Imbas dugaan kasus asusila dai kondang di Sukabumi, plang ponpes dibongkar warga

- Redaksi

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imbas dugaan kasus asusila dai kondang di Sukabumi, plang ponpes dibongkar warga - Ist

Imbas dugaan kasus asusila dai kondang di Sukabumi, plang ponpes dibongkar warga - Ist

sukabumiheadline.com – Aksi membongkar plang nama pondok pesantren (ponpes) milik keluarga dai kondang berinisial MSL di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, oleh warga viral di media sosial.

Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, dai kondang juga pimpinan salah satu pondok pesantren (ponpes) di Cicantayan diduga melakukan pelecehan seksual terhadap santriwatinya. Dugaan tersebut terungkap setelah para korban berani mengungkap apa yang dialaminya.

Menurut kuasa hukum orang tua korban, Rangga Suria Danuningrat dari LBH Pro Ummat, pihaknya mendapat informasi tersebut dari keluarga korban yang kini menjadi kliennya dalam perkara tersebut. Baca selengkapnya: Kronologi bujuk rayu dai kondang di Sukabumi diduga lakukan pelecehan terhadap santriwati

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun aksi pembongkaran plang ponpes dikabarkan terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam sekira pukul 22.00 WIB. Dalam video yang beredar, sejumlah warga terlihat menurunkan hingga memotong plang nama pesantren menggunakan mesin gerinda.

Sementara itu, sejak kabar dugaan pencabulan merebak, ponpes yang berdiri sejak 17 Juli 2021 tersebut, kini kondisi bangunan terlihat kosong karena keluarga MSL sudah tidak lagi berada di lokasi.

Menurut Ketua RT setempat, Iwan Setiawan (48), pembongkaran plang tersebut merupakan hasil kesepakatan warga bersama para tokoh masyarakat.

Rangga Suria Danuningrat dari LBH Pro Ummat dan terduga pelaku - sukabumiheadline.com
Rangga Suria Danuningrat dari LBH Pro Ummat dan terduga pelaku pelecehan seksual – sukabumiheadline.com

Dijelaskan Iwan, langkah itu dilakukan bukan sebagai aksi anarkis, melainkan upaya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami dari semua pihak, semua tokoh di Cikondang ini sebetulnya bukan anarkis. Justru kita dari oknum luar yang takutnya kalau misalkan pelaku masih terpampang, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Selain itu, lokasi plang tersebut rencananya juga akan dimanfaatkan sebagai akses jalan menuju tempat pemakaman umum (TPU) di kawasan tersebut.

“Nantinya juga akan dijadikan jalan menuju TPU karena ini memang jalur pemakaman. Kami sepakat dengan semua tokoh warga Kampung Cikondang untuk membongkar gapura atau plang tersebut,” katanya.

Ditambahkan Iwan, warga merasa sangat kecewa adanya dugaan kasus tersebut. Menurutnya, masyarakat merasa nama baik lingkungan mereka ikut tercoreng.

“Sangat kecewa. Kok seorang ustaz atau dai sampai melakukan hal yang tidak senonoh,” ucapnya.

Ia menambahkan, warga berharap aparat penegak hukum segera menangkap MSL dan memproses kasus tersebut secara adil.

“Harapan warga pelaku segera ditangkap dan dihukum seadil-adilnya atas apa yang dia lakukan terhadap santri tersebut,” katanya.

Menurut Iwan, warga terakhir kali melihat MSL sebelum berangkat menunaikan ibadah umrah, sekitar satu hari sebelum memasuki bulan Ramadan. Sejak saat itu keberadaannya tidak diketahui.

“Pas mau berangkat umrah, satu hari sebelum puasa. Setelah itu belum ada kabar lagi dan orangnya juga tidak terlihat,” ujarnya.

Berita Terkait

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah
Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok
Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi
5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Berita Terbaru