sukabumiheadline.com – Dalam aplikasi pertanian, efektivitas larutan semprot sering kali bergantung pada kemampuannya untuk berinteraksi secara optimal dengan permukaan target, seperti daun atau batang tanaman. Sehingga, penggunaan bahan tambahan (adjuvan), bertujuan untuk memodifikasi sifat fisik larutan pestisida guna meningkatkan kinerjanya.
Mengutip dari jurnal di laman resmi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Muara Bungo (STKIP MB), salah satu jenis adjuvan yang paling mendasar adalah surfaktan atau perekat dan pembasah pestisida alami, yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan cairan.
“Sehingga, memungkinkan penyebaran dan daya rekat yang lebih baik pada permukaan hidrofobik (sifat menolak air) yang umum ditemukan pada kutikula daun tanaman,” katanya dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (15/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Potensi sinergi dengan pestisida nabati
Sabun colek sering kali menunjukkan efek sinergis ketika digunakan bersama dengan pestisida nabati, seperti ekstrak nimba atau tembakau. Selain berfungsi sebagai perekat dan perata, larutan sabun itu sendiri memiliki sifat insektisida kontak terhadap serangga bertubuh lunak seperti kutu daun dan tungau.
Kombinasi ini dapat menciptakan formulasi yang lebih poten dan memperluas spektrum pengendalian hama.
2. Solusi ekonomis dan terjangkau
Dibandingkan dengan adjuvan komersial yang diproduksi secara khusus, sabun colek merupakan alternatif yang sangat ekonomis. Biayanya yang rendah membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi petani skala kecil yang memiliki keterbatasan modal.
Keterjangkauan ini memungkinkan praktik pertanian yang lebih baik dapat diakses oleh lebih banyak kalangan tanpa memerlukan investasi finansial yang besar.
3. Ketersediaan bahan yang mudah
Sabun colek adalah produk rumah tangga yang umum dan dapat ditemukan dengan mudah di hampir semua toko atau pasar lokal.
Ketersediaannya yang luas menghilangkan kendala logistik atau distribusi yang mungkin dihadapi petani di daerah terpencil saat mencari adjuvan pertanian khusus. Kemudahan akses ini menjadikannya solusi praktis dan siap pakai kapan pun dibutuhkan.
4. Mengurangi frekuensi penyemprotan
Karena efektivitas setiap aplikasi meningkat dan durasi perlindungan menjadi lebih lama, frekuensi penyemprotan yang dibutuhkan untuk mengendalikan populasi hama atau penyakit dapat dikurangi.
“Pengurangan frekuensi ini tidak hanya menghemat biaya bahan, tetapi juga mengurangi biaya tenaga kerja, penggunaan air, dan bahan bakar. Selain itu, ini juga meminimalkan paparan tanaman dan lingkungan terhadap bahan kimia secara berulang.”
5. Alternatif untuk adjuvan berbasis minyak bumi
Banyak adjuvan komersial yang diformulasikan dari turunan minyak bumi. Sabun colek, yang umumnya dibuat dari minyak nabati atau lemak hewani, dapat menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan.
Penggunaan bahan berbasis sumber daya terbarukan ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
6. Kompatibilitas dengan berbagai jenis pestisida
Secara umum, sabun colek memiliki kompatibilitas yang baik dengan berbagai jenis formulasi pestisida, termasuk insektisida, fungisida, dan herbisida.
Sifatnya yang relatif netral memungkinkannya untuk dicampurkan ke dalam tangki semprot tanpa menyebabkan reaksi kimia yang tidak diinginkan yang dapat menonaktifkan bahan aktif pestisida.
“Namun, uji kompatibilitas dalam skala kecil selalu direkomendasikan untuk memastikan tidak terjadi penggumpalan atau pemisahan larutan,” jelasnya.
7. Menurunkan tegangan permukaan air
Air memiliki kohesi molekuler yang kuat, menciptakan tegangan permukaan tinggi yang menyebabkannya membentuk butiran saat berada di permukaan daun.
Sedangkan sabun colek mengandung garam asam lemak, berfungsi sebagai surfaktan yang memecah ikatan hidrogen di permukaan air.
“Molekul sabun memiliki ujung hidrofilik (tertarik pada air) dan ujung hidrofobik (menolak air), yang mengganggu kohesi antarmolekul air, sehingga secara signifikan menurunkan tegangan permukaannya dan mencegah terbentuknya butiran besar,” paparnya.
8. Meningkatkan pembasahan permukaan daun
Banyak daun tanaman, terutama pada famili Brassicaceae atau tanaman talas, memiliki lapisan lilin (kutikula) yang bersifat hidrofobik. Dengan menurunnya tegangan permukaan larutan pestisida, kemampuan cairan untuk membasahi atau melakukan kontak langsung dengan seluruh area permukaan daun meningkat drastis.
