Silaturahim dan Berbagi ala Komunitas Pecang Nagrak Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 19 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Pecang, Nagrak, Sukabumi. l Dok. Pribadi

Komunitas Pecang, Nagrak, Sukabumi. l Dok. Pribadi

SUKABUMIHEADLINES.com l NAGRAK – Komunitas Pecinta Adventure Pangarango atau populer disebut Komunitas Pecang. Komunitas ini bersekretariat di Perum Gembira Elok, Blok A, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Semangat pendirian Komunitas Pecang adalah untuk menjalin silaturahim antar-sesama pecinta alam.

“Selain bergerak di pecinta alam dan lingkungan, Pecang juga sebagai wadah membentuk kawula muda menjadi kreatif dan inovatif. Selain itu, juga sebagai relawan kemanusiaan,” ujar pendiri Komunitas Pecang Adinda Suryahadi (40) kepada sukabumiheadlines.com, Ahad (19/9/2021).

Lelaki yang akrab disapa DJ itu menambahkan, Pecang dibentuk 3 tahun silam, atau tepatnya pada 15 November 2018.

Saat ini, sebut dia, pada awalnya, Pecang memiliki 25 orang anggota. Namun, kini hanya tinggal 12 orang saja anggota yang aktif.

“Awal berdiri beranggotakan dua puluh lima orang, tapi sekarang berkurang, hanya tinggal dua belas orang yang aktif. Mungkin karena capek atau tidak menghasilkan uang, malah kita yang mengeluarkan uang untuk berbagi,” tambah dia.

Baca Juga :  PT MCA Cicurug Sukabumi Didemo Buruh dan Warga, Ini Tuntutannya

Ia menambahkan, tidak ada syarat tertentu dan baku untuk menjadi anggota Komunitas Pecang. Syarat utamanya, hanya mau aktif bergeiatan saja.

“Tidak ada syarat khusus untuk gabung dengan Pecang, yang penting ingin berkegiatan saja. Terus, misalkan, ada kegiatan berbagi kepada yang tidak mampu, mau gak mau harus mengeluarkan sedikit dana untuk berbagi. Intinya harus mau capek,” tambah dia.

Ditambahkan DJ, komunitasnya biasa berkumpul setiap ada kegiatan saja. “Setiap ada kegiatan aja, baru kita berkumpul,” pungkasnya.

Berita Terkait

Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah
Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam
Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025
Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi
Solar panel untuk SD di Sukabumi: 1000Cahaya dan Greenfaith Indonesia sedekah energi
Mengenal 7 hobi Nabi Muhammad SAW, dari olah raga, spiritual hingga buah favorit
Aisyiyah dan PA Sukabumi perkuat gerakan keadilan sosial keluarga
Raker Komunitas Mekanik Indonesia, momentum merancang program strategis dan perkuat soliditas

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 04:41 WIB

Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah

Senin, 5 Januari 2026 - 16:15 WIB

Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:30 WIB

Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025

Minggu, 21 Desember 2025 - 21:01 WIB

Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi

Jumat, 28 November 2025 - 20:07 WIB

Solar panel untuk SD di Sukabumi: 1000Cahaya dan Greenfaith Indonesia sedekah energi

Berita Terbaru

Mengendarai sepeda motor matic saat hujan deras - sukabumiheadline.com

Sains

Prakiraan cuaca Sukabumi, sepekan ke depan masih hujan

Kamis, 15 Jan 2026 - 02:42 WIB