Presiden Suriah keturunan Nabi SAW sang pembebas, Imam Mahdi dan tanda kiamat

- Redaksi

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pemimpin perang Muslim - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pemimpin perang Muslim - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Presiden Suriah saat ini, Ahmed al-Sharaa, adalah sosok pembebas negaranya dari cengkeraman rezim Bashar al-Assad yang digulingkan pada Desember 2024 lalu. Ahmed Al-Sharaa dilantik di Damaskus sebagai presiden pada Pemerintahan Transisi Suriah sejak 29 Januari 2025.

Berdasarkan pengakuan sang ayah Hussein al-Sharaa, Ahmed disebut sebagai keturunan Rasulullah SAW. Hussein menegaskan bahwa keluarganya berasal dari Desa Jibeen, yang merupakan pemilik tanah terbesar hingga 80%, dan memiliki kedudukan sosial yang dihormati.

Ia juga menyebut keluarganya memiliki ikatan dengan Ahlul Bait dan termasuk dalam garis keturunan Bani Hasyim. Baca selengkapnya: Profil Ahmed al-Sharaa, Presiden Suriah keturunan Rasulullah SAW?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, Narasi terkait keturunan Nabi sering dikaitkan oleh sebagian pihak dengan harapan munculnya pemimpin akhir zaman, namun ulama mengingatkan untuk bijak dan berhati-hati dalam menentukan klaim tersebut.

Dalam konteks pemimpin akhir zaman, sosok pemimpin dari Damaskus adalah Imam Mahdi (pemimpin yang diberi petunjuk). Imam Mahdi (bersama Nabi Isa AS) akan memimpin perang Malhamah al-Kubra atau perang besar, yakni melawan kezaliman dan Dajjal.

Dalam sejumlah hadits, Damaskus disebut sebagai pusat operasional penting bagi pasukan kaum Muslimin menjelang datangnya hari kiamat.

Pembebasan Damaskus sebagai tanda akhir zaman 

Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa - Ilustrasi sukabumiheadline.com
Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Pembebasan Damaskus dalam sejarah Islam, yang sering dikaitkan dengan narasi futuhat (penaklukan) di era sahabat, dipimpin oleh panglima-panglima besar di bawah khalifah Umar bin Khattab.

Sosok-sosok yang berperan penting dalam pembebasan Damaskus, antara lain Abu Ubaidah bin al-Jarrah, seorang panglima tertinggi pasukan Islam di wilayah Syam (Suriah) yang mendapat perintah langsung dari Khalifah Umar bin Khattab untuk menyerang dan membebaskan Damaskus.

Kemudian, Khalid bin Walid, terlibat dalam pengepungan dan pembebasan Damaskus, membawa strategi militer yang krusial bagi kemenangan umat Islam. Lalu, Yazid bin Abu Sufyan, salah satu komandan pasukan yang ikut serta dalam pengepungan Damaskus.

Pembebasan Damaskus secara historis terjadi pada masa awal kekhalifahan Islam, sekira 634-635 M (14 Hijriah), yang menandai dimulainya era kekuasaan Islam di wilayah Syam.

Dari tempat turunnya Nabi Isa AS hingga Imam Mahdi 

Dalam konteks eskatologi Islam pembebasan Damaskus sering diingat sebagai tanda akhir zaman. Bahkan, dalam satu hadits Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa Damaskus merupakan tempat turunnya Nabi Isa AS di menara putih.

Sedangkan berdasarkan riwayat hadits, sosok yang akan memimpin pasukan Islam dalam pembebasan dan menjadi benteng utama di Damaskus (Suriah) pada akhir zaman adalah Imam Mahdi. Damaskus disebutkan sebagai pusat pertahanan kaum Muslimin saat terjadi perang besar (Malhamah al-Kubra).

Dalam hadits tentang Damaskus sebagai Pusat Pertahanan/Pusat Pasukan, Rasulullah SAW bersabda: “Tempat berkumpulnya kaum Muslimin pada saat perang (Malhamah al-Kubra) adalah di tanah Ghautha, di dekat sebuah kota yang disebut Damaskus. Itu adalah kota terbaik di Syam.” (HR. Abu Dawud).

Adapun hadits tentang Kepemimpinan Imam Mahdi, sosok ini digambarkan sebagai pemimpin yang akan memakmurkan bumi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi kezaliman.
Imam Mahdi akan memimpin selama 7 atau 8 tahun… Semasa kepemimpinannya Imam Mahdi akan membawa kaum muslimin untuk memerangi kezaliman, hingga satu demi satu kedzaliman akan tumbang takluk dibawah kekuasaanya.

Selain itu, terdapat hadits tentang Pasukan Panji Hitam dari Timur, yakni pasukan yang mendukung Imam Mahdi sering dikaitkan dengan riwayat panji hitam dari arah Timur (Khurasan) yang akan menegakkan kembali khilafah.

Jika kalian melihat panji-panji hitam datang dari arah Khurasan, maka datangilah dia, meskipun harus merangkak di atas salju, karena di dalamnya ada Khalifah Allah, Al-Mahdi.” (HR. Ibn Majah – hadits ini memiliki perdebatan kualitas di kalangan ulama, namun sering dikutip dalam eskatologi).

Berdasarkan hadits-hadits mengenai tanda-tanda akhir zaman, sosok yang akan memimpin pembebasan dan menjadi benteng terakhir umat Islam di Damaskus, Suriah, adalah Nabi Isa AS.

 

Berikut adalah poin-poin penting berdasarkan hadits:

Turun di Damaskus: Nabi Isa ‘Alaihissalam akan turun di menara putih (Al-Manaratul Baydha’) di timur Damaskus.
Memimpin Umat Islam: Beliau turun untuk membunuh Dajjal dan memimpin kaum Muslimin saat itu.

Dalam riwayat lain, Damaskus (khususnya wilayah Ghauthah) disebutkan sebagai tempat terbaik/benteng terakhir umat Islam saat terjadi huru-hara akhir zaman.

Perlu dibedakan antara pembebasan Damaskus di akhir zaman (masa Nabi Isa) dengan pembebasan Damaskus secara sejarah pada masa Khalifah Umar bin Khattab (tahun 635 M) yang dipimpin Khalid bin Walid.

Berita Terkait

Profil dan perjalanan karier Fitria Yusuf, bos jalan tol mualaf karena ayah rajin sedekah
Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan
Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?
Kisah 5 tokoh Sukabumi mualaf dan sukses jadi pengusaha, menteri, hingga istri pangeran
Kisah inspiratif pria asal Sukabumi, tinggalkan gaji ratusan juta, mualaf, lalu jualan cincau
Kisah mualaf Nio Cwan Chung asal Sukabumi, kini Komisaris Independen Bank BUMN
Kisah haru Marsha Timothy mantap memeluk Islam
Kisah Ketum GRIB Jaya Hercules mualaf, kini mengaku rajin ibadah

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 04:22 WIB

Presiden Suriah keturunan Nabi SAW sang pembebas, Imam Mahdi dan tanda kiamat

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:00 WIB

Profil dan perjalanan karier Fitria Yusuf, bos jalan tol mualaf karena ayah rajin sedekah

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:04 WIB

Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:40 WIB

Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?

Jumat, 23 Januari 2026 - 00:01 WIB

Kisah 5 tokoh Sukabumi mualaf dan sukses jadi pengusaha, menteri, hingga istri pangeran

Berita Terbaru

Beckham Putra Nugraha, pemain Persib Bandung - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Sempat tertinggal, Persib menang 4-1 atas Pemen Padang

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:40 WIB