Riwayat sekolah dan nilai ijazah Ahmad Sahroni yang respons kritik dengan “tolol sedunia”

- Redaksi

Minggu, 31 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai ijazah Ahmad Sahroni - Ist

Nilai ijazah Ahmad Sahroni - Ist

sukabumiheadline.com – Wakil ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat ini menjadi sorotan publik ditengah tekanan masyarakat yang menentang keras pemberian tunjangan DPR. Pernyataan kontroversialnya menyita hampir di semua lini media massa dan juga media sosial.

Ahmad Sahroni menuai sorotan setelah menanggapi kritik mereka yang menuntut pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia”.

Ia pun makin disorot tatkala ditantang debat dengan influencer muda sekaligus diaspora Indonesia di Denmark, Salsa Erwina Hutagalung. Namun, Sahroni di akun Instagramnya mengaku tak akan meladeni orang yang mengajaknya debat itu dan memilih bertapa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan Ahmad Sahroni sebagai Anggota DPR

Ahmad Sahroni, yang kerap disapa Roni, lahir di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 8 Agustus 1977. Ia adalah seorang pengusaha sekaligus politiskus Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Ahmad Sahroni menempuh pendidikan dasar dan menengah di SDN Kebon Bawang 05 Pagi, lalu berlanjut ke SMP Yappenda Jakarta Utara, kemudian SMA Negeri 114 Jakarta.

Saat SMA, dia sempat aktif di organisasi sekolah dan menjabat sebagai ketua OSIS. Namun, selepas lulus pada 1995, kondisi ekonomi keluarganya membuatnya tidak bisa langsung melanjutkan ke perguruan tinggi. Demi bertahan hidup, dia bekerja di berbagai sektor.

Diketahui, Sahroni tidak langsung melanjutkan kuliah selepas SMA karena faktor biaya. Ia melanjutkan kuliah beberapa tahun kemudian.

Sahroni pernah menjadi tukang semir sepatu, ojek payung, hingga tukang cuci di kapal pesiar. Ia juga pernah bekerja sebagai sopir truk di perusahaan bahan bakar minyak. Dari pengalaman inilah kemudian lahir citra dirinya sebagai pekerja keras yang membangun karier dari nol.

Langkah politik Ahmad Sahroni dimulai pada 2013 saat ia bergabung dengan Partai NasDem. Setahun kemudian, ia berhasil terpilih menjadi anggota DPR RI daerah pemilihan DKI Jakarta III dengan meraih 60.683 suara pada pemilu 2014.

Nilai ijazah Ahmad Sahroni

Kekinian, Ahmad Sahroni yang menuai sorotan setelah menanggapi publik yang mengkritik DPR sebagai “orang tolol sedunia”, itu menjadi bahan tertawan publik.

Hal itu terjadi setelah salah seorang massa yang menjarah rumah Sahroni men-twit nilai ijazah SMP milik crazy rich Tanjung Priok tersebut, oleh akun @abilball di platform X.

Dalam unggahan tersebut, ijazah SMP Sahroni tercatat pada tahun ajaran 1993/1995, dengan nomor induk 3359. Berdasarkan ijazah tersebut, nilai akademik Sahroni mayoritas berada di angka 6, dengan nilai tertinggi hanya 7.

Berikut rincian nilai ijazah SMP Ahmad Sahroni:

  • Pendidikan Agama 7
  • Pendidikan Moral Pancasila 6
  • Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa 6
  • Pendidikan Kesenian 6
  • Bahasa Indonesia 7
  • Bahasa Inggris 6
  • Ilmu Pengetahuan Sosial 6
  • Ilmu Pengetahuan Alam 6
  • Pendidikan Keterampilan 6
  • Bahasa Daerah 6

Jumlah keseluruhan nilai ijazah SMP Ahmad Sahroni adalah 68.

Berita Terkait

Pujian fans The Cong-Viettel FC untuk Bobotoh, janji sambut fans Persib di Vietnam
Momen KDM gombalin camat asal Sukabumi, janji sering berkunjung
Ada You Matter To Me Day, 4 hal di dunia diperingati setiap 7 Oktober
Mualaf dan disunat usia 24, Willie Salim: Real ya no fake fake
Inspirasi dari Sendi, mahasiswa asal Sukabumi nyambi jadi ojol
Sukabumi juara 1 kabupaten/kota dengan tokoh sejarah terbanyak
10 medsos dengan pengguna terbanyak di Indonesia, bukan Facebook atau TikTok
5 bukti warga Jepang tak mau ganggu pengguna jalan di kompleks perumahan, di Indonesia?

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pujian fans The Cong-Viettel FC untuk Bobotoh, janji sambut fans Persib di Vietnam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:12 WIB

Momen KDM gombalin camat asal Sukabumi, janji sering berkunjung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Ada You Matter To Me Day, 4 hal di dunia diperingati setiap 7 Oktober

Jumat, 25 September 2026 - 23:50 WIB

Mualaf dan disunat usia 24, Willie Salim: Real ya no fake fake

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Inspirasi dari Sendi, mahasiswa asal Sukabumi nyambi jadi ojol

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB