sukabumiheadline.com – Setelah Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel di Teheran, Iran pada 28 Februari 2026 lalu, Negeri Mullah tersebut masih belum memiliki sosok penggantinya. Baca selengkapnya: Profil Ali Khamenei: Innalillahi, pemimpin tertinggi Iran dibunuh AS-Israel
Namun, setelah Ayatollah Alireza Arafi ditunjuk sebagai anggota Dewan Kepemimpinan Sementara bersama Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i., kini muncul satu nama yang digadang-gadang menjadi kandidat terkuat pengganti, yakni Mojtaba Khamenei yang merupakan putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei. Baca selengkapnya: Profil, pendidikan dan karier politik Ayatollah Alireza Arafi, suksesor Ali Khamenei yang gugur
Dalam artikel berjudul Unmasking the Bayt, Mojtaba dianggap paling berpengaruh secara politik dan sering disebut sebagai calon penerus ayahnya dibanding saudara-saudaranya yang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemunculan Mojtaba sebagai calon kuat tidak hanya datang dari pengaruh ayahnya, tapi dari peran yang dimainkannya di Kantor Pemimpin Tertinggi.
Terbaru, sosoknya ditolak Presiden AS, Donald Trump, karena Mojtaba menjadi sorotan ketika kerusuhan terjadi dalam unjuk rasa yang terjadi dalam sengketa pemilihan umum Presiden Iran 2019. Ia diyakini bertanggungjawab atas kerusuhan itu.
Trump menegaskan bahwa kepemimpinan baru Iran sebaiknya bersikap lebih terbuka terhadap Amerika Serikat.
Diberitakan Aljazeera, dalam wawancara dengan Axios, Trump menolak kemungkinan putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, menjadi penerus.
“Mereka hanya membuang-buang waktu. Putra Khamenei itu orang yang tidak berbobot. Harus dilibatkan dalam penunjukan tersebut,” kata Trump.
Profil dan biodata Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei

Pemilik nama lengkap Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei (bahasa Persia: سید مجتبی حسینی خامنهای;) ini lahir di Masyhad pada 8 September 1969. Ia adalah seorang ulama asal Iran dan putra kedua dari Ali Khamenei dan Mansoureh Khojaste Bagherzadeh.
Ia menikah dengan Zahra Haddad-Adel (2004–2026), dan memiliki anak Mohammad-Bagher Khamenei dan Fatemeh Khamenei. Zahra Haddad Adel sendiri merupakan putri mantan Ketua Parlemen Iran.
Mojtaba memiliki saudara kandung, yakni Mostafa Khamenei, Masoud Khamenei, Meysam Khamenei, Boshra Khamenei, dan Hoda Khamenei.
Kendati Ali Khamenei bukan seorang raja dan tidak bisa serta merta mewariskan takhta pada putranya, Mojtaba memiliki kekuatan penting di antara lingkaran orang-orang garis keras di sekitar ayahnya, yang membayangi badan konstitusional. Jika dia mendapat dukungan dari Garda Revolusi, mereka dapat memengaruhi proses pemilihan hukum yang menguntungkannya.
Baca Juga: Profil Ahmed al-Sharaa, Presiden Suriah keturunan Rasulullah SAW?
Masa kecil dan kehidupan pribadi

Masa kecil Mojtaba bertepatan dengan kemunculan ayahnya sebagai tokoh revolusioner terkemuka melawan monarki Iran, Shah Mohammad Reza Pahlavi. Pada momen ini, Mojtaba kecil kerap menyaksikan ayahnya mendapat penyiksaan atas aksi-aksi revolusinya.
Setelah Revolusi Islam pada 1979, nasib politik keluarganya berubah secara dramatis. Mojtaba pindah dari Masyhad ke Teheran seiring ayahnya yang menempati posisi-posisi strategis.
Mojtaba sekolah di SMA Alavi, tempat pelatihan bagi para elit rezim dan lulus pada tahun 1987.
Selanjutnya, Mojtaba bertugas di angkatan bersenjata selama Perang Iran-Irak, khususnya Batalyon Habib. Setelah Ali Khamenei diangkat menjadi pemimpin tertinggi pada 1989, Mojtaba menjadi putra mahkota dan mulai studi keagamaannya.
