sukabumiheadline.com – Kondisi badan terasa panas padahal suhu tubuh normal, di bawah 38°C, sering kali bukan disebabkan oleh demam akibat infeksi, melainkan respons tubuh terhadap pemicu gaya fisik, hormonal, atau emosional.
Lantas, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?
Berikut ulasan lengkapnya, dirangkum sukabumiheadline.com dari Alodokter atau Halodoc, Rabu (21/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara umum, badan terasa panas tanpa demam disebabkan oleh tiga hal. Pertama, akibat stres dan kecemasan, di mana tubuh merespons fight or flight melepaskan adrenalin yang mempercepat detak jantung dan aliran darah ke permukaan kulit.
Dehidrasi adalah penyebab kedua, akibat kekurangan cairan dapat mengganggu sistem pengaturan suhu alami (termoregulasi) tubuh. Ketiga, akibat perubahan hormonal, di mana fluktuasi hormon saat menstruasi, pubertas, atau hot flashes pada masa menopause.
Lantas apa pemicunya?
Pertama, makanan pedas yang mengandung capsaicin, kafein, atau alkohol yang melebarkan pembuluh darah. Kedua, melakukan aktivitas fisik seperti olah raga berat atau paparan cuaca panas.
Ketiga, efek samping obat, penggunaan obat tertentu seperti antihistamin, antidepresan, atau obat tekanan darah tinggi. Keempat, akibat kondisi medis tertentu seperti hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif) atau gangguan saraf otonom.
Tips mengatasi tubuh terasa panas tapi tidak demam
- Perbanyak air putih: Minum minimal 8 gelas sehari untuk mencegah dehidrasi.
- Istirahat cukup: Tidur 7–9 jam per malam agar metabolisme dan sistem tubuh kembali stabil.
- Kenakan pakaian nyaman: Pilih bahan yang ringan, longgar, dan mudah menyerap keringat seperti katun.
- Hindari pemicu: Kurangi makanan pedas, minuman berkafein, atau alkohol.
- Kelola stres: Lakukan teknik relaksasi, pernapasan dalam, atau meditasi.
- Gunakan kompres hangat atau sejuk: Kompres pada area leher atau ketiak untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman.









