sukabumiheadline.com – Meskipun ukuran kacamata minus (miopia) tidak ditentukan secara kaku berdasarkan usia, melainkan berdasarkan hasil pemeriksaan medis (refraksi) mata masing-masing individu. Namun, usia memengaruhi jenis lensa yang dibutuhkan.
Adanya perubahan alami pada mata seiring bertambahnya umur, terutama ketika memasuki usia 40 tahunan. Karenanya, memilih kacamata minus seringkali juga mempertimbangkan usia pemakai.
Berikut tips memilih kacamata minus berdasarkan kelompok usia:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usia anak-anak hingga remaja (< 18 tahun)
Mata minus bisa muncul sejak dini akibat faktor genetik atau kebiasaan jarak pandang dekat (seperti terlalu lama melihat gawai).
Ukuran minus pada usia ini masih berpotensi bertambah (progresif) karena bola mata masih dalam masa pertumbuhan. Karenanya, pemeriksaan rutin ke dokter mata atau optometris sangat dianjurkan setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali.
Usia dewasa muda (18 – 39 tahun)
Pertumbuhan bola mata biasanya mulai stabil, meski pada beberapa orang ukuran minus masih bisa naik perlahan karena aktivitas layar digital yang tinggi.
Kebutuhan kacamata untuk kelompok ini adalah minus kecil (-0.50 s.d. -0.75) bersifat opsional tergantung kebutuhan kenyamanan atau aktivitas (misal untuk menyetir).
Sedangkan untuk minus sedang hingga tinggi (-2.00 atau lebih) umumnya wajib dipakai terus-menerus untuk melihat jarak jauh dengan jelas.
Usia 40 tahun ke atas (mulai masuk masa presbiopia/mata tua)
Pada rentang usia ini, lensa mata mulai kehilangan elastisitasnya, sehingga muncul kondisi presbiopia, yakni kondisi kesulitan melihat objek jarak dekat/membaca.
Wanita yang sudah memiliki mata minus sering kali merasa kacamata minusnya tidak lagi nyaman dipakai untuk membaca dekat, di mana huruf menjadi kabur jika kacamata tetap dipakai atau dilepas.
Untuk membaca, mata minus membutuhkan tambahan lensa positif (adisi/+), dengan perkiraan umum berdasarkan rentang usia:
- Usia 40 – 44 tahun: Tambahan adisi sekitar +1.00 s.d. +1.25 D
- Usia 45 – 49 tahun: Tambahan adisi sekitar +1.50 s.d. +1.75 D
- Usia 50 – 54 tahun: Tambahan adisi sekitar +2.00 s.d. +2.25 D
- Usia 55 – 59 tahun: Tambahan adisi sekitar +2.50 s.d. +2.75 D
- Usia 60 tahun ke atas: Tambahan adisi sekitar +3.00 D
Agar tidak perlu repot mengganti kacamata antara melihat jauh (minus) dan melihat dekat (plus), dokter atau optik sering kali meresepkan lensa kombinasi atau lensa progresif.









