Prabowo yang tawarkan diri jadi juru runding, Dubes Iran malah pilih ketemu JK

- Redaksi

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi ketika bertemu Jusuf Kalla - Ist

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi ketika bertemu Jusuf Kalla - Ist

sukabumiheadline.com – Beberapa hari setelah Presiden RI, Prabowo Subianto, menawarkan diri menjadi mediator konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, malah memilih menemui Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK), di kediamannya di Jakarta Selatan, pada Selasa (3/3/2026).

Hal itu juga disampaikan JK bahwa Prabowo Subianto siap jadi penengah konflik antara AS – Israel dengan Iran.

“Presiden Prabowo siap untuk menjadi penengah dalam konflik ini. Namun tentu dibutuhkan persetujuan kedua belah pihak. Ini hal yang selalu dipikirkan oleh mereka,” kata JK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan, masyarakat dan pemerintah Indonesia pada prinsipnya mendukung upaya perdamaian.

Meski demikian, Kalla menegaskan, kemungkinan mediasi tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut dengan pemerintah dan bergantung pada kesediaan semua pihak yang terlibat.

“Ya tentu itu telah disampaikan, tentu dibutuhkan persetujuan kedua belah pihak. Dan ini tentu hal yang sedang dipikirkan oleh mereka,” jelas Kalla.

Di sisi lain, pertemuan itu juga membahas situasi terkini di Iran serta kemungkinan peran Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik.

Dubes Iran turut memaparkan kondisi terbaru di negaranya, termasuk perlawanan rakyat serta jatuhnya korban sipil, di antaranya anak-anak sekolah.

“Dalam pembicaraan dan kunjungan Dubes Iran, telah disampaikan situasi terakhir yang terjadi di Iran dan juga perlawanan rakyat Iran serta korban yang dicapai oleh kebanyakan sipil seperti anak sekolah dan sebagainya,” jelas Kalla.

Diketahui dalam pertemuan itu, Jusuf Kalla turut didampingi oleh mantan Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaluddin.

Prabowo tawarkan diri jadi juru runding 

Seperti diketahui, di tengah ketidakpastian ini, Iran telah menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis di dunia bagi perdagangan energi global. Penutupan ini, secara tidak langsung berdampak pada ekonomi dunia termasuk Indonesia sebagai importir minyak, menurut peneliti.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan tentang kesiapan Prabowo Subianto bertolak ke Teheran untuk “memfasilitasi dialog”.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” tulis akun resmi Kemlu di X, pada Sabtu (28/02).

Namun, ide tersebut dipertanyakan sejumlah kalangan dan disebut “sangat tidak realistis”. Pernyataan ini dikeluarkan di momen AS-Israel memutuskan serangan ke Iran. Beberapa analis berpendapat, konflik AS-Israel dengan Iran akan berlangsung lama.

Berita Terkait

Razia knalpot brong, Pemprov Jabar siapkan knalpot standar gratis
Cegah keracunan, BGN larang siswa bawa pulang makanan MBG
KDM: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah
Di Sukabumi Wamendikdasmen ungkap setengah juta lebih anak di Jabar tak sekolah
Putusan MK soal anggaran MBG dan pendidikan dipisah, DPR: Bukti RI bukan negara kekuasaan
BGN pastikan program MBG Rp15 ribu per porsi tak turunkan kualitas menu
Survei capres SMRC: Elektabilitas Prabowo tertinggal dari KDM, Anies ketiga
414 SPPG bermasalah, ratusan miliar dikembalikan ke kas negara

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Razia knalpot brong, Pemprov Jabar siapkan knalpot standar gratis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Cegah keracunan, BGN larang siswa bawa pulang makanan MBG

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:22 WIB

KDM: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 04:25 WIB

Di Sukabumi Wamendikdasmen ungkap setengah juta lebih anak di Jabar tak sekolah

Senin, 3 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Putusan MK soal anggaran MBG dan pendidikan dipisah, DPR: Bukti RI bukan negara kekuasaan

Berita Terbaru