sukabumiheadline.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengajak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sukabumi memanfaatkan kegiatan penjajakan bisnis dalam bentuk presentasi bisnis (pitching) dengan perwakilan perdagangan RI di 33 negara mitra dagang dan pertemuan bisnis (business matching) dengan buyer mancanegara.
Kementerian Perdagangan (Kemendag), melalui kegiatan tersebut, berupaya mempertemukan UMKM dengan buyer potensial di berbagai negara, sehingga dapat meningkatkan ekspor.
Budi menyampaikannya dalam kunjungannya di CV Karya Winazar dan CV Kahla Global Persada di Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu, (19/2/2025). Baca selengkapnya: Keripik tempe Kahla, produk UMKM Sukabumi ekspor ke Asia dan Australia raih penghargaan PBB
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Mendag Budi mendorong implementasi dua program prioritas Kemendag, yaitu Perluasan Pasar Ekspor dan UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor (UMKM BISA Ekspor).
“Kami terus mendorong peningkatan ekspor, salah satunya melalui business matching bagi para pelaku UMKM yang sudah menembus pasar ekspor maupan yang berpotensi menembus pasar ekspor. Ini tentunya termasuk pelaku UMKM Sukabumi, seperti CV Karya Winazar dan CV Kahla Global yang sudah menembus pasar ekspor,” ungkap Mendag, dikutip dari siaran pers Kemendag, dikutip Rabu (26/2/2025).
Selain itu, Budi mengajak para pelaku UMKM di Sukabumi untuk memanfaatkan peluang ekspor melalui Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 yang akan dilaksanakan pada 15-19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
“Kemendag memiliki program utama, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekpor, serta Peningkatan UMKM BISA Ekspor. Saya harap, UMKM di Sukabumi dapat memanfaatkan program-program prioritas ini, terutama untuk mencari pasar di luar negeri. Kemendag mengajak para UMKM untuk berpartisipasi dalam gelaran TEI 2025 mendatang,” ujarnya.
Salah satu UMKM yang Mendag Busan kunjungi, yaitu CV Karya Winazar, merupakan UMKM yang memproduksi peralatan dapur berbahan kayu natural seperti lumpang, talenan, rolling pin, sodet, dan sutil. UMKM yang berdiri sejak 1992 ini memilki kapasitas produksi mencapai 60 ribu buah per bulan untuk semua produk. Selain memenuhi seluruh aspek legalitas di pasar global, termasuk Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK/V-Legal), perusahaan ini juga memenuhi standar fitosanitari dan SNI ISO 9001:2015.
Saat ini, CV Karya Winazar ingin memperluas pasar tujuan ekspor, antara lain, ke Filipina, Tiongkok, dan Jepang. Sebelumnya, UMKM ini telah menembus pasar Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.
Peralatan dapur dari kayu termasuk dalam kelompok barang kode HS 940340. Pada 2024, ekspor Indonesia untuk komoditas ini tercatat sebesar USD 71,32 juta dengan tujuan utama ekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Malaysia, dan Korea Selatan.
Sedangkan, CV Kahla Global Persada merupakan UMKM dengan produk keripik tempe dan berdiri sejak 2014. UMKM ini memilki kapasitas produksi sebanyak 24 ribu bungkus per bulan.
Pada 6 Februari 2025 lalu, CV Kahla Global Persada melaksanakan ekspor perdana secara mandiri sebanyak 28.728 bungkus ke Arab Saudi dengan total nilai ekspor sebesar Rp269 juta. Keberhasilan ekspor ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dagang pada TEI 2024.
Keripik tempe termasuk dalam kelompok makanan olahan dengan kode HS 1904. Pada 2024, ekspor komoditas ini dari Indonesia ke dunia tercatat sebesar USD 29,7 juta dengan negara tujuan ekspor Filipina, Australia, Belanda, Malaysia, dan Tiongkok. Sementara itu rata-rata pertumbuhan ekspornya selama periode 2020-2024 menunjukkan trend sebesar 1,76 persen.