Hal ini memastikan bahwa area target yang lebih luas terpapar oleh bahan aktif pestisida, bukan hanya titik-titik kecil di mana butiran air menempel.
9. Memperbaiki penyebaran larutan semprot
Setelah butiran semprot mendarat di daun, larutan yang telah dicampur sabun colek akan menyebar lebih merata membentuk lapisan tipis.
“Mekanisme ini, yang dikenal sebagai spreading, sangat penting untuk pestisida kontak yang efektivitasnya bergantung pada cakupan yang seragam,” jelasnya.
Tanpa surfaktan, larutan akan tetap terkonsentrasi dalam bentuk butiran, meninggalkan banyak area yang tidak terlindungi dan rentan terhadap serangan hama atau patogen.
10. Meningkatkan daya rekat (adhesi)
Komponen dalam sabun colek membantu larutan pestisida untuk menempel lebih kuat pada permukaan tanaman. Sifat perekat ini sangat penting untuk mengurangi hilangnya pestisida akibat faktor mekanis seperti angin kencang atau getaran pada tanaman.
Peningkatan adhesi memastikan bahan aktif tetap berada di lokasi target untuk periode yang lebih lama, memberikan kesempatan yang lebih besar untuk diserap atau bekerja secara efektif.
11. Mencegah pengkristalan pestisida
Beberapa formulasi pestisida, terutama yang berbentuk bubuk yang dapat dilarutkan (wettable powder), cenderung mengkristal pada permukaan daun setelah air menguap.
Kehadiran molekul sabun dalam larutan dapat berfungsi sebagai agen pengemulsi dan dispersi yang menjaga partikel pestisida tetap terdistribusi secara merata dalam lapisan tipis.
Hal ini mencegah pembentukan kristal besar yang kurang efektif dan lebih mudah hilang dari permukaan daun.
12. Meningkatkan penetrasi pestisida sistemik
Untuk pestisida sistemik yang perlu diserap oleh jaringan tanaman, sabun colek dapat membantu proses penetrasi.
Dengan merusak integritas lapisan lilin kutikula secara mikro, surfaktan membuka jalur bagi molekul pestisida untuk masuk ke dalam jaringan epidermis dan stomata.
Studi dalam bidang fisiologi tanaman menunjukkan bahwa surfaktan dengan konsentrasi rendah dapat meningkatkan laju serapan bahan kimia melalui kutikula daun.
13. Memperpanjang durasi kontak pestisida
Dengan meningkatkan daya rekat dan penyebaran, sabun colek secara efektif memperpanjang waktu kontak antara bahan aktif pestisida dengan hama target atau permukaan tanaman.
Durasi kontak yang lebih lama sangat krusial bagi insektisida kontak dan fungisida protektif. Ini memberikan lebih banyak waktu bagi bahan aktif untuk bekerja, baik dengan meracuni hama secara langsung maupun dengan menghambat perkecambahan spora jamur.
14. Mengoptimalkan dosis pestisida yang digunakan
Ketika efikasi aplikasi meningkat, potensi untuk mengurangi dosis pestisida per aplikasi menjadi mungkin tanpa mengorbankan tingkat pengendalian. Peningkatan cakupan, daya rekat, dan penyerapan berarti lebih sedikit pestisida yang terbuang.
Praktik ini tidak hanya menghemat biaya input pertanian tetapi juga sejalan dengan prinsip Manajemen Hama Terpadu (MHT) untuk meminimalkan penggunaan bahan kimia.
15. Efektif pada daun dengan struktur kompleks
Tanaman dengan daun berbulu (trikoma) atau permukaan yang tidak rata sering kali sulit untuk dibasahi secara sempurna oleh larutan semprot konvensional.
Penggunaan sabun colek membantu larutan mengatasi hambatan fisik ini dengan memungkinkannya meresap di antara trikoma dan masuk ke celah-celah mikro. Hal ini memastikan hama atau patogen yang bersembunyi di area tersebut tetap terpapar oleh pestisida.
16. Mengurangi pencucian oleh hujan (rainfastness)
Salah satu tantangan utama dalam aplikasi pestisida adalah pencucian oleh air hujan setelah penyemprotan.
Sifat perekat yang diberikan oleh sabun colek membantu larutan pestisida mengering dan menempel lebih kuat pada permukaan daun, sehingga meningkatkan ketahanannya terhadap pencucian.
Berbagai penelitian agronomi, seperti yang sering dipublikasikan di Jurnal Perlindungan Tanaman, mengonfirmasi bahwa penambahan adjuvan dapat meningkatkan rainfastness secara signifikan.









