Pesepakbola Muslim Jadi Pemain Terbaik Prancis

- Redaksi

Jumat, 14 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karim Benzema. l Istimewa

Karim Benzema. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com I Dominasi kecil Kylian Mbappe dalam memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Sepak Bola Prancis direbut pesepakbola Muslim, Karim Benzema.

Penyerang Real Madrid itu menyabet penghargaan sebagai Pemain Terbaik tahun 2021. Bagi Benzema, itu menjadi penghargaan keempatnya, seperti laporan Daily Mail, Jumat (14/1/2022).

Meskipun usianya tak lagi muda, 34 tahun, Benzema memiliki tahun yang spektakuler untuk klub dan negara yang membuatnya mencetak 38 gol untuk Los Blancos dari Januari hingga Desember.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Benzema juga dipanggil kembali ke skuad Prancis di Euro 2020 dan memenangkan UEFA Nations League.

Meskipun Mbappe menjadi pemain ke-20 yang mencetak 50 gol atau lebih dalam satu tahun kalender sejak pergantian abad tahun ini, Benzema-lah yang mengklaim salah satu penghargaan individu tertinggi di Prancis.

Mbappe juga telah memenangkan dua edisi penghargaan sebelumnya pada 2018 dan 2019, tetapi Benzema meraih penghargaan versi pertamanya dalam tujuh tahun. Ia berarti ia kini telah meraih penghargaan tersebut sebanyak empat kali.

Mbappe sendiri memiliki ayah seorang pemeluk Kristen asal Kamerun dan ibu seorang Muslimah asal Aljazair. Meskipun ia kerap mengucapkan selamat setiap perayaan hari besar Islam, tidak diketahui apa agama yang dianutnya.

Mbappe sendiri disebut-sebut akan menjadi rekan duet Benzema di Real Madrid pada 2022. Ia telah memberi ucapan selamat kepada rekan senegaranya itu di media sosial atas penghargaan yang didapatkannya.

Pemenang lainnya dalam beberapa tahun terakhir termasuk N’Golo Kante dari Chelsea, striker Antoine Griezmann dan mantan gelandang PSG Blaise Matuidi. Hanya satu pemain yang sekarang telah memenangkan penghargaan lebih banyak dari Benzema, yakni Thierry Henry sebanyak penghargaan lima kali antara tahun 2000 dan 2006 ketika ia berada di Arsenal.

Berita Terkait

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam
Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027
Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa
Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak
Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini
Lama dibekap cedera, Gakuto Notsuda tak sabar debut laga Madura United vs Persib
Footy Rankings – AFC Club Competitions Ranking prediksi Persib four-peat juara Super League
IWL 2026/2027, Pelatih Timnas Indonesia ingin putrinya bermain Liga Putri

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB