Mengulas Mitos dan Cerita Menyedihkan di Situ Batu Karut Sukaraja Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 2 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situ Batu Karut, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Situ Batu Karut, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com – Banyak muda-mudi sering datang ke Situ Batu Karut. Dari mereka yang mengunjungi bersama pasangan, tamasya bersama teman, hingga si jomblo yang larut dalam kesendirian.

Namun, ada sejumlah mitos beredar di kalangan masyarakat terkait penamaan danau yang memiliki pemandangan menawan ini

Berikut adalah ulasan seputar mitos di Situ Batu Karut disarikan dari tulisan di sukabumixyz.com, dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (2/3/2024) dini hari. Baca lengkap: 5 cerita menarik hingga menyedihkan di Situ Batu Karut Sukabumi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situ Batu Karut nan indah ini terletak di Kampung Batu Karut RT 003/08, Desa Selawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebuah danau yang membelah dua kampung, yaitu Batu Karut di sisi timur, dan Pulopanggang di sisi barat.

Batu Karut kini menjadi salah satu destinasi wisata yang indah dan menarik untuk dikunjungi baik wisatawan lokal, maupun dari luar daerah. Di area situ ini, pengunjung dapat melihat-lihat kejernihan air dari kolam kecil dan pancuran tujuh di sana.

Tak mengherankan jika saat weekend dan hari libur nasional, banyak orang yang mengunjunginya, dari sekadar nongkrong, berolahraga, hingga berekreasi. Bahkan, ada juga yang sekadar memancing ikan.

Baca Juga :  Bikin Penasaran, Ini Lho 5 Tempat Wisata Tersembunyi di Sukabumi

Karenanya, di tempat ini banyak terdapat rakit yang biasa digunakan untuk memancing ikan atau sekadar bermain-main ke tengah danau.

Konon, di area danau ini dulu banyak terdapat rumah-rumah dan tempat penggilingan beras. Kemudian setelah warga di sana pindah, tempat itu dijadikan destinasi wisata air, Situ atau Danau Batu Karut.

Mata air situ ini kini hanya dinaungi pohon-pohon besar khas hutan di kaki Gunung Gede Pangrango seluas lima hektar, dengan status tanah milik PDAM Kota Sukabumi.

Sayangnya, di kiri dan kanan lokasi ini dipadati pemukiman penduduk. Padahal, dalam model zonasi perlindungan mata air, seharusnya pada Zona 1, radius 13,5 hektar, tidak boleh ada pemukiman ataupun aktivitas yang bisa merusak ekosistem hutan.

Sedangkan pada Zona 2, dari model perlindungan mata air yang luasannya adalah 72 hektar, seharusnya tidak boleh ada aktivitas yang bisa mencemari air tanah.

Di jalan yang semakin menyempit menanjak dan hanya dialasi bebatuan. Di sepanjang jalan ada sejumlah kegiatan yang sebenarnya bisa menimbulkan pencemaran, seperti pengolahan pupuk kandang, peternakan ayam dan sapi.

Paling menyedihkan, seluas 72 hektar Zona 2 tidak ada satu pohon besar yang hidup. Semua lahan sudah berganti fungsi menjadi ladang holtikultura milik sebuah perusahaan swasta. Dan sepanjang mata memandang ke arah puncak Gunung Gede Pangarango yang ada adalah perkebunan, nyaris tanpa pepohonan besar atau pohon pinus khas Gede Pangrango.

Baca Juga :  Warga Sukabumi ingin buka tempat wisata atau agroforestri di lahan Perhutani? Simak cara dan syaratnya
Situ Batu Karut, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa
Situ Batu Karut, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Cerita di Balik Nama Batu Karut

Di balik nama Batu Karut ada cerita menarik. Menurut warga setempat, di area tersebut dulunya terdapat sebuah batu terikat akar beringin. Ajaibnya, akar beringin ini bisa mengangkat batu itu keatas kurang lebih setinggi satu meter.

Batu Karut, dalam bahasa Sunda bisa diartikan “batu anu dikarut ku akar” yang artinya “batu yang diikat dengan akar”. Maka kampung tersebut dinamakan Kampung Batu Karut. Tapi sekarang batu yang di ikat oleh akarnya itu sudah tidak bisa lagi kita temukan.

Konon pula, menurut warga setempat, masyarakat di sini masih meyakini mitos bahwa pernah ada pohon kelapa yang menjulang tinggi tumbuh persis di tengah-tengah situ. Selain itu, juga mitos jika di situ tersebut hidup seekor ikan memakai anting, atau dalam bahasa Sunda biasa disebut lauk antingan.

Selain itu, ada banyak yang menjadikan tujuan mengunjunginya karena tertarik dengan tempat pemandiannya yang bernama “Pancuran Tujuh” yang terletak di utara Danau Batu Karut. Pancuran Tujuh ini berair jernih yang berasal dari sumber mata air.

Selain itu, sumber air situ ini juga bisa digunakan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari.

Berita Terkait

Pangling! MUA asal Sukabumi sukses bikin wanita jarang dandan terlihat cantik
Ustadz Derry Sulaiman: Denny Sumargo, Willy Salim dan Hotman Paris segera mualaf
Warga Sukabumi tahu kenapa gambar Khong Guan Biscuits tanpa ayah? Ternyata ini alasannya
5 foto paling sopan Lisa Mariana, ngaku selingkuhan Ridwan Kamil dirujak warganet
Geunjleung! Ridwan Kamil dan Lisa Mariana selingkuh dan punya anak
Viral Bobon Santoso pakai baju tahanan BNN setelah mualaf
Sindir naturalisasi tiga pemain Timnas, media Malaysia ledek nilai Paspor Indonesia
Ketika Kombes Ade Ary Syam Indradi dibuat jengkel, pria asal Sukabumi ini akhirnya nasihati jenderal

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 05:11 WIB

Pangling! MUA asal Sukabumi sukses bikin wanita jarang dandan terlihat cantik

Rabu, 2 April 2025 - 10:00 WIB

Ustadz Derry Sulaiman: Denny Sumargo, Willy Salim dan Hotman Paris segera mualaf

Senin, 31 Maret 2025 - 00:39 WIB

Warga Sukabumi tahu kenapa gambar Khong Guan Biscuits tanpa ayah? Ternyata ini alasannya

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:00 WIB

5 foto paling sopan Lisa Mariana, ngaku selingkuhan Ridwan Kamil dirujak warganet

Kamis, 27 Maret 2025 - 06:46 WIB

Geunjleung! Ridwan Kamil dan Lisa Mariana selingkuh dan punya anak

Berita Terbaru

Bojan Hodak dan Gustavo Franca merayakan gol - Persib

Olahraga

3 laga penentuan! Catat jadwal Persib Bandung April 2025

Jumat, 4 Apr 2025 - 10:00 WIB