Sejarah dan 5 Ciri Wahabi, Disematkan Gus Miftah ke PKS Berbalik Tantangan Debat

- Redaksi

Jumat, 19 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah. l Istimewa

Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Sebuah potongan video viral di sosial media X memperlihatkan Gus Miftah sedang berorasi di atas panggung yang dihadiri jemaah.

Dalam video tersebut Gus Miftah membandingkan NU dengan PKS. Menurutnya, NU berdakwah secara menyenangkan sementara PKS suka menakut-nakuti dan diidentikkan dengan Wahabi.

Tak hanya itu, Gus Miftah juga meragukan seorang Nahdliyin bisa maju bersama PKS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“(Dakwah) menyenangkan NU, yang sukanya nakut-nakuti Wahabi. Wahabi itu di Indonesia identik dengan PKS. Makanya saya enggak yakin kalo orang NU bisa maju bareng dengan PKS,” kata Gus Miftah.

Pernyataan Gus Miftah tersebut kemudian direspons oleh Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim. Ia balik menantang pria bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman untuk ‘ngaji bareng’ atau berdebat di depan para ahli tafsir usai menafsirkan suatu ayat sehingga menganggap PKS diidentikkan dengan Wahabi.

“Karena ini sudah berlebihan, kita slepet satu sajalah, kita ajak debat atau ‘ngaji bareng’ di depan ulama tafsir yang qualified. Jangan ngaco seperti itu bicaranya,” kata Mufti dilansir cnnindonesia.com, Kamis (18/1/2024).

Mufti mengatakan ucapan Gus Miftah menuding PKS berpaham Wahabi, salah. Ia juga menilai Gus Miftah salah menerjemahkan serta menafsirkannya tidak komprehensif.

“Kalau beliau bisa narik omongan dan ‘ngaji bareng’ bersama saya. Nanti ulama yang profesor doktor di bidang tafsir, akan jelaskan bagaimana menafsiri ayat itu dengan baik. Dan pada akhirnya nanti berkenan untuk tarik omongan dan bisa minta maaf,” kata dia.

Di sisi lain, Mufti mengatakan tim hukum DPW PKS sudah memberikan kajian hukum kepada dirinya soal pernyataan kontroversial Gus Miftah. Namun, menurutnya upaya pelaporan Gus Miftah ke polisi bukan sebagai langkah utama dalam merespons polemik ini.

Baca Juga :  Demokrat Papan Atas, PPP Kalah dari Perindo

“Memang tim hukum DPW PKS beri kajian dan rekomendasi, dan jika akan melaporkan ke Polda pun kajian itu sudah dilakukan tim hukum,” kata dia.

Sejarah dan Ciri Wahabi

Istilah wahabi ini cukup sering dibahas dalam ceramah agama maupun diskusi-diskusi tentang agama Islam. Pasalnya, hal ini berhubungan dengan salah satu aliran dalam Islam.

Melansir sc.syekhnurjati.ac.id, apa itu wahabi berawal dari keinginan untuk menggunakan secara eksklusif prinsip tauhid yang menjadi landasan pokok dalam ajaran Islam.

Aliran ini dicetuskan pertama kali oleh Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman at-Tamimi, yang lahir pada tahun 111 5 H/17 03 M di kota kecil Uyainah Najed, Arab.

Wahabi lahir dari upaya pemurnian kembali ajaran Islam sebagaimana mestinya yang diajarkan Rasulullah SAW serta memberantas bid’ah dan khurafat yang diindikasikan sebagai sebab terjadinya kemunduran umat Islam.

Abdul Wahhab banyak dipengaruhi oleh ajaran Ibn Taymiyah, di mana keinginannya fokus kepada umat Islam kembali ke Al-Quran dan sunah, pemurnian akidah dari syirik, menolak peran akal dalam akidah, serta membersihkan ajaran Islam dari segala bentuk khurafat dan takhayul.

Wahabi mengklaim bahwa mereka adalah muslim yang berkiblat pada ajaran Islam yang murni. Wahabi juga menyebut diri mereka sebagai muwahiddun, yang berarti pendukung ajaran yang memurnikan keesaan Allah (tauhid).

Namun, Wahabi menyebut dirinya bukan sebagai mazhab atau kelompok aliran, melainkan hanya dakwah untuk melaksanakan ajaran Islam yang paling benar.

