Survei: Nilai politik luar negeri dan ekonomi Donald Trump anjlok di mata publik AS

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos menunjukkan approval rating Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump anjlok ke level terendah menjadi 36%, dari 40% pada survei pekan sebelumnya, sejak ia kembali menjabat di Gedung Putih.

Survei daring nasional ini melibatkan 1.272 responden dewasa di AS. Survei ini memiliki margin of error (batas galat) sebesar 3 poin persentase.

Survei yang dilakukan selama empat hari hingga Senin itu menyoroti memburuknya persepsi publik terhadap kinerja Trump, terutama dalam menangani ekonomi dan kenaikan biaya hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil survei 

Lonjakan harga bahan bakar, yang terjadi setelah serangan militer terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, menjadi salah satu pemicu utama penurunan dukungan.

Hanya 25% responden yang menyatakan puas dengan penanganan Trump terhadap biaya hidup. Sementara itu, tingkat persetujuan atas kebijakan ekonominya hanya mencapai 29%, terendah sepanjang masa jabatannya dan lebih rendah dibandingkan pendahulunya, Joe Biden.

“Penting bagi masyarakat untuk mengetahui bahwa presiden merasakan penderitaan mereka dan bantuan sedang dalam perjalanan,” kata Amanda Makki, ahli strategi politik dari Partai Republik, dikutip Kamis (26/3/2026).

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump - sukabumiheadline.com
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump – sukabumiheadline.com

Dari sisi geopolitik, perang dengan Iran juga membebani citra Trump. Survei menunjukkan hanya 35% warga AS yang menyetujui serangan ke Iran, sementara 61% menyatakan tidak setuju. Angka ini memburuk dibandingkan jajak pendapat sebelumnya.

Kekhawatiran publik terhadap dampak konflik juga meningkat. Sekitar 46% responden menilai perang tersebut akan membuat Amerika Serikat kurang aman dalam jangka panjang, sedangkan hanya 26% yang melihatnya akan meningkatkan keamanan nasional.

Di tengah eskalasi konflik, laporan menyebutkan Washington berencana mengirim ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah. Di sisi lain, Iran membantah adanya negosiasi seperti yang diklaim Trump.

Dampak ekonomi mulai terasa, terutama dari sisi energi. Harga bensin di AS dilaporkan melonjak sekitar US$1 per galon sejak perang dimulai. Kenaikan ini berpotensi menekan perekonomian lebih luas.

Survei juga mencatat 63% warga AS menilai kondisi ekonomi saat ini “agak lemah” atau “sangat lemah”. Rinciannya termasuk 40% pemilih Partai Republik, 66% independen, dan 84% Demokrat.

“Ini memberikan peluang besar bagi Demokrat untuk membuat kemajuan besar dalam pemilihan paruh waktu,” ujar Doug Farrar, ahli strategi dari Partai Demokrat.

Meski demikian, dalam isu ekonomi, Partai Republik masih sedikit lebih dipercaya. Sekitar 38% responden menilai Partai Republik lebih mampu mengelola ekonomi, dibandingkan 34% yang memilih Demokrat.

Berita Terkait

DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan
Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP
10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026
Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut
Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang
Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa
Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan
Blokade Selat Hormuz, militer AS tak punya nyali cegah tanker China lewat
Tag :

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:08 WIB

DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:58 WIB

Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP

Senin, 4 Mei 2026 - 22:47 WIB

10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 07:00 WIB

Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut

Minggu, 26 April 2026 - 17:55 WIB

Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang

Berita Terbaru

Ilustrasi Dolar AS dan Rupiah - sukabumiheadline.com

Ekonomi

Sindir Rupiah loyo, DPR: Kalau Rp17.845 Indonesia Merdeka

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:00 WIB