25.1 C
Sukabumi
Sabtu, Mei 25, 2024

Ternyata Ini Penyebab Ledakan Tabung CNG di Cibadak Sukabumi, Kepsek SD Korban Tewas

sukabumiheadline.com l Peristiwa pilu meledaknya tabung gas...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Jadwal, Rute dan Tarif DAMRI Sagaranten, Tegalbuleud, Surade dan Palabuhanratu

sukabumiheadline.com l DAMRI terus memperkuat konektivitas dengan...

Profil dan Agama Monique Rijkers, Wanita Kelahiran Makassar Pro Israel dan Yahudi

KhazanahProfil dan Agama Monique Rijkers, Wanita Kelahiran Makassar Pro Israel dan Yahudi

sukabumiheadline.com l Monique Rijkers adalah seorang aktivis pro Israel dan Yahudi asal Indonesia. Mengutip Wikipedia, wanita ini memiliki keturunan Yahudi dan lahir di Makassar, Sulawesi Selatan.

Namun demikian, tidak ada keterangan tanggal an tahun lahir wanita yang mendirikan organisasi nirlaba Hadassah of Indonesia itu, sebuah yayasan yang mengedukasi tentang keberagaman khususnya terkait Yahudi dan Israel.

Diketahui, Monique Rijkers juga berdarah Manado, Sulawesi Utara yang bermarga Rondonuwu-Mandagie dan menetap di Jakarta.

Benjamin Netanyahu dan Monique Rijkers. l Istimewa

Sebagai aktivis pro Yahudi, ia diketahui memamerkan pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada Oktober 2017 dalam acara Christian Media Summit.

Sosok Monique Rijkers kian dikenal sebagai pro Yahudi setelah salah satu pengurus dari kanal Youtube FaktaIsrael itu tampil sebagai pembicara di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun milik AS Panji Gumilang di Indramayu, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Monique Rijkers saat berbisik Ponpes Al Zaitun. l Istimewa

Profil dan Agama Monique Rijkers 

Informasi dihimpun, Monique Rijkers pernah menempuh pendidikan industrial mikrobiologi di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

Namun, meskipun ia merupakan mahasiswa jurusan industrial mikrobiologi, Rijkers sangat aktif dan menekuni dunia jurnalistik.

Seperti dijelaskan dalam deskripsi di profil Linkedin-nya, ia menekuni jurnalisme selama 14 tahun dan telah mendapatkan 10 penghargaan di bidang yang digelutinya itu.

Monique Rijkers juga mengaku bahwa dirinya telah mengunjungi 36 negara, termasuk Ekspedisi Jalan Sutra, Tour Yahudi di Polandia dan Praha, serta 3 kali ke Israel.

Monique Rijkers. l Istimewa

“Saya adalah seorang jurnalis selama 14 tahun dan Tuhan memberkati saya dengan 10 penghargaan sebagai jurnalis. Telah mengunjungi 36 negara, termasuk Ekspedisi Jalan Sutra, Tour Yahudi di Polandia dan Praha, 3 kali ke Israel dan Saya menantikan untuk pergi ke Perjalanan Rasul,” tulisnya.

Selain itu, Rijkers juga pernah memprakarsai Festival Film Toleransi Ketiga, serta turut menjadi produser dalam film pendek dokumenter animasi tentang Alfred Munzer yang diselamatkan oleh sebuah keluarga Indonesia di Belanda selama masa pendudukan Nazi.

Pada 2018, saat pemerintah Israel melarang turis Indonesia masuk ke negara Zionis itu, salah satu yang menyayangkan kebijakan Israel itu antara lain Monique Rijkers, empat kali berkunjung ke Israel baik melalui pintu masuk Tel Aviv, Kairo Mesir atau Amman Yordania.

Dikutip dari halaman Linkedin Monique Rijkers, ia menganggap bahwa dirinya adalah seorang Esther di zaman modern di Indonesia.

“Esther tinggal di Persia dan Saya tinggal di Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia. Kami berdua menghadapi keadaan yang sama, dan Tuhan telah menempatkan kami tepat ‘untuk saat seperti ini’ (Ester 4:14). Saya menganggap diri saya sebagai ‘Esther’ di zaman modern di Indonesia.

Hadassah of Indonesia 

Diberitakan haaretz.com, Hadassah of Indonesia merupakan organisasi yang didedikasikan untuk memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia terkait Israel, orang-orang Yahudi, dan sejarah Holocaust melalui perjumpaan budaya dan perjalanan ke Israel.

Nama hadassah sendiri diambil dari Alkitab yang dalam bahasa Ibrani berarti Esther.

Sementara, mengutip dari halaman Linkedin milik Monique Rijkers, Ia mengeklaim jika dirinya seorang Esther Indonesia di zaman modern.

“Esther tinggal di Persia dan Saya tinggal di Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia. Kami berdua menghadapi keadaan yang sama, dan Tuhan telah menempatkan kami tepat ‘untuk saat seperti ini’ (Ester 4:14). Saya menganggap diri saya sebagai ‘Esther’ di zaman modern di Indonesia.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer