kendaraan milik para korban yang diduga telah dipindahtangankan serta kemungkinan adanya pihak lain yang ikut berperan dalam menjalankan aksi tersebut.
“Saat ini kami masih meminta keterangan kepada terduga pelaku untuk mengetahui ke mana kendaraan para korban dibawa serta apakah ada komplotan yang turut membantu aksi tersebut,” kata Ogin.
Polisi menduga modus tersebut telah dilakukan berulang kali dengan berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kecurigaan. Dugaan itu kini menjadi fokus penyelidikan guna mengungkap jumlah korban maupun lokasi lain yang diduga menjadi sasaran.









