Profil Mohammad Ali, Menkes ke-5 RI asal Sukabumi dan pencetus fakultas kedokteran

- Redaksi

Sabtu, 21 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lie Kiat Teng mengganti nama menjadi Mohammad Ali. l Istimewa

Lie Kiat Teng mengganti nama menjadi Mohammad Ali. l Istimewa

sukabumiheadline.com – Sosok Mohammad Ali, Menteri Kesehatan ke-5 RI asal Sukabumi, Jawa Barat, namanya tidak sepopuler KH Ahmad Sanusi, ulama yang telah ditetapkan sebagai pahlawan Nasional. Baca selengkapnya: Silsilah Pahlawan Nasional asal Sukabumi, KH Ahmad Sanusi ke Sunan Giri hingga Rasulullah SAW

Namun, Mohammad Ali bukanlah sosok sembarang. Pria kelahiran Sukabumi, 17 Agustus 1912 ini merupakan politikus ternama pada masanya. Bahkan, ia pernah menduduki jabatan menteri kabinet.

Pria ini awalnya bernama Lie Kiat Teng, namun setelah mualaf pada 1946, ia memutuskan mengganti namanya menjadi Mohammad Ali. Baca selengkapnya: Mengenang Lie Kiat Teng, Mualaf dari Sukabumi Jadi Menteri Kesehatan dan Politikus PSII

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lie Kiat Teng adalah Menteri Kesehatan (Menkes) ke-5 Republik Indonesia dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Ia juga anggota Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII).

Baca Juga: Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

Riwayat pendidikan

Lie Kiat Teng atau Mohammad Ali menempuh pendidikan di Nederlandsch Indische Artsen School atau Sekolah Dokter Hindia Belanda. Setelah lulus, dia bekerja sebagai dokter pemerintah di Curup dan Bengkulu kemudian pindah ke perusahaan tambang di Rejang Lebong dan rumah sakit di Waringin Tiga.

Pada masa pendudukan Jepang, dia menjabat sebagai kepala divisi kesehataan pemerintah. Setelah Indonesia merdeka, dia menjadi dokter di Palembang.

Ali Sastroamidjojo kemudian menunjuk Lie Kiat Teng sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Ali I periode 9 Oktober 1953 – 12 Agustus 1955. Ia menggantikan Menkes sebelumnya, Ferdinand Lumban Tobing. Selanjutnya, Mohammad Ali digantikan oleh Johannes Leimena.

Selama dua tahun berkiprah menjadi Menteri Kesehatan, dia mencetuskan ide pembangunan fakultas kedokteran pada Kongres IDI 1953.

Salah satu hasil kerjanya yang terkenal yaitu pembangunan RSUP Dr. Mohammad Hoesin dan sebagai tanda terima kasih, nama beliau diabadikan menjadi nama jalan di sekitar area rumah sakit. Baca selengkapnya: Profil RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang milik FK Unsri, didirikan dokter asal Sukabumi

Mohammad Ali meninggal dunia di Jakarta pada 21 Juli 1983 di rumahnya.

Berita Terkait

Presiden Suriah keturunan Nabi SAW sang pembebas, Imam Mahdi dan tanda kiamat
Jejak sejarah 1 April, dari April Mop, Hari Jadi Kota Sukabumi dan Blitar hingga Okinawa
Profil dan perjalanan karier Fitria Yusuf, bos jalan tol mualaf karena ayah rajin sedekah
Jadwal jemaah haji 2026 berangkat ke Tanah Suci, di tengah kecamuk perang Timur Tengah
Hari jadi ke-60, mengenang 5 periode Setukpa Polri Sukabumi
Tahun Baru Kristen, sejarah 25 Maret Hari Kabar Gembira bagi pemeluk Kristiani
Membaca pesan di Prasasti Sukabumi 25 Maret 804, kenapa ada di Kediri?
Rasulullah SAW anjurkan perempuan haid sekalipun tetap hadir shalat Id di lapangan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 04:22 WIB

Presiden Suriah keturunan Nabi SAW sang pembebas, Imam Mahdi dan tanda kiamat

Rabu, 1 April 2026 - 19:29 WIB

Jejak sejarah 1 April, dari April Mop, Hari Jadi Kota Sukabumi dan Blitar hingga Okinawa

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:00 WIB

Profil dan perjalanan karier Fitria Yusuf, bos jalan tol mualaf karena ayah rajin sedekah

Selasa, 31 Maret 2026 - 02:40 WIB

Jadwal jemaah haji 2026 berangkat ke Tanah Suci, di tengah kecamuk perang Timur Tengah

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Hari jadi ke-60, mengenang 5 periode Setukpa Polri Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump - sukabumiheadline.com

Internasional

Donald Trump desak gencatan senjata, Iran tolak mentah-mentah

Sabtu, 4 Apr 2026 - 19:06 WIB