Mengenal 5 Pondok Pesantren yang Didirikan Wali Songo

- Redaksi

Jumat, 23 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UIN Sunan Gunung Jati Bandung. l Istimewa

UIN Sunan Gunung Jati Bandung. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Seperti diketahui, ajaran Islam menyebar dengan pesat di Pulau Jawa hingga seluruh Indonesia tak lepas dari peran wali songo yang berjumlah sembilan orang.

Diketahui, meskipun para wali songo membagi wilayah dakwahnya yang saat ini telah terpisah secara administratif, namun hampir semua nama nama wali songo didedikasikan menjadi nama lembaga pendidikan keislaman di berbagai daerah.

Secara konsep pendidikan, para wali songo ini dikenal sangat adaptif dan melebur dalam budaya warga setempat, di mana mereka berdakwah. Sebagai contoh, Sunan Gunung Jati mampu mengkolaborasikan antara pendidikan agama Islam dengan budaya masyarakat Sunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itulah yang kemudian membuat dakwah mereka menjadi mudah diterima oleh masyarakat saat itu. Bahkan, berkat perjuangan wali songo, Islam menyebar ke seluruh penjuru Pulau Jawa.

Namun demikian, berbeda dengan kondisi pondok pesantren pada umumnya seperti saat ini, ketika itu pendidikan keislaman kepada para santri, dilakukan wali songo di masjid masjid atau padepokan.

Berikut ulasan mengenai 5 pesantren yang didirikan wali songo di Pulau Jawa.

1. Pesantren Ampel Denta

Mengutip buku Sejarah Kebudayaan Islam karya Abu Achmadi dan Sungarso, Sunan Ampel memulai merintis dakwahnya dengan mendirikan Pesantren Ampel Denta di Kota Surabaya.

Sunan Ampel kemudian dikenal sebagai Pembina Pondok Pesantren di Jawa Timur. Hingga pada akhirnya, seorang keturunan Sunan Ampel menjadi penerus dakwahnya.

Namun demikian, banyak yang bertanya lokasi tepat pesantren ini karena di lokasi hanya ada bangunan masjid. Karenanya, banyak yang menduga bahwa di masjid tersebutlah Sunan Ampel mengajarkan Islam kepada para santrinya.

Baca Juga :  Ponpes Al Ghozaliyyah Sukabumi, Mendidik Calon Qori dan Qoriah

2. Pesantren Giri

Dalam buku Sejarah Kebudayaan Islam karya Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida, menyabut bahwa Sunan Giri mendirikan pesantren di sebuah dataran tinggi yang terletak di Desa Sidomukti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Menurut H. Abu Achmadi dan Sungarso dalam buku Sejarah Kebudayaan Islam, dalam berdakwah materi yang disampaikan oleh Sunan Giri adalah mengenai akidah dan ibadah dengan pendekatan fikih yang disampaikan secara lugas.

Pesantren yang didirikan Sunan Giri pada mulanya tidak hanya digunakan sebagai sarana pendidikan, tetapi juga dijadikan sebagai pusat pengembangan masyarakat.

Pesantren ini tumbuh dan berkembang sangat pesat. Hal tersebut dikarenakan banyaknya santri yang berdatangan dari berbagai daerah.

3. Pondok Pesantren Sunan Drajat

Sunan Drajat dikenal sebagai salah seorang dari wali songo yang mengajarkan kedermawanan, kerja keras, dan peningkatan kemakmuran masyarakat sebagai pengamalan Islam.

Ia kemudian mendirikan Pondok Pesantren Sunan Drajat yang dijalankan secara mandiri sebagai wilayah pendidikan yang bertempat di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

 

Menurut informasi, tanah di mana pondok pesantren tersebut didirikan merupakan pemberian dari Sultan Demak kepada Sunan Drajat atas jasanya menyebarkan agama Islam dan memerangi kemiskinan.

4. Pesantren Sunan Bonang

Berikutnya, Sunan Bonang juga disebut mendirikan pesantren. Hal itu dijelaskan dalam buku Cakrawala Budaya Islam yang ditulis Abdul Hadi Wiji Muthari.

Baca Juga :  Profil KH. Masthuro dan Catatan Perjalanan Satu Abad Lebih Ponpes Al-Masthuriyah Sukabumi

Disebutkan bahwa Sunan Bonang mendirikan pesantren di sebuah desa kecil dekat Kecamatan Lasem, Jawa Tengah.

Pesantren didirikan di atas sebuah bukit gersang yang sunyi, yakni di Watu Layar. Namun demikian, sejumlah sumber menyebut bahwa di lokasi tersebut Sunan Bonang hanya membangun sebuah tempat untuk bertafakur dan zawiyah.

5. Pesantren Sunan Gunung Jati

Warga Sukabumi tentunya mengenal jika nama Sunan Gunung Jati disebut karena ia merupakan salah satu tokoh wali songo yang menyebarkan Islam di wilayah Jawa Barat.

Sosok Sunan Gunung Jati dikenal mudah berbaur dengan masyarakat, sebagaimana dijelaskan Wawan Hermawan dan Ading Kusdiana dalam buku Biografi Sunan Gunung Djati: Sang Penata Agama di Tanah Sunda.

Sunan yang namanya didedikasikan menjadi nama Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati di Kota Bandung itu, dikenal dengan keluhuran akhlaknya, terlebih dengan penguasaan berbagai masalah keagamaan.

Adapun, pendidikan yang diajarkan oleh Sunan Gunung Jati yakni mengkolaborasikan antara agama dengan seni. Hal itu diyakini membuat dakwahnya menjadi sangat mudah diterima oleh masyarakat.

Meskipun Sunan Gunung Jati menyebarkan Islam di wilayah Jawa Barat, namun konsep pendidikan dan namanya banyak digunakan oleh lembaga pendidikan keislaman hingga wilayah Jawa Tengah.

Hal itu diketahui dengan keberadaan Pesantren Sunan Gunung Jati Ba’lawy di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Berita Terkait

Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan
1 Ramadhan: PERSIS gunakan Imkanur Rukyat, membanding dengan NU dan Muhammadiyah
14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I
28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia
Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?
Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?
Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi
Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:04 WIB

Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan

Kamis, 19 Februari 2026 - 04:21 WIB

1 Ramadhan: PERSIS gunakan Imkanur Rukyat, membanding dengan NU dan Muhammadiyah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:00 WIB

14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:06 WIB

28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:40 WIB

Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131