Pacari Lina, pria Singapura dibunuh di Perum BMI Sukabumi, mayat dicor semen

- Redaksi

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pria korban penganiayaan di dalam kamar - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pria korban penganiayaan di dalam kamar - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Seorang warga negara asing (WNA) asal Singapura berinisial SS (80) dibunuh secara sadis di salah satu kamar di Perumahan Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI), Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Belakangan terungkap, jasadnya dicor semen, lalu dibuang ke bendungan di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.

Polisi ungkap motif pembunuhan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cilacap menduga kuat aksi keji tersebut dipicu oleh rasa cemburu salah satu tersangka terhadap kedekatan korban SS dengan seorang perempuan bernama Lina berusia 40 tahun. Korban diketahui menjalin hubungan dekat dengan seorang perempuan yang telah memiliki pasangan.

Pasangan dari perempuan itulah yang diduga menjadi otak sekaligus pelaku dalam kasus ini.

“Motif sementara karena cemburu. Korban diduga memiliki hubungan dekat dengan seorang perempuan yang sudah memiliki pasangan, dan pasangan tersebut merupakan salah satu dari tiga tersangka,” ujar Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono saat konferensi pers di Mapolresta Cilacap, Jumat (27/3/2026).

Jasad dicor semen

Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang saat perjalanan dari Jakarta menuju Bogor, diduga diserang secara mendadak oleh para pelaku.

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa maut tersebut terjadi pada 16 Februari 2026 sekira pukul 19.30 WIB di sebuah rumah di komplek perumahan BMI, Sukabumi.

Peran para pelaku terbagi secara sistematis. Tersangka berinisial H bertindak sebagai eksekutor yang memukul korban menggunakan batang bambu hingga lemas. Sementara tersangka K bertugas membekap mulut korban untuk mencegahnya berteriak.

“Setelah korban tak berdaya, tangan, kaki, hingga matanya dililit menggunakan lakban,” jelas Budi.

Kekejaman pelaku berlanjut dengan membungkus jasad korban menggunakan kain sprei dan plastik, lalu melapisi seluruh tubuh korban dengan adonan semen hingga mengeras.

Untuk menghilangkan jejak, para pelaku membungkus jasad korban dengan sprei dan plastik, lalu mengecor tubuh SS dengan semen. Para pelaku kemudian membawa jasad tersebut berkeliling selama sekira 30 menit menggunakan mobil.

Jasad dalam kondisi tercor itu kemudian dibawa menuju wilayah Jawa Tengah dan dibuang ke aliran Sungai Citanduy, Bendung Menganti, Kecamatan Wanareja, Cilacap, dengan harapan tidak akan pernah ditemukan.

Namun, siasat itu gagal setelah warga menemukan bungkusan mencurigakan mengapung di sungai pada Jumat (20/2/2026).

Penemuan ini segera ditindaklanjuti oleh Polresta Cilacap yang berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, mengingat sebelumnya terdapat laporan orang hilang atas nama korban yang berdomisili di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Satu tersangka buron

Hingga saat ini, Polresta Cilacap telah mengamankan dua tersangka. Namun, polisi masih melakukan pengejaran intensif terhadap satu tersangka lain yang terlibat dalam aksi pembunuhan WNA Singapura di Cilacap tersebut.

Meski motif asmara menjadi dugaan kuat, polisi menegaskan penyelidikan masih terus dikembangkan guna mengungkap kemungkinan adanya motif lain serta keterlibatan pihak-pihak tambahan.

“Ini masih kami dalami secara menyeluruh,” kata Kapolresta.

Ketiga pelaku diketahui sudah saling mengenal sejak lama karena pernah bekerja bersama.

Berita Terkait

Kasus siram air keras ke eks Ketua OSIS SMAN 1 Cicurug Sukabumi, Kabais mundur, PSHK: Pidana umum
PDIP tolak peradilan militer adili penyiram air keras ke alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi
Sempat dikira ke Sukabumi, wanita 56 tahun dibunuh suami siri yang diusir sebab nganggur
Cekik selingkuhan hingga tewas, buruh asal Cisolok Sukabumi terancam 20 tahun penjara
Bikin nangis Wakil Ketua Komisi III DPR RI, minta ibu tiri Nizam di Sukabumi jadi tersangka
Januari-10 Februari: 32 pelaku penipuan, pencabulan hingga maling motor di Sukabumi dibekuk
Terjadi di Sukabumi, kenali bahaya child grooming cases, ke mana harus mengadu?
Niat bela istri korban jambret, Hogi Minaya malah ditetapkan tersangka oleh polisi

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:11 WIB

Pacari Lina, pria Singapura dibunuh di Perum BMI Sukabumi, mayat dicor semen

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:33 WIB

Kasus siram air keras ke eks Ketua OSIS SMAN 1 Cicurug Sukabumi, Kabais mundur, PSHK: Pidana umum

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:10 WIB

PDIP tolak peradilan militer adili penyiram air keras ke alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:00 WIB

Sempat dikira ke Sukabumi, wanita 56 tahun dibunuh suami siri yang diusir sebab nganggur

Minggu, 8 Maret 2026 - 04:50 WIB

Cekik selingkuhan hingga tewas, buruh asal Cisolok Sukabumi terancam 20 tahun penjara

Berita Terbaru