5 Alasan Orang Tionghoa Cepat Kaya, Warga Sukabumi Bisa Tiru Caranya

- Redaksi

Rabu, 14 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chinatown di kawasan Glodok, Jakarta. l Istimewa

Chinatown di kawasan Glodok, Jakarta. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Warga Sukabumi tak perlu heran jika melihat orang Tionghoa selalu lebih sejahtera secara ekonomi. Pasalnya, mereka memiliki budaya hidup yang mendukung mereka bisa dengan mudah meraup cuan.

Pada umumnya, hal itu diajarkan dan dipraktikkan warga Tionghoa secara turun temurun. Bahkan, warga Tionghoa dikenal sebagai etnis yang sangat memegang teguh adat istiadatnya, meskipun memeluk agama berbeda dengan nenek moyangnya.

Tak mengherankan jika di negara leluhurnya, China, saat ini telah menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Sedangkan, di Indonesia, hampir 90 persen keturunan Tionghoa di Indonesia bisa meraup kesuksesan, ketimbang masyarakat aslinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut ini kunci sukses orang Tionghoa, terdapat 5 prinsip ekonomi sehingga orang-orang tersebut mudah mendapatkan kekayaan, seperti dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber.

1. Menabung

Orang Tionghoa selalu membiasakan menabung, jika orang-orang biasa menabung 20 sampai 30 persen dari pendapatan. Tetapi orang-orang Tionghoa biasa menabung, lebih dari 50 sampai 60 persen dari pendapatan mereka.

Meski hanya ada sisa sedikit dari tabungannya, namun itu akan menjadi simpanan untuk kehidupan sehari-hari. Karenanya, jika ada keperluan sangat penting maka tabungan tersebut akan menyelamatkan mereka.

2. Untung Sedikit tak Masalah

Kebanyakan orang Tionghoa yang sukses hidup dengan kerja keras. Ibaratnya kerja keras tanpa perhitungan jam kerja.

Bekerja semaksimal mungkin dan bekerja keras tanpa mengenal waktu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Prinsipnya, untung sedikit tak masalah, asalkan jumlahnya banyak.

3. Tidak Berfoya-foya

Tak menghambur-hamburkan uang dengan cara menghindari membeli barang mewah adalah prinsip orang Tionghoa.

Apalagi jika sudah kaya raya, kebiasaan itu tak ada dalam kehidupan orang Tionghoa. Cukup membeli barang murah.

Dengan membeli barang murah, sisa uangnya bisa disimpan untuk investasi atau pun ditabung kembali.

Orang Tionghoa tak ingin susah di masa depan. Kecuali barang mahal itu harus dibeli karena termasuk kebutuhan. Mereka tak dibiasakan membeli barang mewah untuk bergaya.

4. Haram Berutang

Jika terbiasa berutang, maka orang Tionghoa akan melakukan hal yang sama. Jika tak ada uang atau tabungan.

Sehingga utang akan semakin menumpuk. Selain itu mereka juga diharamkan untuk berutang kepada barang-barang tidak perlu.

Utang diperbolehkan hanya untuk keperluan mendesak saja. Lebih memprioritaskan membeli rumah, ketimbang barang mewah.

5. Uang Lebih untuk Investasi

Orang-orang Tionghoa sejak dini sudah diajarkan untuk investasi. Seperti membeli rumah, emas atau tanah.

Hal ini dapat membantu orang Tionghoa di masa depan. Jika ada sesuatu terjadi yang tak diinginkan.

Berita Terkait

Qiai Guest House Sukabumi tawarkan kenyamanan, cek tarif dan interiornya
Film Masha and the Bear versi panjang
5 SMA dari Sukabumi masuk Top 50 SMAS Terbaik di Jawa Barat 2026 menurut TKA
5 standar moral tinggi: Alasan kita gak berani ambil sepotong makanan sisa saat nongkrong
Kabupaten Sukabumi hasilkan 35.718 ton sampah per hari
Momen Wanita Sukabumi pamer kemesraan dengan Rafael Struick
5 ciri teman harus dijauhi dan 7 tanda sahabat yang baik menurut Islam
Banyak tikus di rumah? Waspada Virus Hanta picu demam berdarah hingga ginjal

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:59 WIB

Qiai Guest House Sukabumi tawarkan kenyamanan, cek tarif dan interiornya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:31 WIB

Film Masha and the Bear versi panjang

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:34 WIB

5 SMA dari Sukabumi masuk Top 50 SMAS Terbaik di Jawa Barat 2026 menurut TKA

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:15 WIB

5 standar moral tinggi: Alasan kita gak berani ambil sepotong makanan sisa saat nongkrong

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:48 WIB

Kabupaten Sukabumi hasilkan 35.718 ton sampah per hari

Berita Terbaru

Film animasi Masha and the Bear - Ist

Film

Film Masha and the Bear versi panjang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:31 WIB

Gadget

Xiaomi Earbud Clip-on, cek harga dan spesifikasinya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:03 WIB