Profil Pandawara Group, Tampar Pemkab Sukabumi Punya Pantai Terkotor ke-4 di Indonesia

- Redaksi

Minggu, 8 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandawara Group ajak bersih-bersih Pantai Loji Sukabumi. l Instagram Pandawara Group

Pandawara Group ajak bersih-bersih Pantai Loji Sukabumi. l Instagram Pandawara Group

sukabumiheadline.com l Video dalam Instagram @pandawaragroup yang menjelaskan bahwa Pantai Cibutun, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabum, Jawa Barat, sebagai pantai terkotor nomor empat di Indonesia dan mengajak seluruh elemen masyarakat gotong royong membersihkannya.

Video tersebut kemudian viral di media sosial dan mengundang perdebatan. Seolah menampar banyak pihak di Kabupaten Sukabumi, Pandawara Group kemudian menuai kecaman dari Kepala Desa (Kades) hingga pejabat daerah.

Bahkan, pengurus Karang Taruna setempat melontarkan ancaman akan melaporkan Pandawara Group ke pihak kepolisian. Sikap yang kemudian balik menuai kecaman dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti. Baca lengkap: Mantan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti Sebut Kades di Sukabumi Bodoh

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, atensi bukan hanya dari Bupati Sukabumi Marwan Hamami, tapi juga dari Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin yang langsung turun meninjau lokasi tumpukan sampah di Pantai Cibutun.

Informasi dihimpun sukabumiheadline.com, Pandawara Group adalah kelompok pemuda asal Bandung yang terkenal dengan aksi membersihkan sampah di sungai dan pantai.

Mereka yang diwakili lima pria muda juga mengajak beberapa anak kecil menyampaikan keinginannya “bermain bola di pantai bersih”.

Baca Juga :  Detail jawaban bupati terhadap fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sukabumi soal Revisi Perda 15/2023

Adapun, aksi membersihkan pantai tersebut akan dilangsungkan pada Jumat dan Sabtu, 6-7 Oktober 2023 yang dimulai pukul 07.00 WIB sampai selesai. “Ditunggu kehadirannya,” tulis Pandawara Group pada 29 September 2023.

Profil Komunitas Pandawara Group

Pandawara Group terdiri dari lima pemuda, mereka adalah Gilang, Ikhsan, Rifqi, Rafly, dan Agung berteman sejak masih menempuh pendidikan SMA.

Kelimanya kemudian memilih nama Pandawara Group yang berasal dari pewayangan, yaitu Pandawa Lima. Sebab, mereka beranggotakan lima orang, sedangkan “wara” berarti pembawa kabar baik.

Berawal dari keprihatinan mereka terhadap dampak persoalan sampah yang mereka rasakan secara langsung, terutama yang paling kerap terjadi, yakni banjir, mereka pun mulai rajin turun membersihkan sampah di selokan dan sungai sekitar tempat tinggalnya.

Bermodal peralatan seadanya, Pandawara Group mulai melirik persoalan sampah di daerah lain di Jawa Barat.

Mengutip dari hasil wawancara Pandawara Group bersama salah satu stasiun televisi, mereka mengakui bahwa tantangan utama yang dialami adalah cuaca ketika membersihkan sampah.

Hal itu terjadi manakala turun hujan deras, kemudian debit air sungai naik sehingga terjadi kemungkinan ada banjir bandang.

Pandawara Group juga menjelaskan persoalan klasik sampah keluarga, selama ini menjadi pemicu utama banjir di kawasan permukiman.

Baca Juga :  Strategi Komunitas Pedagang Pujasera Cibadak Sukabumi Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

“Sampah rumah tangga yang paling sering ditemui Pandawara Group selama turun ke sungai atau selokan. Sebab, fokus utama mereka adalah aliran-aliran sungai dan selokan dari pemukiman warga. Sampah rumah tangga yang ditemukan relatif banyak sehingga menjadi pertanda masih ada masyarakat belum peduli membuang sampah secara baik dan benar,” jelas mereka.

Pantai Cibutun Sukabumi ditumpuki sampah. l Instagram Pandawara Group
Pantai Cibutun Sukabumi ditumpuki sampah. l Instagram Pandawara Group

Popularitas dan Penghargaan 

Dari berbagai kegiatan bersih-bersih yang pernah dilakukan, Pandawara Group kerap membagikan video kegiatan ketika membersihkan sampah ke media sosial.

Berkat konten-kontennya yang selalu menarik perhatian publik, termasuk mendapatkan atensi dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Bahkan, hingga saat ini Pandawara Group berhasil meraih popularitas yang terbilang tinggi.

Informasi dihimpun, akun TikTok Pandawara Group saat ini memiliki 3,4 juta pengikut. Sedangkan, akun Instagram mereka sudah diikuti oleh 2,2 juta followers lebih.

Alhasil pada 2022, TikTok memberikan penghargaan kepada Pandawara Group melalui akun @pandawaragroup sebagai TikTok Local Heroes dalam Year on TikTok 2022.

Penghargaan diberikan karena mereka dinilai mampu memberi pengaruh positif, menginspirasi, dan mengedukasi publik melalui konten yang mereka produksi.

Berita Terkait

Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian
Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah
Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam
Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025
Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi
Solar panel untuk SD di Sukabumi: 1000Cahaya dan Greenfaith Indonesia sedekah energi
Mengenal 7 hobi Nabi Muhammad SAW, dari olah raga, spiritual hingga buah favorit
Aisyiyah dan PA Sukabumi perkuat gerakan keadilan sosial keluarga

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:40 WIB

Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian

Kamis, 15 Januari 2026 - 04:41 WIB

Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah

Senin, 5 Januari 2026 - 16:15 WIB

Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:30 WIB

Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025

Minggu, 21 Desember 2025 - 21:01 WIB

Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi wartawan sedang wawancara narasumber - sukabumiheadline.com

Regulasi

Bolehkah wartawan dituntut pidana? Ini putusan terbaru MK

Senin, 19 Jan 2026 - 22:39 WIB