Pada 1999 ia sempat pindah ke Qom untuk memperdalam ilmu agamanya.
Dikutip sukabumiheadline.com dari artikel berjudul Pemimpin Tertinggi Iran: Siapa yang akan menggantikan Ali Khamenei di tengah rumor tentang kesehatannya? dari BBC, dalam kurun 1990-an akhir, profil Mojtaba mulai menguat dan selalu tampil di samping ayahnya.
Intrik politik
Dalam artikel Mojtaba Khamenei: The Supreme Leader’s Gatekeeper & Guardian, pada 2005, Mojtaba dilaporkan campur tangan dalam pemilihan presiden. Mehdi Karroubi, mantan ketua parlemen Iran dan Calon Presiden Iran saat itu, menuduh Mojtaba memberikan dukungan penting kepada Mahmoud Ahmadinejad yang terpilih sebagai Presiden Iran.
Dalam pemilihan 2009, intervensi ini berlanjut, dengan laporan bahwa Mojtaba merekayasa kemenangan pemilihan kembali presiden Ahmadinejad.
Karier militer
Karier militer dimulai pada 1987 dengan masuk ke Angkatan Darat. Pada tahun yang sama, dia menjadi anggota satuan Divisi Mohammad Rasulullah ke-27. Setelahnya, ia menempuh karier militer di Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran. Dia pernah memimpin Habib Ring dan memiliki pengaruh besar di Basij, salah satu sayap organisasi IRGC.
Mojtaba sering terlibat misi selama perang Iran-Irak, seperti Operasi Beit ol-Moqaddas 2, Operasi Beit ol-Moqaddas 4
Operasi Fajar 10. Ia juga terlibat dalam menghentikan Gerakan Hijau Iran pada 2009-2010. Adapun aksi tersebut merupakan protes adanya kecurangan atas terpilihnya Mahmoud Ahmadinejad sebagai Presiden Iran.
Silsilah ke Nabi Muhammad SAW
Dikutip dari Kitab Hamzah bin Musa Al-Kadzim, Kitab Bani Fatimah dan Kitab Asy-Syajarah Ath-Thaybah, dan Encyclopédie de l’Islam, Mojtaba disebut sebagai keturunan ke-41 dari Nabi Muhammad SAW.
- Nabi Muhammad Shallallahu Alahi Wasallam
- Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra
- Imam Husein Asy-Syahid
- Imam Ali Zainal Abidin
- Sayyid Ali Al-Asghar
- Sayyid Hasan Al-Afthas
- Sayyid Husein
- Sayyid Hasan
- Sayyid Muhammad Al-Mada’ini
- Sayyid Ahmad
- Mir Sayyid Ali Ath-Thaybah
- Mir Sayyid Ali Ats-Tsani
- Sayyid Mir Ali Ats-Tsalits
- Mir Sayyid Abdul Fattah
- Mir Syarifuddin An-Nasabah
- Sayyid Abdul Majid
- Sayyid Shamad
- Sayyid Abdullah
- Sayyid Mubarak Syah
- Sayyid Ruhullah
- Sayyid Fathullah
- Sayyid Majduddin
- Sayyid Najmuddin
- Sayyid Mahmud
- Sayyid Husein
- Sayyid Hasan
- Mir Sayyid Baba Hasyim Muhammad
- Sayyid Bayazid
- Mir Sayyid Jalal
- Mir Sayyid Ridha
- Sayyid Ruhullah
- Sayyid Quthbuddin
- Sayyid Dhahiruddin
- Sayyid Fakhruddin Tafrasyi Fakhrayi
- Sayyid Mirza Ali Akbar
- Sayyid Muhammad Taqi
- Sayyid Muhammad Husaini Tafrasyi
- Sayyid Husein Najafi
- Ayatullah Sayyid Jawad Khamenei
- Imam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei (Pemimpin Tertinggi Iran yang gugur akibat serangan AS-Israel beberapa waktu lalu.