Baca Juga :  Fahri Hamzah: Saat Ini Perasaan adalah Tindak Pidana

Ciri-Ciri Wahabi

Melansir Merdeka, ciri-ciri wahabi bisa kamu kenali dari beberapa hal berikut:

1. Meninggalkan Qunut

Orang-orang wahabi meninggalkan bacaan qunut, namun tidak semua orang yang meninggalkan qunut adalah wahabi. Orang-orang wahabi ini menyerupakan Allah SWT dengan makhluk-Nya.

2. Meninggalkan Sholat Sunah Qabliyah

Apa itu wahabi juga bisa dikenali sebagai orang-orang yang meninggalkan sholat sunah qabliyah. Tentunya tidak semua muslim yang meninggalkan sholat qabliyah merupakan wahabi. Namun, siapa saja yang mengkafirkan al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah serta menghalalkan darah mereka itu maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi. Siapa saja yang mengkafirkan umat Islam yang bertawassul dengan Rasulullah SAW bisa dianggap sebagai wahabi.

3. Mengkafirkan Orang-Orang yang Ikut Mazhab yang Muktabar

Siapa saja yang mengkafirkan orang yang mengikut mazhab-mazhab yang muktabar (seperti madzhab Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Hanbali), menghalalkan darah mereka serta menganggap taqlid kepada imam-imam mazhab itu adalah syirik maka tidak diragukan lagi ia adalah Wahabi.

4. Mengharamkan Bacaan Al-Quran Kepada Orang yang Telah Meninggal

Siapa saja yang mengharamkan bacaan Al-Quran kepada orang yang telah meninggal dunia, agar orang tersebut dilapangkan kuburna dan diampuni oleh Allah SWT, maka bisa dikatakan dia adalah Wahabi.

5. Mengharamkan Maulid Nabi dan Ziarah

Ciri-ciri apa itu wahabi lainnya adalah orang-orang yang mengharamkan Maulid Nabi dan mengkafirkan pelakunya. Selain itu, orang-orang wahabi ini juga mengharamkan perjalanan dengan tujuan untuk menziarahi makam Rasulullah SAW. Hal ini tentu tidak benar, karena berziarah bertujuan untuk mendoakan orang yang telah minggal tersebut dan sebagai pengingat seorang muslim untuk selalu beribadah kepada Allah SWT.

Berita Terkait

Dedi Mulyadi minta Kapolda Jawa Barat Sosok Irjen Akhmad Wiyagus usut kasus kades minta THR
Warga Sukabumi punya sertifikat tanah terbit sebelum 1997? Menteri ATR/BPN minta urus ulang!
Jurnalis wanita dibunuh dan diperkosa oknum TNI AL, PBNU: Usut tuntas
Jika ada warga bunuh diri karena pinjol, Dedi Mulyadi: Gubernurnya gagal
Prabowo Subianto: Banyak pemimpin dunia ingin mencontoh Program Makan Bergizi Gratis
Gugat UU TNI ke MK, mahasiswa UI: Langgar asas keterbukaan
Jabatan baru Wahyu Mijaya, birokrat asal Sukabumi di bawah komando Dedi Mulyadi
Bunyi genderang perang antara Mendikdasmen dengan Gubernur Jawa Barat

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 12:00 WIB

Dedi Mulyadi minta Kapolda Jawa Barat Sosok Irjen Akhmad Wiyagus usut kasus kades minta THR

Jumat, 4 April 2025 - 01:11 WIB

Warga Sukabumi punya sertifikat tanah terbit sebelum 1997? Menteri ATR/BPN minta urus ulang!

Rabu, 2 April 2025 - 20:25 WIB

Jurnalis wanita dibunuh dan diperkosa oknum TNI AL, PBNU: Usut tuntas

Rabu, 2 April 2025 - 05:00 WIB

Jika ada warga bunuh diri karena pinjol, Dedi Mulyadi: Gubernurnya gagal

Senin, 31 Maret 2025 - 08:00 WIB

Prabowo Subianto: Banyak pemimpin dunia ingin mencontoh Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru

Bojan Hodak dan Gustavo Franca merayakan gol - Persib

Olahraga

3 laga penentuan! Catat jadwal Persib Bandung April 2025

Jumat, 4 Apr 2025 - 10:00 WIB